Muaro Jambi - Belanja operasional di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Muaro Jambi pada awal Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan.
Bukan untuk pembangunan fisik, anggaran ratusan juta rupiah justru digelontorkan untuk urusan "perut" alias makan minum, serta pemeliharaan kendaraan dinas yang nilainya nyaris menyentuh batas tender.
Berdasarkan data pengadaan yang dihimpun, total anggaran untuk konsumsi dan jamuan tamu di Setda Muaro Jambi mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 734,7 juta.
Menariknya, seluruh paket pengadaan makan minum ini diborong oleh satu penyedia jasa yang sama, yakni CINTA.
Berikut rincian paket "kenyang" yang dimenangkan oleh vendor CINTA melalui metode E-Purchasing (E-Katalog 6.0):
- Belanja Makanan dan Minuman Jamuan Tamu
- Nilai: Rp 478.652.500 (Rp 478 juta)
- Status: ON PROCESS
- Belanja Konsumsi Open House, Yasinan Rutin, dan Audiensi
- Nilai: Rp 230.901.250 (Rp 230 juta)
- Status: ON PROCESS
- Belanja Makanan dan Minuman Jamuan Tamu (Paket Kecil)
- Nilai: Rp 13.320.000
- Status: ON PROCESS
- Belanja Konsumsi Open House, Yasinan Rutin (Paket Kecil)
- Nilai: Rp 11.854.800
- Status: ON PROCESS
Jika diakumulasikan, vendor CINTA mengelola dana APBD Muaro Jambi lebih dari setengah miliar rupiah hanya untuk menyediakan konsumsi tamu dan acara yasinan rutin Bupati/Wakil Bupati.
Selain anggaran makan minum yang jor-joran, pos anggaran pemeliharaan kendaraan dinas juga memantik tanda tanya.
Setda Muaro Jambi menganggarkan paket "Belanja suku cadang dan Jasa Pemeliharaan Kendaraan Dinas Rusak Ringan/rutin Setda" dengan nilai Rp 199.000.000.
Angka ini sangat presisi, hanya selisih Rp 1 juta di bawah batas maksimal Rp 200 juta untuk metode Pengadaan Langsung (PL).
Dengan mematok harga di angka Rp 199 juta, paket ini lolos dari kewajiban tender terbuka dan bisa langsung ditunjuk (Non-Tender).
Paket servis kendaraan ini dikerjakan oleh penyedia berinisial C B**** J*** R***** ** dan statusnya saat ini BERLANGSUNG.
Publik Muaro Jambi kini menanti efektivitas penggunaan anggaran tersebut, apakah besarnya biaya jamuan dan servis mobil ini berbanding lurus dengan kinerja pelayanan publik di Bumi Sailun Salimbai.
Sekda Muaro Jambi belum memberikan keterangan terkait masalah ini.(*)