berita kerinci

Rehab Berat Puskesmas Sanggaran Agung Rp 8,1 Miliar Jadi Temuan BPK RI 2026, Ini Rincian Masalahnya!

Kerinci — Proyek Rehab berat Puskesmas Sanggaran Agung senilai Rp 8.107.165.000 tahun 2025 bermasalah. Hasil aduit BPK RI tahun 2026 yang baru dirilis menunjukkan masalah proyek tersebut.

Temuan nomor 16 dalam daftar awal kita ternyata berada pada Temuan Nomor 15 Buku II BPK, dengan judul “Kekurangan Penerimaan atas Denda Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan pada Dinas Kesehatan”.

Pekerjaan itu sudah dibayar lunas 100 persen, tetapi menurut BPK mengalami keterlambatan penyelesaian dan belum dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp65.733.770,27.

BPK Sorot Kincai Plaza: Aset Rp7,09 Miliar Belum Diserahkan, Piutang Kios Rp13,15 Miliar Macet

Kerinci — Opini WTP ternyata tidak membuat semua urusan Pemkab Kerinci selesai rapi; dalam LHP atas SPI dan Kepatuhan LKPD 2025, BPK RI mencatat satu masalah lama yang belum tuntas: serah terima tanah, gedung Kincai Plaza, dan Dana Bergulir KUPEM ke Pemerintah Kota Sungai Penuh belum selesai.

Masalah ini masuk dalam 23 temuan pemeriksaan BPK atas kelemahan Sistem Pengendalian Intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan pada Pemkab Kerinci Tahun 2025.

Diam-diam Kejari Sungai Penuh Bidik Skandal Jual Beli Lahan TNKS, Eks Kades dan Bos PT Diperiksa!

Sungai Penuh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Jambi tengah menyelidiki kasus dugaan penjualan lahan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kasus ini tercium sebagai tindak pidana korupsi yang melibatkan penyalahgunaan wewenang oleh oknum tertentu.

Pihak Kejari secara diam-diam telah mengumpulkan data dan kini menaikkan status perkara ke tahap penyidikan, mengingat kuatnya indikasi kerugian negara dalam penjualan aset lahan konservasi itu.

Program P3A-TGAI di Kerinci Kembali Disorot Warga, Material Diduga Tak Sesuai Spek hingga Minim Transparansi

Kerinci - Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) di wilayah Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Kerinci, tengah menjadi perhatian publik. Realisasi fisik di dua lokasi, yakni Desa Semerah dan Desa Hiang Tinggi, Kecamatan Tanah Cogok, menuai sorotan warga karena diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis.

Muncul Inisial H, D dan AY! Dugaan 'Atur Proyek' APBD Kerinci 2025 Dilaporkan ke KPK

Massa yang tergabung dalam LSM Cakrawala Nusantara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis kemarin. Mereka mendesak agar lembaga antirasuah segera menyelediki ihwal dugaan praktik fee proyek dalam pengelolaan APBD Kerinci Tahun 2025.

Dalam orasinya, para demonstran menyebut adanya dugaan "misi terselubung" yang diduga dijalankan melalui orang kepercayaan pejabat penting Kerinci berinisial H.

Suasana Haru, Baim Si Bocah Korban Khitan Tampil di Persidangan! Orang Tua Akui Terima Rp 60 Juta, Pihak Terdakwa Ingin Damai

Sidang kasus dugaan malapraktik khitan di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kembali digelar dengan agenda yang menyentuh hati. Baim, bocah yang menjadi korban dalam kasus ini, dihadirkan langsung sebagai saksi di ruang sidang Pengadilan Negeri Sungai Penuh.

Sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Hanafi Insya ini beragendakan pemeriksaan saksi fakta dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Anggota DPRD Sungai Penuh Jadi Tersangka Kasus Pengrusakan Bollard

Kerinci - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci resmi menetapkan Fahrudin, S.Pd, sebagai tersangka kasus dugaan pengrusakan bollard (pembatas jalan). Fahrudin merupakan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh periode 2024-2029 dari Fraksi Partai Golkar.

Kasus ini terkait pengrusakan fasilitas umum di depan Gedung Nasional Sungai Penuh. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada Jumat (31/10/2025).

Dari Mobil Operasional hingga Kasur Santri, Ini Curhatan Kiai dan Tetua Adat Kerinci di Depan HBA

Kerinci - Perjalanan darat sejauh 423 kilometer yang ditempuh lebih dari 10 jam seolah tak terasa bagi Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Hasan Basri Agus (HBA). Selama beberapa hari, HBA melakukan safari maraton di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Mantan Gubernur Jambi yang terkenal dengan gagasan "Samisake" itu blusukan dari kampus modern IAIN Kerinci, bertemu guru-guru madrasah, tokoh adat, tokoh politik hingga pondok pesantren di pedalaman desa. Ia berpeluh keringat demi menyerap aspirasi sekaligus memperkuat silaturahmi.

Saat HBA 'Ngopi' Bareng 'Raja' Hotel Kerinci, Haji Kaharudin Umar

Kerinci - Perjalanan darat lebih dari 10 jam tak menyurutkan semangat Anggota Komisi VIII DPR RI, Drs. H. Hasan Basri Agus (HBA), untuk terus blusukan. Di sela padatnya agenda di Kerinci, HBA menyempatkan diri bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Kerinci, salah satunya adalah pengusaha terkemuka, Haji Kaharudin Umar.

Pertemuan sarat makna itu berlangsung di Grand Kerinci Hotel, salah satu unit bisnis milik Haji Kahar, pada Rabu (15/10/2025) pagi. Haji Kaharudin Umar yang hadir bersama Rafli Nur tampak menyambut hangat kedatangan HBA.

Blusukan HBA di Kerinci, Bernostalgia dengan H. Murasman, Senior dan Ayah Bupati Monadi

Kerinci - Di sela-sela agenda kerjanya yang padat di Kabupaten Kerinci, Anggota DPR RI H. Hasan Basri Agus (HBA) menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan para senior. Salah satu momen yang paling mengharukan adalah saat HBA menjenguk H. Murasman, mantan Bupati Kerinci yang kini telah berusia 85 tahun.

Kunjungan ini dilakukan HBA usai melantik pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kerinci. Didampingi Wakil Bupati Kerinci H. Murison, Ketua PMI yang baru dilantik Boy Edwar, serta Rafli Nor, HBA langsung menuju kediaman Murasman di Desa Siulak.