BWSS VI Jambi

Proyek Anti Banjir BWSS VI di Bungo Rp 11,4 M Dimenangkan PT Andina, Bagaimana Rekam Jejaknya?

Bungo - Proyek strategis Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Batang Tebo di Kabupaten Bungo akhirnya menemukan titik terang. Proyek jumbo bersumber dari APBN 2026 ini resmi dimenangkan oleh kontraktor asal Kota Jambi, PT. Andina Teknik Konstruksi.

Audit BPK RI dan Rekam Jejak PT Ponjen Emas, Sang Pemenang Proyek Tanggul Batang Merao Rp 15,2 M

Kerinci - Harapan warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk terbebas dari jerat banjir tahunan kini diwarnai kecemasan. Pengumuman pemenang tender Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao tahun anggaran 2026 sukses memicu polemik tajam di ruang publik Jambi.

Tanggapi Soal Tender Aur Duri BWSS VI Rp 19,2 M, PT Belimbing Sriwijaya: Kami Profesional & Transparan!

Jambi - Tensi tinggi menyelimuti proses tender proyek Pembangunan Pengaman Tebing Intake PDAM Aur Duri senilai Rp 19,2 miliar di BWSS VI Jambi.

Setelah sebelumnya santer diberitakan adanya dugaan pengkondisian dan "permainan harga" yang menyudutkan penawar terendah, PT Belimbing Sriwijaya akhirnya angkat bicara.

Melalui Juru Bicaranya, Jefri Bintara Pardede, manajemen PT Belimbing Sriwijaya menepis keras segala tudingan miring yang dialamatkan kepada perusahaannya.

107 Kontraktor Serbu Proyek Banjir Kerinci BWSS VI Rp 11,4 M, CV Kana Mandiri Tawar Terendah

Kerinci - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi terus mengebut proses lelang proyek infrastruktur di awal tahun 2026. Selain normalisasi Sungai Batang Merao, tender proyek Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Kabupaten Kerinci kini juga telah memasuki fase krusial.

Paket proyek dengan nilai pagu fantastis mencapai Rp 11.440.000.000,00 (Rp 11,44 miliar) ini resmi masuk tahap Pembuktian Kualifikasi mulai tanggal 6 Februari 2026 hingga 2 Maret 2026 nanti.

Masuk Tahap Pembuktian, Ini 4 Perusahaan yang Rebutan Proyek Batang Merao BWSS VI di Kerinci

Kerinci - Proyek normalisasi sungai vital di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi sorotan. Tender paket Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao yang digawangi Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi kini memasuki fase krusial.

Per tanggal 6 Februari 2026, tahapan tender resmi masuk masa Pembuktian Kualifikasi. Proses verifikasi berkas fisik dan lapangan ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai 6 Februari pukul 08.00 WIB hingga 2 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.

Biaya Susun Dokumen Irigasi Siulak Deras Tembus Rp 2,8 Miliar, Tender Dibuka

Kerinci - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi kembali menggelontorkan anggaran APBN 2026 untuk infrastruktur di Kabupaten Kerinci. Kali ini, fokusnya adalah pembenahan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (D.I.) Siulak Deras.

Tak tanggung-tanggung, nilai pagu paket yang disiapkan mencapai Rp 2.800.000.000,00 (Rp 2,8 miliar).

Selain Batang Merao, Kerinci Dapat Lagi Dana Rp 11,4 Miliar dari BWSS VI

Kerinci - Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi tampaknya benar-benar agresif di awal tahun 2026 ini. Belum usai sorotan publik pada tender normalisasi Sungai Batang Merao, BWSS VI kembali menggelontorkan anggaran jumbo untuk Kabupaten Kerinci.

Kali ini, paket yang diluncurkan adalah Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Kabupaten Kerinci. Nilai pagu anggarannya cukup fantastis, mencapai Rp 11,44 miliar. Nilai ini sama dengan paket pengendalian banjir Sungai Batang Tebo di Bungo, yakni Rp 11,44 miliar.

Sempat Disoal Tahun Lalu, BWSS VI Kembali Kucurkan Rp 15,2 Miliar untuk Normalisasi Batang Merao

Kerinci - Proyek normalisasi Sungai Batang Merao yang melintasi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kembali dilanjutkan tahun ini. Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi secara resmi telah meluncurkan tender untuk kelanjutan proyek tersebut.

Tak tanggung-tanggung, nilai pagu paket yang disiapkan mencapai Rp 15,28 miliar.

Proyek WIKA di Sungai Penuh Dinilai Asal-asalan, BPK Didesak Turun Tangan Audit

Jambi - Kegaduhan melanda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Proyek infrastruktur yang digarap PT Wijaya Karya (WIKA) di wilayah itu kini menuai protes keras dan kemarahan publik.

Pemicunya bukan masalah sepele. Rangkaian proyek yang dibiayai uang negara tersebut dinilai dikerjakan asal-asalan, mulai dari normalisasi sungai yang tak efektif hingga konstruksi irigasi yang rapuh.

Warga Setop Paksa Proyek Irigasi BWSS VI D.I Batang Asai Rp 57 M di Sarolangun, Ada Apa?

Sarolangun - Ketegangan memuncak di lokasi proyek strategis pembangunan D.I. Batang Asai di Cermin nan Gedang Sarolangun. Sejumlah warga setempat nekat menghentikan paksa aktivitas pengerjaan proyek itu.

Aksi ini bukan tanpa sebab. Kemarahan warga meledak setelah pihak pelaksana proyek mulai melakukan proses pembendungan aliran sungai. Akibatnya, debit air naik drastis dan meluap hingga merendam lahan perkebunan milik warga di sekitar bantaran sungai.