Kerinci - Proyek normalisasi sungai vital di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi sorotan. Tender paket Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao yang digawangi Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi kini memasuki fase krusial.
Per tanggal 6 Februari 2026, tahapan tender resmi masuk masa Pembuktian Kualifikasi. Proses verifikasi berkas fisik dan lapangan ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai 6 Februari pukul 08.00 WIB hingga 2 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.
Paket proyek ini memiliki nilai Pagu dan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yang sama persis, yakni Rp 15.280.000.000,00 (Rp 15,28 miliar).
Data yang dihimpun tim Jambi Link menunjukkan fakta menarik terkait antusiasme kontraktor. Meski tercatat ada 84 kontraktor yang mendaftar sebagai peserta tender, nyatanya mayoritas hanya sebatas "penonton".
Tercatat, hanya 4 kontraktor saja yang memiliki nyali untuk memasukkan dokumen penawaran harga. Sisanya gugur sebelum bertanding atau memilih mundur teratur.
Karena metode pengadaan menggunakan sistem Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur, maka penawaran terendah memiliki peluang terbesar untuk menang, asalkan lulus dalam pembuktian kualifikasi.
Dari empat perusahaan yang bertarung, PT. Lintas Kapuas Persada muncul sebagai penawar terendah dengan angka Rp 12,22 miliar. Angka ini turun sekitar Rp 3 miliar atau anjlok 20% dari nilai HPS.
Berikut rincian lengkap 4 kontraktor yang memasukkan penawaran (urutan berdasarkan harga terendah):
- PT. LINTAS KAPUAS PERSADA
- Harga Penawaran: Rp 12.224.000.000,00
- PT. PONJEN EMAS
- Harga Penawaran: Rp 12.988.000.000,00
- PT. KEMUNING YONA PRATAMA
- Harga Penawaran: Rp 13.426.261.673,99
- PT. WAY KAWAT ABADI
- Harga Penawaran: Rp 13.754.917.214,10
Panitia tender menegaskan bahwa tender ini tidak menggunakan mekanisme Reverse Auction (lelang terbalik).
Kini, nasib proyek pengendali banjir Batang Merao berada di tangan Pokja Pemilihan. Masyarakat menanti apakah PT Lintas Kapuas Persada mampu membuktikan kualifikasinya dengan harga yang "banting setir" tersebut, atau justru penawar lain yang akan menyalip di tikungan terakhir.(*)