Menindaklanjuti arahan dan pesan khusus Wali Kota Jambi agar pelayanan air bersih tidak berhenti total di tengah masyarakat, PDAM Tirta Mayang telah mengaktifkan SK Tim Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan. Tim ini bertugas memasok air kepada 5.350 pelanggan yang terdampak pengurangan pasokan air akibat tingginya kekeruhan Sungai Batanghari selama musim kemarau.
Direktur Utama PDAM Tirta Mayang, Arianto menyebutkan Tim khusus ini bertugas memetakan wilayah krisis air serta mendistribusikan pasokan air bersih menggunakan armada mobil tangki tanpa dipungut biaya sedikit pun.
"Untuk memastikan kebutuhan air harian masyarakat tetap terpenuhi, Tim Kesiapsiagaan kami setiap hari mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki. Dalam sehari, armada kami melakukan pengiriman air bersih sebanyak 18 hingga 30 kali trip ke lokasi rumah pelanggan yang mengalami gangguan," tegas Arianto.
Di samping pengerjaan bantuan darurat mobil tangki, Tirta Mayang juga mematangkan dua langkah rekayasa teknik jangka menengah untuk menyiasati penurunan muka air dan endapan endapan lumpur pinggiran sungai.
Langkah teknik tersebut mencakup rencana pengadaan unit pompa fleksibel (floating pump) yang dapat mengapung mengikuti pergerakan permukaan air sungai, serta perpanjangan instalasi pipa intake yang dipasang menjorok lebih jauh ke tengah alur utama Sungai Batanghari guna menyedot air baku yang lebih jernih.
Sebelumnya, fluktuasi kondisi air baku Sungai Batanghari saat ini berada dalam posisi tidak menentu akibat dampak fenomena El Nino berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Guna memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi baku mutu kesehatan, manajemen Tirta Mayang mengambil keputusan teknis dengan mengurangi debit pengolahan air yang dialirkan melalui jaringan pipa distribusi. Langkah pengurangan debit ini diambil agar proses pengendapan material lumpur dan filterisasi kimiawi di dalam instalasi dapat berjalan optimal.
Kebijakan penyesuaian debit produksi tersebut berimbas langsung pada penurunan durasi pengaliran air di sejumlah wilayah perbatasan dan kawasan elevasi tinggi. Namun, kata Arianto penuruan debit air ini tidak lebih dari 20 persen.
Beberapa kawasan pemukiman yang mengalami pengurangan jam pelayanan distribusi air antara lain kawasan Mayang Ujung, kompleks perumahan BCL, serta wilayah perbatasan jaringan teknis lainnya. (*)