UMKM Jambi Merapat! JBC Festival Digelar 5–12 September 2026

WIB
Ist

Jambi — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Jambi kembali mendapat ruang untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat.

Jambi Business Center atau JBC membuka pendaftaran tenant untuk memeriahkan JBC Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pavilion JBC pada 5–12 September 2026.

Pendaftaran terbuka bagi pelaku usaha makanan, minuman, kerajinan, fashion, dan berbagai kategori UMKM lainnya.

Dalam materi promosinya, JBC Festival 2026 disebut sebagai salah satu event terbesar JBC tahun ini dengan rangkaian pertunjukan, kompetisi, bazar, live band, dan olahraga bersama.

Penyelenggara juga mempromosikan potensi kehadiran ribuan pengunjung setiap hari.

Pelaku usaha yang ingin membuka tenant dikenakan biaya Rp3 juta bersih untuk masa penyelenggaraan yang dalam ketentuan disebut selama tujuh hari.

Dengan biaya tersebut, tenant memperoleh fasilitas berupa tenda lipat berukuran 3x3 meter.

Penyelenggara turut menyediakan utilitas kelistrikan atau power outlet.

Logo tenant atau merek usaha juga akan ditempatkan dalam materi publikasi dan media sosial JBC Festival.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi peserta.

Selain menjual produk secara langsung selama festival, tenant juga memperoleh ruang promosi melalui kanal publikasi penyelenggara.

Sistem pembayaran tenant dilakukan dalam dua tahap.

Peserta wajib membayar uang muka atau down payment sebesar 50 persen dari harga sewa tenant.

Dengan harga booth Rp3 juta, nilai DP yang harus dibayarkan mencapai Rp1,5 juta.

Sisa pembayaran harus dilunasi paling lambat tiga hari sebelum kegiatan atau H-3 event.

Pembayaran DP maupun pelunasan hanya dilakukan melalui transfer ke rekening:

Bank BCA: 1193190000
Atas nama: PT Putra Kurnia Properti

Setelah melakukan pembayaran, calon tenant wajib mengirimkan bukti transfer kepada koordinator tenant.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui Farhan di nomor 0878-3168-0975.

JBC Festival 2026 tidak hanya diisi aktivitas jual beli produk UMKM.

Berdasarkan materi promosi yang disebarkan, grup musik The Overtunes dijadwalkan menjadi penampil spesial dalam festival tersebut.

Selain special performance, penyelenggara juga menyiapkan Tenant Bazaar, JBC Idol & Icon Competition, live band, dan zumba.

Rangkaian kegiatan itu diharapkan dapat menarik pengunjung dari berbagai kelompok usia.

Pengunjung tidak hanya datang berbelanja, tetapi juga menikmati hiburan, mengikuti kompetisi, dan beraktivitas bersama.

Bagi tenant, semakin panjang waktu pengunjung berada di lokasi, semakin besar pula peluang produk dilihat dan dibeli.

Poster utama JBC Festival membuka kesempatan bagi tenant kategori makanan, minuman, kerajinan, dan kategori lainnya.

Materi promosi di media sosial juga menyebut kategori food, beverage, craft, fashion, UMKM, serta berbagai bidang usaha lainnya.

Namun, pada lembar syarat dan ketentuan terdapat keterangan bahwa tipe tenant bersifat UMKM kategori food and beverage atau kuliner.

Perbedaan informasi tersebut perlu diperhatikan calon peserta.

Pelaku usaha di luar kategori kuliner, seperti fashion dan kerajinan, disarankan memastikan kembali kepada koordinator apakah produknya dapat diterima sebelum melakukan pembayaran.

Konfirmasi tersebut penting agar tidak terjadi perbedaan pemahaman setelah uang muka disetorkan.

Festival dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 12 September 2026 di Pavilion JBC.

Rentang tanggal tersebut apabila dihitung secara kalender mencakup delapan tanggal, yakni mulai 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 hingga 12 September.

Namun, materi syarat dan ketentuan menyebut biaya Rp3 juta berlaku untuk tujuh hari event.

Penyelenggara perlu memperjelas apakah tenant beroperasi selama tujuh atau delapan hari, termasuk waktu pembukaan, penutupan, dan jadwal bongkar-pasang booth.

Kejelasan durasi penting bagi pelaku usaha dalam menghitung stok, jumlah pekerja, biaya operasional, dan target penjualan.

Seluruh tenant diwajibkan mematuhi syarat, ketentuan, dan peraturan selama kegiatan berlangsung.

Ketentuan teknis lanjutan akan diinformasikan pada saat technical meeting.

Pertemuan teknis biasanya menjadi ruang untuk membahas penempatan booth, jadwal masuk barang, jam operasional, kebersihan, keamanan, penggunaan listrik, serta larangan selama festival.

Tenant perlu mengikuti pertemuan tersebut agar memahami hak dan kewajibannya.

Terutama bagi usaha kuliner yang membutuhkan daya listrik lebih besar, peralatan memasak, penyimpanan bahan makanan, air bersih, serta pengelolaan sampah.

Dengan biaya Rp3 juta, setiap peserta pada dasarnya membayar sekitar Rp428 ribu per hari apabila durasinya benar-benar tujuh hari.

Namun keuntungan tenant tidak dapat dihitung hanya dari nilai penjualan langsung.

Pelaku usaha juga memperoleh kesempatan memperkenalkan merek, menguji respons pasar, bertemu pelanggan baru, serta membangun jaringan dengan peserta lain.

Hasil akhirnya akan bergantung pada jumlah pengunjung, lokasi booth, kesesuaian produk, strategi promosi, dan daya beli masyarakat selama kegiatan.

Karena itu, calon tenant perlu menghitung kebutuhan secara matang sebelum mendaftar.

Berapa stok yang harus disiapkan.

Berapa orang yang menjaga booth.

Berapa biaya produksi dan operasional harian.

Serta berapa omzet minimum yang harus dicapai agar biaya sewa dapat tertutup.

JBC Festival telah membuka panggung.

Kini giliran pelaku UMKM menghitung peluang: bukan hanya bagaimana tampil ramai, tetapi bagaimana pulang dengan pelanggan baru dan penjualan yang berarti. (*)

BeritaSatu Network