SUNGAI PENUH – Senin pagi itu, pelayanan di Puskesmas Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, awalnya berjalan seperti biasa.
Petugas melayani pasien.
Ruang pelayanan dibuka.
Aktivitas kesehatan masyarakat berlangsung sebagaimana hari kerja pada umumnya.
Namun suasana berubah ketika Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, tiba-tiba datang melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke fasilitas kesehatan tersebut.
Sidak itu dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik.
Namun, dari hasil peninjauan, Alfin justru menemukan sejumlah kondisi yang membuatnya kecewa.
Di beberapa sudut bangunan, ia melihat kebersihan fasilitas kesehatan belum terjaga sebagaimana mestinya.
Didampingi pihak kecamatan, Alfin menelusuri satu per satu ruangan di Puskesmas Tanah Kampung.
Mulai dari ruang pelayanan, ruang perawatan, gudang penyimpanan, hingga ruang bersalin.
Semakin jauh ia memeriksa, semakin banyak hal yang menjadi sorotan.
Debu terlihat menempel di sejumlah fasilitas.
Gudang penyimpanan tampak tidak tertata.
Sampah ditemukan di beberapa titik.
Bahkan, ada puntung rokok yang terlihat berada di lingkungan puskesmas.
Bagi Alfin, temuan itu tidak bisa dianggap sepele.
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Di tempat itulah masyarakat datang ketika sakit, memeriksakan kesehatan, mendapatkan pelayanan ibu dan anak, hingga mencari pertolongan dasar.
Karena itu, kebersihan menjadi syarat mutlak.
Bukan hanya soal tampilan.
Tetapi menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.
Alfin tampak tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya ketika melihat kondisi ruangan yang dinilainya tidak layak.
“Ini puskesmas yang saya lihat pertama kali seperti ini. Gimana masyarakat mau sehat kalau puskesmasnya seperti ini,” ujar Alfin.
Ucapan itu menjadi teguran keras.
Alfin menilai, fasilitas kesehatan harus menjadi contoh dalam menjaga kebersihan.
Jika lingkungan puskesmas sendiri tidak tertata, maka pesan hidup sehat kepada masyarakat akan kehilangan kekuatan.
Ia kembali menyoroti keberadaan sampah, puntung rokok, dan gudang yang tidak rapi.
“Sampah dan puntung rokok di sini, serta gudang yang tidak tertata dalam ruangan,” sebutnya.
Temuan yang paling membuat Alfin geram berada di ruang bersalin dan ruang perawatan bayi.
Ruangan itu seharusnya menjadi salah satu area paling bersih dan steril di fasilitas kesehatan.
Namun dalam sidak tersebut, Alfin masih menemukan debu pada sejumlah fasilitas pelayanan.
Kondisi itu dinilai sangat memprihatinkan.
Apalagi ruang bersalin dan ruang bayi berkaitan langsung dengan keselamatan ibu dan bayi.
Dengan nada tinggi, Alfin mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat merasa aman jika ruangan tersebut tidak dijaga kebersihannya.
“Siapa yang mau lahiran di sini? Tempat kotor, berdebu. Bayi siapa yang mau diletakkan di sini, kotor seperti ini,” tegasnya.
Bagi Alfin, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan tenaga medis dan peralatan.
Lingkungan pelayanan juga harus bersih, nyaman, tertib, dan memberi rasa aman kepada pasien.
Puskesmas, kata dia, harus menjadi tempat yang membuat masyarakat percaya.
Bukan tempat yang menimbulkan kekhawatiran.
Sidak tersebut juga membuka persoalan lain.
Alfin menemukan banyak barang tidak terpakai yang masih disimpan di dalam gedung.
Menurutnya, barang-barang yang sudah tidak lagi digunakan tidak boleh dibiarkan menumpuk begitu saja.
Semua harus didata dan dilaporkan kepada bagian aset pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Barang tidak terpakai, ngapain ditahan di situ,” ujarnya.
Alfin meminta pihak puskesmas segera melakukan pembenahan menyeluruh.
Ruang pelayanan harus dibersihkan.
Gudang harus ditata.
Barang-barang yang tidak digunakan harus diinventarisasi.
Ruang bersalin dan ruang bayi harus dipastikan layak, bersih, dan aman.
Menurutnya, fasilitas kesehatan tidak boleh dikelola asal-asalan.
Setiap ruangan harus memiliki standar.
Setiap fasilitas harus dirawat.
Setiap petugas harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap tempat kerjanya.
Selain kebersihan bangunan, Wali Kota Sungai Penuh itu juga menyoroti kedisiplinan pegawai.
Dalam sidak tersebut, ia menemukan adanya petugas yang menggunakan sandal saat bertugas.
Alfin menilai hal seperti itu mencerminkan rendahnya disiplin kerja.
Menurutnya, pelayanan publik, apalagi pelayanan kesehatan, harus dijalankan dengan sikap profesional.
Hal-hal kecil seperti pakaian kerja, alas kaki, kebersihan meja, kerapian ruangan, dan cara melayani masyarakat merupakan cermin budaya kerja sebuah instansi.
Karena itu, ia langsung memberikan teguran kepada staf yang dinilai kurang disiplin.
Di hadapan jajaran Puskesmas Tanah Kampung, Alfin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh sedang berupaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif, lebih manusiawi, dan lebih berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Namun upaya itu tidak akan berhasil jika fasilitas pelayanan dasar tidak dijaga dengan baik.
“Ada beberapa hal saya soroti tadi karena puskesmas tidak bersih, serta pegawai yang memakai sandal. Saya tadi sudah menegur semua staf yang ada. Kami berkomitmen membenahi sistem kesehatan yang lebih responsif dan manusiawi agar masyarakat bisa aman dan nyaman datang ke puskesmas,” ujar Alfin.
Ia menegaskan, pembenahan harus segera dilakukan.
Tidak boleh menunggu lama.
Ruangan yang kotor harus dibersihkan.
Fasilitas yang rusak harus diperbaiki.
Barang tidak terpakai harus ditertibkan.
Dan pegawai harus kembali pada standar disiplin pelayanan publik.
Bagi Alfin, sidak ini menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap pelayanan masyarakat.
Sebelumnya, ia juga beberapa kali turun langsung mengecek kinerja perangkat daerah.
Termasuk jajaran Dinas Kesehatan.
Tujuannya untuk memastikan aparatur bekerja sesuai tugas dan pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan.
Alfin mengatakan, masyarakat Kota Sungai Penuh berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Bersih.
Aman.
Nyaman.
Dan bermartabat.
Puskesmas adalah garda depan pelayanan kesehatan.
Jika garda depan tidak siap, maka masyarakat yang paling merasakan dampaknya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran kesehatan menjadikan sidak ini sebagai peringatan serius.
Bukan untuk saling menyalahkan.
Tetapi untuk segera memperbaiki keadaan.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah harus dijaga.
Kepercayaan itu dibangun dari hal-hal sederhana.
Ruang yang bersih.
Petugas yang disiplin.
Pelayanan yang ramah.
Fasilitas yang tertata.
Dan lingkungan yang aman bagi pasien.
Sidak di Puskesmas Tanah Kampung menjadi pesan keras bagi seluruh fasilitas pelayanan publik di Kota Sungai Penuh.
Tidak ada ruang bagi pelayanan yang asal-asalan.
Tidak ada alasan membiarkan fasilitas kotor.
Tidak ada pembenaran untuk bekerja tanpa disiplin.
Sebab di balik setiap pasien yang datang ke puskesmas, ada harapan untuk sembuh.
Ada keluarga yang cemas.
Ada ibu yang ingin melahirkan dengan aman.
Ada bayi yang harus dilindungi.
Dan ada masyarakat yang menaruh kepercayaan kepada pemerintah.
Alfin menegaskan, kepercayaan itu tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian, kebiasaan buruk, ataupun rendahnya disiplin aparatur.
Puskesmas harus menjadi tempat orang mencari sehat.
Bukan tempat yang justru membuat masyarakat bertanya: bagaimana mau sehat, kalau tempat pelayanan kesehatannya sendiri tidak dijaga dengan baik. (*)