Al Haris Siap Support ISMI Jambi di Bawah Komando Hj Ernawati

WIB
Ist

JAMBI — Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menyampaikan dukungan penuh terhadap kepengurusan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd.

Al Haris tidak hanya hadir sebagai Gubernur Jambi.

Ia juga menjadi bagian penting dalam struktur ISMI Jambi sebagai Ketua Dewan Pembina ISMI Provinsi Jambi.

Dengan posisi itu, Al Haris berharap ISMI Jambi tidak berhenti sebagai organisasi seremonial. Ia ingin ISMI menjadi ruang besar bagi para sarjana Melayu untuk ikut memikirkan daerah, memperkuat sumber daya manusia, menjaga adat, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Sebagai Gubernur Jambi sekaligus Ketua Dewan Pembina ISMI Provinsi Jambi, saya tentu mendukung penuh kehadiran ISMI Jambi. Di bawah komando Ibu Hj. Ernawati, saya berharap ISMI menjadi rumah besar sarjana Melayu yang terbuka, aktif, dan memberi manfaat bagi daerah,” ujar Al Haris.

Menurut Al Haris, Jambi memiliki akar Melayu yang kuat.

Akar itu tidak hanya hidup dalam adat, pakaian, bahasa, pantun, atau prosesi budaya. Nilai Melayu juga hidup dalam adab, ilmu, musyawarah, kepedulian sosial, dan semangat membangun peradaban.

Karena itu, ia menilai ISMI Jambi memiliki ruang strategis untuk menjembatani adat dan ilmu pengetahuan.

“Jambi ini punya sejarah Melayu yang kuat. Tetapi Melayu tidak boleh hanya menjadi simbol. Melayu harus hidup dalam pendidikan, kebijakan publik, ekonomi masyarakat, kepemimpinan, dan pembangunan daerah,” katanya.

Al Haris menyebut, kepengurusan ISMI Jambi yang baru dilantik harus segera menyusun agenda kerja yang konkret.

Ia berharap ISMI dapat mengambil peran dalam penguatan pendidikan, literasi budaya, pembinaan generasi muda, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga kajian kebijakan daerah.

Menurutnya, sarjana Melayu harus hadir bukan hanya dengan gelar akademik, tetapi juga dengan gagasan dan karya.

“Yang kita butuhkan adalah kontribusi. Sarjana Melayu harus bisa memberi pemikiran, memberi solusi, dan ikut turun membangun masyarakat. Jangan hanya berhenti di forum, tetapi harus ada program dan manfaat nyata,” ujar Al Haris.

Gubernur Jambi itu juga mengapresiasi kepemimpinan Hj. Ernawati sebagai Ketua ISMI Provinsi Jambi.

Menurutnya, Ernawati memiliki energi sosial, pengalaman, dan kemampuan merangkul banyak pihak. Hal itu menjadi modal penting untuk menggerakkan organisasi sarjana Melayu di Jambi.

Al Haris menilai kepemimpinan Ernawati juga memberi pesan penting tentang peran perempuan Melayu dalam ruang publik.

Perempuan Melayu, kata dia, tidak hanya menjadi penjaga nilai dalam keluarga, tetapi juga bisa menjadi pemimpin organisasi, penggerak pendidikan, pelaku usaha, dan tokoh sosial yang memberi pengaruh luas bagi masyarakat.

“Ibu Ernawati ini punya semangat yang kuat. Beliau punya kepedulian sosial dan mampu merangkul banyak kalangan. Saya berharap ISMI Jambi di bawah kepemimpinan beliau bisa bergerak cepat dan membawa energi baru,” katanya.

Al Haris juga menegaskan pentingnya memperluas gerakan ISMI sampai ke kabupaten/kota.

Menurutnya, ISMI tidak boleh hanya kuat di tingkat provinsi. Organisasi ini harus hadir di daerah, dekat dengan kampus, sekolah, pesantren, lembaga adat, organisasi pemuda, komunitas perempuan, dan masyarakat luas.

Karena itu, pembentukan ISMI kabupaten/kota menjadi langkah penting agar jaringan sarjana Melayu tidak hanya terpusat di Kota Jambi.

“ISMI harus bergerak sampai ke kabupaten/kota. Sarjana Melayu di daerah juga harus dirangkul. Mereka punya potensi besar untuk ikut membangun daerah masing-masing,” ujar Al Haris.

Sebagai Ketua Dewan Pembina, Al Haris memastikan dirinya akan memberi dukungan terhadap program-program ISMI Jambi yang sejalan dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

Dukungan itu, kata dia, dapat berbentuk fasilitasi, kolaborasi, ruang dialog, serta sinergi dengan pemerintah daerah dalam isu-isu strategis.

Ia menyebut ISMI dapat menjadi mitra gagasan bagi pemerintah.

Terutama dalam membaca persoalan pendidikan, kebudayaan, ekonomi lokal, penguatan karakter generasi muda, serta pelestarian nilai Melayu di tengah perubahan zaman.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh akademisi, tokoh adat, ulama, profesional, pemuda, perempuan, dan sarjana Melayu untuk bersama-sama membangun Jambi. ISMI bisa mengambil peran itu,” katanya.

Al Haris menambahkan, tantangan pembangunan Jambi ke depan semakin kompleks.

Daerah membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Di saat yang sama, pembangunan juga harus tetap berpijak pada nilai adat dan budaya lokal.

Menurutnya, keseimbangan antara ilmu dan adab menjadi penting.

Ilmu membuat masyarakat maju.

Adab menjaga masyarakat tetap bermartabat.

Dan nilai Melayu dapat menjadi jembatan di antara keduanya.

“Visi saya sederhana. ISMI Jambi harus menjadi gerakan ilmu dan adab. Kalau sarjana Melayu bergerak dengan ilmu, adat, dan kepedulian, maka organisasi ini akan memberi manfaat besar bagi Jambi,” ujar Al Haris.

Ia berharap pelantikan ISMI Jambi tidak hanya menjadi acara yang meriah, tetapi menjadi awal dari gerakan panjang.

Gerakan untuk menghidupkan gagasan Melayu dalam pendidikan.

Gerakan untuk memperkuat literasi adat dan budaya.

Gerakan untuk mendorong peran perempuan dan anak muda.

Gerakan untuk memberi masukan bagi pembangunan daerah.

Dan gerakan untuk menghadirkan sarjana Melayu yang dekat dengan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Hj. Ernawati, Al Haris optimistis ISMI Jambi dapat tumbuh sebagai organisasi yang aktif, terbuka, dan memberi warna baru bagi pembangunan Provinsi Jambi.

“Selaku Gubernur dan Ketua Dewan Pembina, saya akan support penuh. Yang penting ISMI Jambi bergerak, menyusun program, membangun kolaborasi, dan memberi manfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Dengan dukungan itu, ISMI Jambi periode 2026–2030 memiliki modal penting untuk bergerak.

Ada dukungan pemerintah daerah.

Ada kepemimpinan Ernawati.

Ada jaringan sarjana Melayu.

Ada tokoh adat, akademisi, profesional, perempuan, dan pemuda yang bisa dirangkul.

Kini, publik menunggu langkah berikutnya.

Sebab setelah pelantikan, yang paling penting bukan lagi seremoni.

Tetapi kerja.

Bukan hanya struktur.

Tetapi gerakan.

Dan bukan hanya nama besar.

Tetapi manfaat nyata bagi Jambi.(*)

Galeri Foto :

BeritaSatu Network