JAMBI – Kebun Tanjung Lebar mendapat perhatian langsung dari manajemen PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar.
Region Head PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar, Khayamuddin Panjaitan, melakukan kunjungan kerja ke Kebun Tanjung Lebar, Kamis (18/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Khayamuddin didampingi Kepala Bagian Tanaman.
Agenda kunjungan difokuskan untuk mengevaluasi kondisi operasional kebun, melihat langsung aktivitas di lapangan, sekaligus memperkuat strategi pencapaian target perusahaan pada paruh kedua tahun 2026.
Kehadiran manajemen regional ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh program kerja di kebun berjalan sesuai arah perusahaan.
Tidak hanya dilihat dari laporan administratif, tetapi juga dari kondisi riil di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, rombongan meninjau sejumlah area operasional utama di Kebun Tanjung Lebar.
Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan produksi, kondisi tanaman, kesiapan tenaga kerja, serta peluang peningkatan kinerja yang masih dapat dioptimalkan.
Khayamuddin juga berdiskusi langsung dengan jajaran manajemen kebun.
Diskusi tersebut membahas capaian produksi saat ini, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah yang perlu diperkuat agar target perusahaan dapat dicapai secara maksimal.
Menurut Khayamuddin, Kebun Tanjung Lebar memiliki potensi yang harus terus digerakkan.
Karena itu, seluruh lini diminta tidak hanya bekerja rutin, tetapi juga mampu membaca peluang peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja.
Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai potensi tersembunyi yang masih bisa dikembangkan.
Baik dari sisi pengelolaan tanaman, penguatan disiplin kerja, pemanfaatan sumber daya, maupun pelaksanaan program operasional yang telah dirancang perusahaan.
Di hadapan jajaran Kebun Tanjung Lebar, Khayamuddin memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya persiapan menghadapi Semester II Tahun 2026.
Menurutnya, paruh kedua tahun berjalan menjadi periode penting untuk mengejar dan mengamankan target perusahaan.
Karena itu, pengawasan tidak boleh kendur.
Koordinasi antarlini harus diperkuat.
Program kerja harus dieksekusi dengan disiplin.
Dan seluruh potensi produksi harus dimanfaatkan secara optimal.
“Kita harus memastikan optimalisasi produksi berjalan maksimal dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di Kebun Tanjung Lebar ini. Ini adalah langkah krusial sebagai bentuk persiapan matang kita dalam menghadapi tantangan di Semester II Tahun 2026,” ujar Khayamuddin Panjaitan.
Khayamuddin menegaskan, pencapaian target perusahaan membutuhkan kerja kolektif.
Setiap lini memiliki peran penting. Mulai dari manajemen kebun, bagian tanaman, mandor, hingga pekerja di lapangan.
Semua harus bergerak dalam satu arah yang sama.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ritme kerja produktif di tengah berbagai tantangan operasional.
Menurutnya, kinerja kebun tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan potensi tanaman, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam menjalankan program, ketepatan pengawasan, serta kecepatan dalam menyelesaikan kendala di lapangan.
Melalui kunjungan kerja ini, manajemen PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar berharap Kebun Tanjung Lebar dapat semakin memperkuat kinerja operasional.
Evaluasi yang dilakukan di lapangan diharapkan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi jajaran kebun.
Dengan sinergi yang kuat, seluruh program kerja diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Kebun Tanjung Lebar juga diharapkan mampu menjaga produktivitas, meningkatkan efisiensi, serta memberi kontribusi optimal terhadap pencapaian target besar perusahaan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pesan bagi seluruh jajaran bahwa Semester II 2026 harus dihadapi dengan persiapan matang.
Tidak cukup hanya menjaga capaian yang sudah ada.
Kebun harus terus bergerak.
Meningkatkan disiplin.
Memaksimalkan potensi.
Dan memastikan setiap aktivitas di lapangan benar-benar mendukung target perusahaan.
Dari Kebun Tanjung Lebar, PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kinerja kebun melalui pengawasan langsung, koordinasi lapangan, dan perbaikan yang berkelanjutan.
Sebab target besar perusahaan hanya dapat dicapai jika seluruh lini bergerak bersama, bekerja disiplin, dan fokus pada produktivitas. (*)