JAMBI — Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Perwakilan Provinsi Jambi melakukan audiensi dengan Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun Jambi.
Audiensi digelar di Kantor LPP TVRI Jambi, Kamis (12/6/2026).
Rombongan ISMI Jambi dipimpin Ketua Pelaksana Pelantikan, Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Panitia Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP., serta jajaran pengurus ISMI lainnya.
Kedatangan rombongan diterima langsung Kepala Stasiun TVRI Jambi, Herly Marjoni, S.Sos., M.M., bersama jajaran.
Pertemuan berlangsung hangat.
Bukan hanya silaturahmi. Ada agenda yang lebih konkret: membangun sinergi publikasi menjelang pelantikan Pengurus Wilayah ISMI Perwakilan Provinsi Jambi periode 2026–2030.
Pelantikan ISMI Jambi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Kegiatan itu mengusung tema “Ber-Ilmu, Beradat, Membangun Peradaban; Sarjana Melayu Hadir dengan Ilmu dan Adat untuk Kemajuan Bangsa”.
Prof. Syamsir menyampaikan, audiensi ini menjadi bagian dari persiapan pelantikan sekaligus langkah awal membangun komunikasi kelembagaan dengan TVRI Jambi.
Menurutnya, ISMI membutuhkan dukungan publikasi agar kegiatan organisasi dan gagasan kaum intelektual Melayu dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat.
“Harapannya, tentu Kepala Stasiun TVRI Jambi dapat hadir dalam pelantikan, sekaligus membantu ISMI dalam peliputan dan publikasi kegiatan,” ujar Prof. Syamsir.

Ia mengatakan, pelantikan ISMI Jambi bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Lebih dari itu, pelantikan menjadi momentum konsolidasi sarjana, akademisi, birokrat, profesional, pengusaha, dan tokoh masyarakat Melayu untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
ISMI, kata dia, ingin hadir sebagai ruang gagasan.
Ruang pengabdian.
Dan ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan, adat, budaya, dan kerja nyata untuk masyarakat.
“Tema pelantikan ini menegaskan bahwa sarjana Melayu harus hadir dengan ilmu dan adat. Keduanya tidak boleh dipisahkan. Ilmu memberi arah kemajuan, adat menjaga marwah dan jati diri,” kata Prof. Syamsir.
Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Jambi Herly Marjoni menyambut baik kunjungan jajaran ISMI Jambi.
Ia mengapresiasi upaya ISMI membangun kolaborasi dengan lembaga penyiaran publik, terutama dalam penyebarluasan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Herly menyatakan kesiapan TVRI Jambi untuk mendukung publikasi dan peliputan kegiatan ISMI, termasuk pelantikan pengurus wilayah yang akan digelar pada 19 Juni mendatang.
Ia juga menyampaikan kesediaannya untuk hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut.
Bahkan, Herly turut menyatakan kesiapan bergabung sebagai bagian dari keluarga besar ISMI Jambi.
Dalam pertemuan itu, Herly juga berbagi cerita mengenai perkembangan TVRI Jambi. Mulai dari transformasi lembaga penyiaran publik, peningkatan kualitas siaran, hingga komitmen TVRI dalam menghadirkan informasi, edukasi, dan pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki ruang strategis untuk mendukung penguatan literasi masyarakat dan pelestarian kebudayaan daerah.
Di titik itulah, ISMI dan TVRI Jambi memiliki ruang temu.
ISMI membawa gagasan, jejaring intelektual, dan semangat kebudayaan Melayu.
TVRI Jambi memiliki kanal penyiaran, pengalaman produksi, serta jangkauan informasi kepada masyarakat.
Jika disinergikan, keduanya dapat memperkuat publikasi pembangunan, literasi informasi, pelestarian budaya Melayu, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Suasana audiensi berlangsung akrab. Diskusi tidak berhenti pada pelantikan saja.
Kedua pihak juga membahas peluang kerja sama lebih luas, termasuk program-program yang berkaitan dengan edukasi publik, penguatan budaya lokal, dan penyebaran informasi pembangunan daerah.
Usai pertemuan, rombongan ISMI Jambi diajak berkeliling melihat fasilitas dan ruang kerja TVRI Jambi.
Mereka melihat langsung ruang produksi, studio siaran, serta sejumlah fasilitas pendukung operasional lembaga penyiaran publik tersebut.
Bagi ISMI Jambi, dukungan TVRI menjadi kehormatan sekaligus sinyal positif.
Sebab organisasi intelektual tidak cukup hanya berhimpun di ruang rapat. Gagasan harus keluar. Harus sampai ke publik. Harus memberi manfaat.
Pelantikan ISMI Jambi pada 19 Juni nanti diharapkan menjadi awal dari gerak baru kaum sarjana Melayu di Provinsi Jambi.(*)