Lagi, PUPR Batang Hari Borong 488 Ton Aspal Hotmix, Disuplai CV Carifa Hadisato Abadi Rp 1,3 M

WIB
ist

Batang Hari - Upaya percepatan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Batanghari terus digenjot. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Batanghari merealisasikan pengadaan bahan baku jalan skala besar berupa aspal hotmix dan lapis resap pengikat.

Proyek pengadaan fisik dengan nomenklatur Belanja Barang Hotmix AC - WC dan Lapis Resap Pengikat ini menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan Total Pagu senilai Rp 1.410.000.000.

Proses transaksi berjalan sangat transparan menggunakan sistem E-Katalog 6.0 dengan metode E-Purchasing. Dari proses tersebut, perusahaan CARIFA HADISATO ABADI resmi ditunjuk sebagai penyedia barang dengan Total Nilai kontrak kesepakatan sebesar Rp 1.384.469.700.

Paket pengadaan barang dengan Kode RUP 67017055 dan Kode Paket 01KQ758Z6FDWEZ7QBTG0HZZ3HM ini memiliki volume pekerjaan yang sangat terukur. Pihak penyedia diwajibkan menyuplai material jalan dengan rincian Hotmix AC - WC sebanyak 488 Ton dan Lapis Resap Pengikat sebanyak 4.569 Liter.

Satu hal yang patut diapresiasi, seluruh material senilai Rp 1,38 miliar ini dikategorikan 100 persen sebagai Produk Dalam Negeri (PDN), dengan Nilai PDN yang terealisasi persis sama dengan total kontrak. Selain itu, proyek ini juga memberdayakan entitas Usaha Kecil/Koperasi.

Dalam dokumen perencanaannya, proyek ini tercatat tidak menggunakan skema Pra DIPA/DPA, serta tidak menyertakan indikator penilaian khusus untuk Aspek Ekonomi, Aspek Sosial, maupun Aspek Lingkungan dalam kriteria transaksinya.

Saat ini, status paket pekerjaan tersebut masih dalam tahap ON PROCESS. Jika melihat jadwal resminya, proses pemilihan penyedia telah dirampungkan sejak April hingga Mei 2026.

Berita terkait baca di sini :

Kini, masuk pada fase krusial. Jadwal Pelaksanaan Kontrak sekaligus Pemanfaatan Barang/Jasa ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026 dan diproyeksikan tuntas sepenuhnya pada Desember 2026.

Dengan suplai ratusan ton aspal hotmix ini, masyarakat Batanghari tentu menanti realisasi jalanan yang lebih mulus dan bebas lubang di penghujung tahun 2026.

Sebelumnya, langkah agresif Pemkab Batanghari diawali dengan paket 'Belanja Barang Coldmix CPHMA dan Aspal Emulsi' yang dipatok dengan pagu awal Rp 2,1 Miliar.

Dari proses E-Katalog, proyek ini jatuh ke tangan pihak ketiga, yakni CIPTA WAHANA PERSADA, dengan nilai kontrak kesepakatan sebesar Rp 1.865.688.000 (Rp 1,86 Miliar). Dana fantastis ini disedot untuk menebus dua jenis material masif, yaitu:

  • Coldmix CPHMA: Sebanyak 500 Ton
  • Aspal Emulsi: Sebanyak 1.600 Liter

Proses pemilihan penyedia proyek ini telah dikebut sejak Maret 2026, di mana jadwal pelaksanaan dan pemanfaatannya ditargetkan mulai efektif pada April hingga Desember 2026.

Dengan masuknya nyaris 1.000 ton material aspal (gabungan 500 ton coldmix dan 488 ton hotmix) serta ribuan liter cairan pengikat ini, masyarakat Batanghari tentu berharap jalan-jalan yang rusak dan berlubang di wilayah mereka dapat segera disulap menjadi mulus kembali di penghujung tahun 2026. (*)

BeritaSatu Network