Dari Krisis Asap Saatnya Memulihkan Alam dan Kehidupan

WIB
Ist

Asap secara perlahan mulai hilang dengan diguyurnya hujan Transisi dari musim kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan/lahan menuju musim penghujan memerlukan kewaspadaan dan persiapan khusus. Meskipun hujan membantu membersihkan udara, perubahan musim ini membawa potensi risiko kesehatan dan lingkungan yang harus diantisipasi. Apalagi hujan yang baru diguyur diakibatkan kabut asap yang lama, ini juga tidak baik untuk Kesehatan terutama jangan ditampung air hujan yang baru turun, karena masih banyak kandungan debu dan partikel kotoran lainnya apalagi kalau untuk dikonsumsi dan digunakan untuk mencuci dan kebutuhan lainnya

Ada beberapa langkah kesiapsiagaan (siap tanggap) menghadapi musim penghujan pasca kabut asap:

1. Antisipasi Kesehatan (Transisi ISPA & Penyakit Musim Hujan)

  • Waspada Penyakit Pernapasan Lanjutan (ISPA & Alergi): Paru-paru dan saluran pernapasan yang sempat terpapar polusi asap lebih rentan terhadap infeksi. Udara lembap saat mulai hujan juga bisa memicu asma atau bronkitis. Lanjutkan penggunaan masker jika berada di area berdebu atau berpolusi. Lakukan penggunaan masker walau sudah tidak terlihat lagi asap khawatir masih ada partikel debu yang belum hilang dan belum terserap ke tanah,kalau sudah lebih kurang  satu minggu baru bisa masker dibuka.
  • Pencegahan Penyakit Bawaan Air dan Nyamuk:
    • Demam Berdarah (DBD): Genangan air hujan pada wadah atau sisa abu/puing berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti. Lakukan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang barang bekas) serta gunakan losion anti nyamuk. Membersihkan lingkungan sekitar jauh lebih baik untuk mencegah daripada mengobati.
    • Penyakit Pencernaan (Diare & Leptospirosis): Pastikan air minum selalu dimasak matang dan jaga kebersihan makanan karena risiko kontaminasi bakteri meningkat saat banjir atau genangan awal musim hujan, jangan terlalu tergiur dengan iklan yang ada yang harus diperhatikan Adalah air harus dimasak atau direbuh sampai 100 derajat Celsius untuk memastikan aman untuk diminum.

2. Kebersihan Lingkungan & Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

  • Pembersihan Saluran Air (Drainase) & Got: Abu sisa kebakaran dan debu kering dapat menyumbat saluran air. Segera gotong royong membersihkan selokan, parit, dan aliran air agar air hujan dapat mengalir lancar dan mencegah banjir genangan. Perhatikan bak mandi di rumah harus selalu bersih, lakukan secara periodik untuk menguras dan membersihkannya
  • Pengecekan Atap dan Ventilasi Rumah:
    • Periksa kembali atap rumah yang mungkin rusak atau berlubang akibat kemarau panjang. Sangat perlu untuk menghindari bocornya air disaat hujan dan menghindari menghindari sarangnya nyamuk.
    • Pastikan ventilasi rumah tetap berfungsi baik untuk menjaga sirkulasi udara agar kelembapan di dalam ruangan tidak terlalu tinggi (mencegah jamur). Cahaya matahari harus masuk nembus sampai ke dalam rumah, karena rumah yang sehat adalah matahari dapat menjangkau ke dalam ruangan rumah.
  • Pengelolaan Lahan & Reboisasi Singkat (Cover Crops): Lahan bekas terbakar sangat rentan terhadap erosi, longsor, atau banjir lumpur saat hujan deras turun karena kurangnya vegetasi pengikat tanah. Pembuatan terasering sederhana atau penanaman tanaman penutup tanah (cover crops) sangat dianjurkan di area lereng rawan.

3. Kesiapan Logistik & Keluarga

  • Siapkan Perlengkapan Darurat Banjir: Sediakan tas siaga bencana (kotak P3K, senter, baterai cadangan, dokumen penting dalam wadah kedap air, serta obat-obatan pribadi). Seperti mie instan, selimut dan siapkan perahu apabila di daerah bantaran Sungai dan danau serta daerah yang rendah.
  • Periksa Stok Vitamin & Nutrisi: Konsumsi makanan bergizi seimbang dan vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh yang sempat menurun akibat paparan polusi asap sebelumnya. Minum vitamin sesuai dengan kebuthan jangan yang berlebihan.

Memasuki masa transisi dari kabut asap ke musim hujan adalah fase yang cukup menantang bagi tubuh. Perubahan kualitas udara yang drastis, kelembapan yang meningkat, serta fluktuasi cuaca membuat sistem kekebalan tubuh rentan terserang penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), flu, dan alergi.

Perlunya mempertahankan kebugaran dan kesehatan selama masa transisi ini:

1. Sesuaikan Pola Latihan Fisik (Olahraga)

  • Pindahkan Olahraga ke Ruangan (Indoor): Saat udara masih dalam masa pemulihan dari kabut asap atau saat hujan turun tiba-tiba, hindari berolahraga di luar ruangan. Polutan sisa asap yang bercampur dengan kelembapan udara dapat memperparah saluran pernapasan.
  • Ganti Jenis Latihan: Lakukan latihan beban ringan, yoga, stretching, HIIT (High-Intensity Interval Training) di rumah, atau menggunakan alat kardio indoor seperti treadmill dan sepeda statis.
  • Sesuaikan Intensitas: Jangan memaksa tubuh berolahraga terlalu berat jika Anda merasa tenggorokan gatal atau napas lebih berat dari biasanya. Dengarkan sinyal tubuh Anda.

2. Perkuat Sistem Imun Melalui Nutrisi

  • Konsumsi Antioksidan Tinggi: Masa transisi rentan memicu radikal bebas akibat polusi dan perubahan cuaca. Perbanyak konsumsi buah dan sayur segar yang kaya vitamin C dan E (seperti jeruk, bayam, brokoli, dan buah beri).
  • Hidrasi Optimal: Jangan tunggu merasa haus. Air putih membantu membersihkan saluran pernapasan dan menjaga selapisan mukosa tetap lembap sehingga kuman tidak mudah masuk.
  • Makanan Hangat Berbumbu Alami: Konsumsi sup hangat dengan tambahan jahe, kunyit, atau bawang putih untuk membantu menghangatkan tubuh dan meredakan peradangan di saluran napas.

3. Jaga Kualitas Udara di Dalam Ruangan (Indoor Air Quality)

  • Gunakan Air Purifier: Jika tersedia, nyalakan pembersih udara di dalam rumah untuk menyaring sisa partikel halus (PM2.5) dari kabut asap yang mungkin masih tersisa di dalam ruangan.
  • Perhatikan Ventilasi: Buka jendela hanya saat udara luar benar-benar bersih (biasanya setelah hujan reda atau di pagi hari sebelum polusi meningkat). Tutup kembali saat udara luar berbau asap atau lembap berlebih.

4. Perhatikan Kebersihan Diri dan Lingkungan

  • Cuci Tangan dan Mandi Segera: Setelah beraktivitas di luar, segera mandi dan cuci muka serta tangan untuk membersihkan debu atau sisa polutan yang menempel di kulit dan rambut.
  • Gunakan Masker di Luar Ruangan: Jika terpaksa harus keluar rumah saat udara masih berdebu atau beruap sisa kabut asap, tetap gunakan masker yang sesuai (seperti jenis KF94 atau KN95).
  • Waspadai Genangan Air: Musim hujan sering memicu genangan yang menjadi sarang nyamuk DBD. Lakukan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) di sekitar rumah.

5. Istirahat dan Manajemen Stres

  • Tidur Cukup (7–8 Jam): Tidur adalah waktu utama bagi tubuh untuk melakukan regenerasi sel dan memperkuat sistem imun.
  • Kelola Suhu Kamar: Pastikan kamar tidur memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak terlalu lembap agar Anda bisa tidur dengan nyenyak tanpa terganggu batuk atau hidung tersumbat.(*)

BeritaSatu Network