MERANGIN – Tongkat kepemimpinan Kodim 0420/Sarko berganti. Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto melepas tugasnya dan posisi Dandim kini dilanjutkan Letkol Kav Wahyu Nurdin.
Pergantian tersebut ditandai dengan malam pisah sambut yang digelar Pemerintah Kabupaten Merangin di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Kamis (5/11/2026).
Suasana berlangsung hangat. Jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab Merangin, tokoh masyarakat hingga tokoh agama hadir melepas pejabat lama sekaligus menyambut Dandim yang baru.
Namun ada satu pesan yang cukup kuat disampaikan Bupati Merangin M. Syukur malam itu.
Ia menyebut Merangin sebagai “Indonesia Mini”.
“Kalau Mau Lihat Indonesia, Lihat Merangin”
M. Syukur mengatakan Merangin memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam.
Keragaman itu, menurutnya, justru menjadi kekuatan karena masyarakat mampu hidup berdampingan dengan rukun.
“Masyarakat di Merangin ini adalah Indonesia mini. Kalau mau lihat Indonesia itu, lihatlah Merangin ini,” ujar M. Syukur.
Menurutnya, berbagai kelompok masyarakat telah lama hidup bersama di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
“Semua suku ada, semua agama ada, budaya ada semua—mulai dari budaya Jawa, Sunda, Bugis, Padang, hingga Batak. Dan di sini semuanya hidup rukun dan damai,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran awal yang disampaikan pemerintah daerah kepada Dandim baru mengenai karakter masyarakat Merangin.
Keramahan Warga Jadi Cerita Tersendiri
Tak hanya berbicara soal kemajemukan, M. Syukur juga menyinggung karakter masyarakat Merangin yang dikenal terbuka terhadap pendatang.
Ia bahkan mengambil contoh tradisi masyarakat di Sungai Manau.
“Orang sini senang menerima tamu, paling ramah. Kalau di Sungai Manau itu, bahkan orang yang datang ke rumah harus dipastikan makan dulu sebelum pulang,” ujarnya.
Bagi M. Syukur, keramahan tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dipertahankan masyarakat.
Nilai seperti inilah yang diharapkan ikut memperkuat hubungan pemerintah daerah, TNI, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.
Apresiasi untuk Yakhya Wisnu
Dalam kesempatan tersebut, M. Syukur juga menyampaikan penghargaan kepada Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto atas pengabdian selama memimpin Kodim 0420/Sarko.
Selama bertugas, hubungan antara Kodim dan Pemerintah Kabupaten Merangin menjadi bagian penting dari kerja Forkopimda.
Sinergi tersebut terutama dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, mendukung pembangunan, hingga merespons berbagai persoalan masyarakat.
Malam pisah sambut sekaligus menjadi momentum melepas Yakhya Wisnu setelah menuntaskan masa tugasnya di wilayah tersebut.
Wahyu Nurdin Disambut Hangat
Kepada Dandim baru Letkol Kav Wahyu Nurdin, M. Syukur memberikan ucapan selamat datang.
Tak banyak pesan formal.
Bupati justru menyampaikan harapan sederhana agar pejabat baru merasa nyaman selama bertugas di Merangin.
“Selamat datang Pak Dandim yang baru. Mudah-mudahan betah dan senang berada di Kabupaten Merangin,” kata M. Syukur.
Pemerintah daerah berharap koordinasi yang selama ini sudah terbangun dapat diteruskan dan semakin diperkuat.
Forkopimda hingga Tokoh Masyarakat Hadir
Malam pisah sambut tersebut dihadiri Wakil Bupati Merangin, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua GOW dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Merangin.
Unsur Forkopimda Plus beserta istri turut hadir.
Begitu pula staf ahli bupati, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah, kepala bagian dan para camat.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda juga ikut menjadi bagian dari acara.
Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat malam pisah sambut tidak sekadar menjadi agenda pergantian pejabat TNI.
Ada pesan mengenai keberlanjutan sinergi.
Pejabat boleh berganti.
Namun kerja sama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat harus tetap berjalan.
Dan bagi Dandim yang baru, M. Syukur sudah memberikan satu gambaran tentang daerah tempatnya bertugas: Merangin yang beragam, tetapi hidup dalam kerukunan—sebuah “Indonesia Mini” di tengah Provinsi Jambi. (*)