JAMBI – Mengubah wajah sebuah kawasan tidak cukup hanya dengan membersihkan lingkungan atau membangun infrastruktur. Perubahan juga membutuhkan keberanian untuk memulihkan kepercayaan, menghidupkan aktivitas positif, serta membuka peluang baru bagi masyarakat.
Semangat itulah yang terlihat ketika Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan Pemulihan Kawasan Narkoba dan Bakti Kesehatan Polisi Bersama Masyarakat, Jumat (6/11/2026).
Kali ini, perhatian diarahkan ke Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin. Kawasan yang selama ini lekat dengan stigma peredaran narkoba tersebut didorong untuk bertransformasi menjadi lingkungan yang aman, bersih, hijau, sehat, dan produktif.
Melalui program Green Policing, Pemerintah Kota Jambi bersama Polda Jambi berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya mengedepankan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi kurve atau gotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Jalan Soemantri Brodjonegoro. Kegiatan berlanjut di RT 06 Kelurahan Murni, sebelum rombongan bergerak menuju Pulau Pandan untuk melakukan penanaman pohon dan berdialog langsung dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan dukungan Program Kampung Bahagia sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Bagi Maulana, kehadiran pemerintah dan kepolisian secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan sekaligus menumbuhkan kepercayaan warga.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Jambi beserta Wakapolda dan seluruh jajaran Polda Jambi yang telah menginisiasi serta mendukung program Green Policing.
“Sejak pagi tadi saya bersama Pak Kapolda Jambi telah mengunjungi tiga kelurahan. Di Kelurahan Solok Sipin dan Kelurahan Murni, kita melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan sekaligus mendukung penuh Program Kampung Bahagia, termasuk bantuan gerobak motor, pengelolaan sampah, dan berbagai fasilitas lainnya,” ujar Maulana.
Khusus untuk Pulau Pandan, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa Pemkot Jambi berkomitmen mendorong perubahan kawasan secara bertahap dan berkelanjutan, pemulihan kawasan tidak boleh hanya berorientasi pada perubahan fisik. Lebih dari itu, masyarakat harus memiliki ruang untuk tumbuh, beraktivitas secara positif, serta memperoleh kesempatan meningkatkan perekonomian keluarga.
Sejumlah rencana penataan telah disiapkan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan taman, hingga penyediaan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Jalan akan kita perbaiki, kemudian akan disiapkan taman dan ruang bagi UMKM. Pak Kapolda juga memberikan dukungan penuh. Masyarakat sangat senang karena bisa berkomunikasi langsung dengan Kapolda. Ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi,” ungkapnya.
Wali Kota Jambi Maulana menilai, perubahan kawasan akan lebih mudah diwujudkan apabila masyarakat dilibatkan sejak awal. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan warga harus terus terbangun agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Ia juga mengapresiasi respons masyarakat yang dinilai sangat baik terhadap berbagai kegiatan tersebut. Maulana mengajak warga untuk menjaga kekompakan dan menjadikan kebersihan serta keamanan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Respons masyarakat sangat luar biasa. Pemerintah Kota Jambi merasa mendapatkan dukungan penuh. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Mari bersama-sama menjaga kampung kita agar tetap bersih, aman, dan kompak sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo menjelaskan bahwa Green Policing merupakan bagian dari program Polri yang menitikberatkan pada kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Program tersebut diwujudkan melalui penanaman pohon, aksi kebersihan bersama, hingga dukungan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Namun, di Pulau Pandan, Green Policing juga diarahkan untuk mendorong pemulihan kawasan yang selama ini mendapatkan stigma negatif akibat persoalan narkoba.
Kapolda menegaskan, pemberantasan narkoba tetap menjadi komitmen kepolisian. Akan tetapi, upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat agar perubahan yang diharapkan dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Kita ingin mengubah Pulau Pandan yang selama ini memiliki stigma negatif sebagai kampung narkoba menjadi desa atau kawasan yang tangguh. Potensi yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal dengan melibatkan partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Widodo, kawasan Pulau Pandan memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi lingkungan produktif. Karena itu, penghijauan, kebersihan, penataan infrastruktur, serta pengembangan aktivitas ekonomi harus menjadi bagian dari gerakan bersama.
“Kita ingin kawasan ini tidak lagi identik dengan narkoba. Kita hijaukan, kita bersihkan, kemudian bersama Pak Wali Kota kita tata agar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan produktif dan mencari nafkah,” tambahnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah kembali berkembangnya aktivitas peredaran narkoba. Warga diharapkan berani menyampaikan informasi kepada kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.
Selain pemulihan sosial dan lingkungan, peninjauan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di kawasan Kelurahan Legok, terutama sejumlah titik jalan yang berpotensi mengalami genangan saat hujan turun.
Menindaklanjuti kondisi itu, Pemkot Jambi akan melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan banjir. Salah satu langkah yang direncanakan adalah peninggian konstruksi jalan hingga sekitar 1,5 meter pada lokasi yang membutuhkan penanganan.
Kapolda Jambi mengingatkan bahwa penanganan banjir harus dilakukan berdasarkan identifikasi penyebab genangan, termasuk memperhatikan kondisi drainase dan memastikan tidak ada sampah yang menyumbat saluran air.
“Kita petakan terlebih dahulu titik-titik yang berpotensi menyebabkan banjir, kemudian ditentukan langkah penanganannya. Sampah juga harus dibersihkan agar tidak menyumbat saluran air. Kita ingin memastikan persoalan banjir ini bisa ditangani dengan baik,” jelasnya.
Polda Jambi, lanjut Widodo, juga siap mendukung penanggulangan bencana melalui kesiapan personel dan peralatan operasional, seperti perahu karet, gergaji mesin, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Di sisi lain, penguatan peran Bhabinkamtibmas menjadi perhatian penting. Seluruh jajaran diminta lebih aktif turun ke lapangan, membangun komunikasi secara humanis, serta menjalin hubungan berkelanjutan dengan masyarakat.
Menurut Kapolda, kehadiran polisi tidak sebatas menyampaikan imbauan keamanan, tetapi juga mendengarkan keluhan dan kebutuhan warga. Sinergi dengan Babinsa dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Komunikasi harus berjalan dua arah. Bhabinkamtibmas tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga. Kita harus bekerja sama dengan Babinsa serta pemerintah daerah. Inilah makna polisi bersama masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi Pemkot Jambi dan Polda Jambi, pemulihan Pulau Pandan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Penataan lingkungan, peningkatan keamanan, pencegahan narkoba, perbaikan infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi harus berjalan secara konsisten.