Paket Listrik RSUD Mayjen Thalib Rp 1,55 Miliar lewat E-Katalog, Apa Saja yang Dibeli?

WIB
ist

Sungai Penuh - Paket pengadaan listrik di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Kota Sungai Penuh, tercatat senilai Rp1.546.896.000. Pengadaannya menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD tahun anggaran 2026, melalui E-Katalog Versi 6.0.

Nama paketnya “Belanja Modal Aset Lainnya BLUD (Pekerjaan Tavo Listrik)”. Penyedia yang tercantum dalam rekap pengadaan adalah GUSTI SAPTA.

Nilainya sekitar Rp1,55 miliar. Namun, rincian barang yang diperoleh rumah sakit dari nilai tersebut belum terlihat dalam rekap yang ditelaah.

Berapa jumlah perangkatnya? Apa spesifikasinya? Apakah nilai itu sudah mencakup pemasangan, pengujian, dan garansi?

Pertanyaan tersebut menjadi penting untuk memahami kebutuhan yang hendak dipenuhi melalui paket ini. Terlebih, nilainya paling besar di antara tiga paket bersumber BLUD yang muncul dalam berkas pengadaan tersebut.

Gusti Sapta Tercatat sebagai Penyedia

Paket listrik itu memiliki kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP 67205282. Satuan kerjanya adalah RSUD Mayjen H.A. Thalib di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Metode pengadaannya tercatat E-Purchasing, dengan sumber transaksi E-Katalog Versi 6.0. Adapun jenis pengadaannya dimasukkan dalam kategori Barang.

Pada kolom tahapan pengadaan, paket tersebut tercatat berada di tahap “Kontrak”. Sementara kolom status paket menampilkan keterangan “ON PROCESS”.

Nama GUSTI SAPTA muncul pada kolom penyedia. Rekap yang tersedia belum menyertakan identitas badan usaha secara lebih lengkap, rincian produk yang dipesan, maupun dokumen pesanannya.

Angka Rp1.546.896.000 tercantum pada kolom total nilai paket. Berkas tersebut tidak merinci pembayaran yang sudah dilakukan ataupun nilai barang yang telah diterima rumah sakit.

Mencakup 80,90 Persen Nilai Tiga Paket BLUD

Dalam rekap yang ditelaah, terdapat tiga paket pengadaan dengan sumber dana BLUD. Total nilainya mencapai Rp1.912.058.400.

Rinciannya sebagai berikut:

Paket dalam rekapPenyedia tercatatNilai
Pekerjaan “Tavo Listrik”GUSTI SAPTARp1.546.896.000
Jasa keamananJAMBI MANPOWER SOLUSIRp322.500.000
Jasa “Roboy” pihak ketigaJAMBI MANPOWER SOLUSIRp42.662.400
TotalRp1.912.058.400

Dari ketiga paket tersebut, pekerjaan listrik menyumbang sekitar 80,90 persen. Gabungan nilai jasa keamanan dan jasa “Roboy” mencapai Rp365.162.400, atau sekitar 19,10 persen.

Perbandingan ini menunjukkan besarnya porsi paket listrik dalam kelompok pengadaan yang tersedia untuk ditelaah. Cakupannya terbatas pada tiga paket tersebut, bukan seluruh anggaran BLUD rumah sakit.

Jika dibandingkan dengan keseluruhan enam paket dalam berkas, yang totalnya Rp16.366.422.943, paket listrik memiliki porsi sekitar 9,45 persen.

Nilainya menempati urutan kedua, setelah pembangunan Gedung KJSU-KIA yang tercatat sekitar Rp13,96 miliar.

Apa yang Dimaksud “Tavo Listrik”?

Istilah “Tavo Listrik” merupakan ejaan yang tercantum dalam nama paket. Rekap tersebut belum memberikan penjelasan teknis mengenai jenis perangkat atau pekerjaan yang dimaksud.

Karena itu, dokumen spesifikasi menjadi kunci untuk mengetahui isi pengadaan secara tepat.

Apakah paket tersebut ditujukan untuk pengadaan perangkat baru, penggantian peralatan, peningkatan kapasitas, atau pekerjaan lain pada sistem kelistrikan rumah sakit? Jawabannya perlu merujuk pada dokumen pengadaan.

Nama paket juga menggunakan kata “pekerjaan”, sementara kategori pengadaannya tercatat sebagai Barang. Penjelasan mengenai ruang lingkupnya diperlukan untuk mengetahui barang utama yang dibeli serta layanan pendukung yang menyertainya.

Rincian itu dapat memperlihatkan pembagian biaya antara perangkat utama, material pendukung, pengiriman, pemasangan, dan pengujian—apabila komponen tersebut memang termasuk dalam pesanan.

Tanpa rincian tersebut, angka Rp1,55 miliar belum dapat diurai menjadi harga setiap barang dan pekerjaan.

Harga Satuan dan Hasil Negosiasi Perlu Diperjelas

Rekap pengadaan belum memuat merek, tipe, kapasitas teknis, jumlah unit, ataupun harga satuan barang.

Informasi tentang garansi dan layanan setelah pemasangan juga belum tersedia dalam berkas yang ditelaah.

Padahal, rincian tersebut diperlukan untuk menilai apa yang diperoleh rumah sakit dari nilai pengadaan yang tercatat. Perbandingan harga baru bermakna apabila barang yang dibandingkan memiliki spesifikasi, jumlah, dan cakupan layanan yang sepadan.

Dokumen pesanan melalui e-katalog dapat menjadi pintu masuk untuk menelusurinya. Dari sana dapat diperiksa produk yang dipilih, rincian harga, serta ketentuan pengiriman dan pelaksanaannya.

Penjelasan mengenai proses pemilihan produk dan penyedia, beserta hasil negosiasi apabila dilakukan, juga akan membantu memperlihatkan bagaimana nilai akhir paket ditetapkan.

Dengan begitu, pembahasan kewajaran harga memiliki dasar yang dapat diperiksa.

Tahap Kontrak, Progresnya Belum Terlihat

Keterangan “ON PROCESS” dan tahapan “Kontrak” belum menjelaskan kondisi pelaksanaan di lapangan.

Dalam berkas yang tersedia, belum tercantum tanggal mulai pelaksanaan, jadwal pengiriman, tenggat pemasangan, ataupun tanggal serah terima.

Informasi mengenai pengujian fungsi juga belum disertakan.

Karena itu, posisi pekerjaan perlu dijelaskan melalui tahapan yang konkret. Apakah perangkat masih dalam pemesanan, sudah dikirim, sedang dipasang, atau telah menjalani pengujian?

Apabila paket mencakup pemasangan, laporan pelaksanaan perlu memperlihatkan lokasi perangkat, pekerjaan yang sudah diselesaikan, serta bagian yang masih tersisa.

Jika sudah diuji, hasil pemeriksaan dapat menunjukkan apakah perangkat bekerja sesuai spesifikasi pesanan. Dokumen serah terima kemudian menjadi dasar untuk mengetahui barang dan pekerjaan yang telah diterima rumah sakit.

Persentase pembayaran juga perlu dibaca bersama kemajuan pelaksanaan dan dokumen penerimaannya. Rekap nilai pengadaan saja belum memberikan gambaran tersebut.

Peruntukannya untuk Bagian Rumah Sakit yang Mana?

Pertanyaan lain menyangkut lokasi dan kebutuhan yang dilayani paket listrik ini.

Pada rumah sakit yang sama, terdapat paket pembangunan Gedung KJSU-KIA untuk fasilitas PICU, NICU, CHATLAB, dan CYTOTOXIC, dengan penyedia CV Wakuda Bangun Jaya.

Dokumen uraian pekerjaan gedung tersebut juga memuat pekerjaan elektrikal. Di dalamnya tercantum kabel pengumpan, panel utama dan panel distribusi, serta jaringan untuk kebutuhan Cath Lab, ruang cytotoxic, lift, dan pompa.

Namun, hubungan paket “Tavo Listrik” dengan pembangunan gedung tersebut belum dapat dipastikan dari dokumen yang tersedia.

Paket listrik bisa memiliki peruntukan tersendiri. Penjelasan mengenai lokasi pemasangan, kebutuhan daya, serta bagian sistem yang ditangani diperlukan untuk memahami batas masing-masing pekerjaan.

Apakah pengadaan ini melayani fasilitas yang sudah ada, mendukung pengembangan layanan, atau memenuhi kebutuhan lain di lingkungan rumah sakit?

Penjelasan teknis dari pengelola rumah sakit dan PPK paket listrik akan menjawab peruntukan tersebut.

Nilainya Juga Tercatat pada Kolom PDN dan UMK

Pada baris paket listrik, kolom nilai produk dalam negeri atau PDN diisi Rp1.546.896.000. Angka yang sama muncul pada kolom nilai usaha mikro dan kecil atau UMK.

Keduanya sama dengan total nilai paket yang tercatat.

Dasar pencatatan tersebut dapat ditelusuri melalui dokumen produk dan identitas usaha penyedia. Rekap yang tersedia belum menyertakan dokumen pendukungnya.

Kesamaan nilai pada kolom itu juga belum memberikan informasi mengenai persentase kandungan dalam negeri setiap perangkat yang dibeli.

Yang Perlu Dijelaskan: Barangnya, Pelaksanaannya, Manfaatnya

Dari data yang tersedia, identitas paket, penyedia, metode pengadaan, dan total nilainya sudah terlihat.

Penjelasan berikutnya perlu menjangkau isi pesanan: jenis dan jumlah perangkat, kapasitas, harga satuan, lokasi pemasangan, serta garansi yang diterima rumah sakit.

Pelaksanaannya pun perlu diperlihatkan melalui jadwal, bukti pengiriman, pemasangan apabila termasuk dalam kontrak, dan hasil pengujian.

Bagi pasien dan tenaga kesehatan, manfaat pengadaan akan terasa melalui fasilitas yang dapat digunakan untuk mendukung pelayanan. Untuk itulah, nilai Rp1,55 miliar tersebut perlu diterangkan sampai pada hasil pekerjaan dan kebutuhan rumah sakit yang dipenuhinya.(*)

BeritaSatu Network