Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jambi Bagikan Sepuluh Ribu Masker Gratis untuk Warga Terdampak Karhutla

WIB
Ist

JAMBI — Kabut asap kembali menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Di tengah udara yang dipenuhi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), masyarakat tetap harus keluar rumah untuk bekerja, berdagang, berkendara dan menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Jambi memilih turun langsung ke tengah masyarakat.

Bukan dengan sekadar menyampaikan imbauan, tetapi dengan membawa masker dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Aksi tersebut dikemas dalam Aksi Peduli Kabut Asap, sebagai bentuk kepedulian YJI terhadap masyarakat yang terdampak buruknya kualitas udara akibat kabut asap.
Gerakan sosial ini dimulai sejak Minggu (30/8/2026) dan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah, dengan memanfaatkan jaringan anggota Yayasan Jantung Indonesia.

Sasarannya adalah masyarakat yang paling banyak bersentuhan langsung dengan udara luar, mulai dari pengendara sepeda motor, pedagang, pelaku UMKM, pekerja lapangan hingga masyarakat umum.

Masker dibagikan bukan karena masyarakat harus berhenti beraktivitas, tetapi karena banyak di antara mereka memang tidak punya pilihan untuk tetap berada di luar rumah.

Pada hari pertama, anggota YJI bergerak di sekitar kawasan perkantoran Gubernur Jambi. Masker gratis diberikan kepada pelaku UMKM hingga para pengunjung yang tetap beraktivitas di kawasan tersebut.

Hari ini, Senin (31/8/2026), aksi kembali dilanjutkan dengan menyasar pengguna jalan di sejumlah titik lampu merah Kota Jambi.

Puluhan masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, khususnya mereka yang ditemukan masih berkendara tanpa menggunakan masker.

Mulai dari kawasan Simpang BI, Simpang Kotabaru hingga sejumlah titik persimpangan lainnya, anggota YJI menyapa pengguna jalan dan menyerahkan masker secara langsung.

Dari balik kemudi sepeda motor, pedagang di pinggir jalan hingga masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas di ruang terbuka, semuanya menjadi bagian dari sasaran aksi tersebut.

Bagi YJI Cabang Provinsi Jambi, kondisi kabut asap tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

Sebab, di balik kabut yang terlihat di jalan-jalan, ada masyarakat yang harus menghirup udara tersebut setiap hari.
Ada pengendara yang harus menempuh perjalanan. Ada pedagang yang harus membuka lapak. Ada pekerja lapangan yang harus bekerja. Dan ada masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas meskipun udara sedang tidak bersahabat.

Karena itu, YJI mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, terutama dengan melindungi dan menyayangi jantung.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jambi, Dr. Ir. Hj. Hariatia, M.E., M.Si., mengatakan aksi tersebut merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan YJI untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap, pembagian masker memang tidak akan menyelesaikan persoalan Karhutla secara keseluruhan. Namun, kepedulian tidak harus menunggu sampai persoalan besar selesai.

“Memang ini tidak menyelesaikan persoalan Karhutla secara keseluruhan. Tetapi setidaknya ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat melindungi diri kabut asap,” ujar Hariatia.

Ia mengatakan, aksi tersebut menjadi bentuk kehadiran YJI di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian, khususnya ketika kondisi udara mulai berdampak terhadap aktivitas sehari-hari.

“Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengingatkan masyarakat agar lebih menjaga kesehatan dan memberikan sesuatu yang sederhana tetapi mudah-mudahan bermanfaat, yaitu masker,” katanya.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Hariatia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah maupun berada di ruang terbuka, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan.

“Jangan anggap sepele kabut asap. Kalau harus beraktivitas di luar, gunakan masker. Lindungi diri, jaga kesehatan dan terutama sayangi jantung kita,” pesan Hariatia.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Terlebih bagi kelompok yang lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara, menjaga kesehatan bukan hanya soal mengobati ketika seseorang sudah sakit.

Menjaga kesehatan juga berarti melakukan langkah pencegahan sejak awal.
Dan salah satu langkah sederhana itu adalah melindungi diri ketika kualitas udara sedang buruk.

Aksi Peduli Kabut Asap YJI Cabang Provinsi Jambi sendiri tidak hanya berpusat di Kota Jambi. Gerakan pembagian masker menyasar masyarakat di Kota Jambi, dengan melibatkan jaringan anggota Yayasan Jantung Indonesia di berbagai wilayah di Jambi.

Pembagian dilakukan secara bertahap agar bantuan masker dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang setiap hari harus beraktivitas di luar ruangan.

Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak harus menunggu datangnya program besar.
Terkadang, kepedulian dimulai dari sesuatu yang sederhana.

Satu masker diberikan kepada seorang pengendara. Satu masker diberikan kepada pedagang. Satu masker diberikan kepada masyarakat yang sedang bekerja di tengah kepungan asap.

Mungkin terlihat kecil.

Tetapi bagi orang yang harus menghirup udara penuh asap sepanjang perjalanan, masker itu menjadi bentuk perhatian bahwa kesehatan mereka juga diperhatikan.
Hariatia menegaskan, YJI akan terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama kesehatan jantung.

“Harapan kami, masyarakat tidak hanya menggunakan masker saat ada pembagian seperti ini. Tetapi kesadaran menjaga kesehatan terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kesehatan adalah investasi yang paling penting,” ujarnya.

Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya pergi dari Jambi, YJI memilih hadir di jalan-jalan, menyapa masyarakat dan membagikan masker.

Sebab, tidak semua persoalan bisa diselesaikan dalam satu hari. Tetapi setiap kepedulian tetap memiliki arti.

Dan bagi YJI Cabang Provinsi Jambi, langkah kecil itu dimulai dengan satu pesan sederhana. Gunakan masker, jaga kesehatan, lindungi dan sayangi jantung.

BeritaSatu Network