JAMBI - Kepengurusan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi di bawah komando Hj Ernawati resmi tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi.
Pencatatan itu menjadi satu langkah penting dalam perjalanan organisasi tersebut di Jambi.
Pekan lalu, jajaran ISMI Provinsi Jambi yang diwakili Sekretaris Dr Fahmi Rasyid mendatangi Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Jambi.
Kedatangan Fahmi diterima langsung Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jambi Ismet Wijaya.
Bukan sekadar menyerahkan berkas.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum mempertegas posisi ISMI sebagai organisasi yang ingin mengambil bagian dalam pembangunan sosial, ekonomi dan sumber daya manusia di Provinsi Jambi.
Fahmi: Legalitas Penting, Tapi Kerja Organisasi Lebih Penting
Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr Fahmi Rasyid mengatakan pencatatan organisasi di Kesbangpol merupakan bagian penting dari tertib administrasi dan kelembagaan.
Namun menurutnya, legalitas bukan tujuan akhir.
Yang lebih penting justru apa yang dilakukan organisasi setelah seluruh administrasi selesai.
“Alhamdulillah, kepengurusan ISMI Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Ibu Hj Ernawati secara resmi telah tercatat di Badan Kesbangpol Provinsi Jambi. Ini penting sebagai bagian dari tertib administrasi organisasi. Tetapi bagi kami, pencatatan ini bukan titik akhir. Justru setelah ini tanggung jawab organisasi semakin besar untuk menghadirkan program yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.”
Fahmi mengatakan ISMI mempunyai modal besar berupa jaringan akademisi, profesional, pengusaha dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu.
Potensi itu, katanya, harus diterjemahkan menjadi kerja konkret.
Mulai dari pengembangan sumber daya manusia.
Pemberdayaan ekonomi.
Penguatan UMKM.
Pendidikan.
Sosial.
Kebudayaan Melayu.
Hingga membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“ISMI ini dihuni banyak orang dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang berbeda. Kalau kekuatan intelektual ini hanya berhenti pada struktur organisasi, tentu sayang. Kita ingin ilmu, jaringan dan pengalaman para anggota dikonversikan menjadi manfaat bagi masyarakat,” ujar Fahmi.
Di Bawah Ernawati, ISMI Dorong Organisasi Lebih Aktif
Fahmi mengatakan kepengurusan ISMI Provinsi Jambi di bawah Hj Ernawati ingin membangun pola organisasi yang aktif.
Tidak hanya bertemu ketika rapat.
Tidak hanya terlihat ketika pelantikan.
Tetapi hadir melalui program yang menyentuh masyarakat.
Menurut Fahmi, arah tersebut juga menjadi pesan yang berulang kali ditekankan Ernawati kepada jajaran pengurus.
“Ketua kami, Ibu Hj Ernawati, sejak awal menekankan bahwa ISMI harus menjadi organisasi yang hidup. Organisasi harus punya ide, punya gerakan dan punya kebermanfaatan. Karena itu setelah administrasi kelembagaan ini semakin kuat, konsentrasi kami berikutnya adalah memperbesar kerja dan kolaborasi,” katanya.
ISMI Jambi juga ingin membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak.
Pemerintah.
Perguruan tinggi.
Dunia usaha.
Organisasi masyarakat.
Komunitas.
Hingga generasi muda.
Fahmi menilai tantangan pembangunan hari ini sudah terlalu kompleks apabila masing-masing kelompok bekerja sendiri-sendiri.
“Era sekarang bukan lagi era berjalan sendiri. Ini era kolaborasi. Pemerintah punya program, akademisi punya ilmu, dunia usaha punya jaringan dan kekuatan ekonomi, sementara organisasi masyarakat punya kedekatan dengan masyarakat. Kalau semuanya bertemu, dampaknya tentu jauh lebih besar,” ujarnya.

Ismet Wijaya Sambut Baik
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jambi Ismet Wijaya menerima langsung kedatangan jajaran ISMI.
Ia menyambut baik langkah organisasi yang menertibkan administrasi kelembagaannya.
Menurut Ismet, keberadaan organisasi masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Organisasi yang terkelola dengan baik diharapkan mampu menjaga kondusivitas sekaligus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
“Kami tentu menyambut baik ISMI Provinsi Jambi yang telah melengkapi administrasi dan tercatat di Kesbangpol. Organisasi masyarakat merupakan mitra penting pemerintah. Kita berharap ISMI dapat menjalankan program-program yang positif, menjaga persatuan dan ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan Provinsi Jambi.”
Ismet juga berharap keberadaan organisasi tidak hanya berhenti pada aspek administratif.
Menurutnya, masyarakat akan menilai sebuah organisasi dari aktivitas dan manfaat yang ditinggalkannya.
“Administrasi yang baik merupakan fondasi. Setelah itu tentu yang ditunggu masyarakat adalah program dan kontribusinya. Silakan bangun komunikasi, kolaborasi dan kegiatan yang memberikan manfaat. Pemerintah tentu terbuka untuk bersinergi sepanjang sesuai aturan dan tujuannya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
ISMI Ingin Jadi Rumah Besar Sarjana Melayu
Bagi Fahmi, status tercatat di Kesbangpol juga memperkuat posisi ISMI sebagai wadah berhimpunnya para sarjana Melayu di Jambi.
Namun konsep “sarjana” yang dimaksud, kata dia, jangan dipahami terlalu sempit.
Gelar akademik harus diikuti keberpihakan pada persoalan masyarakat.
“Kalau namanya Ikatan Sarjana Melayu Indonesia, tentu ada tanggung jawab intelektual di sana. Sarjana jangan hanya pintar berdiskusi, tetapi harus mampu membaca masalah dan ikut menawarkan solusi. Itu yang ingin kita bangun melalui ISMI Jambi,” katanya.
Ia mengatakan budaya dan identitas Melayu tetap menjadi salah satu fondasi organisasi.
Namun ISMI tidak ingin berhenti pada romantisme kebudayaan.
Nilai-nilai Melayu harus dihubungkan dengan tantangan masa kini.
Ekonomi.
Teknologi.
Pendidikan.
Entrepreneurship.
Pariwisata.
Hingga pembangunan sumber daya manusia.
“Budaya Melayu harus tetap kuat, tetapi masyarakatnya juga harus maju. Ekonominya maju, pendidikannya maju, SDM-nya kuat dan generasi mudanya kompetitif. Jadi menjaga identitas dan mendorong kemajuan harus berjalan bersama,” ujar Fahmi.
Pintu Kolaborasi Dibuka
Setelah pencatatan di Kesbangpol, ISMI Provinsi Jambi berencana memperluas konsolidasi internal sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai mitra.
Fahmi mengatakan organisasi tidak boleh eksklusif.
ISMI harus membuka pintu.
“Kita ingin ISMI menjadi rumah yang terbuka untuk gagasan dan kolaborasi. Kalau ada program yang bisa dikerjakan bersama pemerintah, kita kerjakan. Kalau bisa bersama kampus, dunia usaha atau organisasi lainnya, kita kolaborasikan. Yang penting arahnya jelas dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Fahmi, keberhasilan organisasi lima tahun ke depan tidak akan diukur dari berapa banyak kegiatan seremonial yang digelar.
Ukuran sesungguhnya adalah berapa banyak program yang benar-benar hidup dan dirasakan masyarakat.
Kini satu urusan kelembagaan sudah selesai.
ISMI Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Hj Ernawati resmi tercatat di Kesbangpol.
Berkasnya sudah masuk.
Administrasinya sudah terang.
Tinggal pekerjaan berikutnya.
Membuktikan bahwa nama besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia tidak sekadar tercatat di lembar administrasi.
Tetapi juga tercatat melalui kerja di tengah masyarakat. (*)