Karang Taruna Jambi Salurkan Masker-Vitamin ke Yayasan Nurul Wahid dan Tanjung Pinang

WIB
ist

JAMBI - Gerakan sosial Karang Taruna Provinsi Jambi terus bergulir.

Setelah sebelumnya turun membantu masyarakat terdampak kabut asap, organisasi kepemudaan itu kembali menyalurkan masker dan vitamin kepada masyarakat di Kota Jambi.

Kali ini ada dua titik yang disasar.

Yayasan Nurul Wahid dan Karang Taruna Tanjung Pinang, Kota Jambi.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian gerakan sosial Karang Taruna Provinsi Jambi yang belakangan aktif turun ke lapangan.

Sekretaris Karang Taruna Provinsi Jambi Arif Hermanto mengatakan bantuan memang sederhana. Namun menurut dia, ukuran sebuah gerakan sosial bukan hanya dilihat dari besar-kecilnya barang yang diberikan.

Yang jauh lebih penting adalah keberlanjutan gerakan dan manfaat yang benar-benar sampai kepada masyarakat.

"Karang Taruna ingin hadir dengan kerja yang nyata. Hari ini mungkin yang bisa kami bawa adalah masker dan vitamin. Sederhana, tetapi kalau itu dibutuhkan masyarakat dan bermanfaat, maka di situlah fungsi organisasi harus hadir," kata Arif.

Dari Yayasan Nurul Wahid, Lanjut ke Tanjung Pinang

Penyaluran dimulai dengan menyerahkan bantuan kepada Yayasan Nurul Wahid.

Masker dan vitamin diserahkan untuk membantu kebutuhan yayasan serta masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Perwakilan Yayasan Nurul Wahid menyambut baik bantuan tersebut.

Menurut pihak yayasan, perhatian dari organisasi kepemudaan menjadi bentuk dukungan yang berarti, terutama karena bantuan yang disalurkan merupakan barang yang bisa langsung dimanfaatkan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Karang Taruna Provinsi Jambi yang sudah datang dan memberikan perhatian kepada Yayasan Nurul Wahid. Masker dan vitamin ini tentu bermanfaat bagi kami dan masyarakat yang berada di lingkungan yayasan," ujar perwakilan Yayasan Nurul Wahid.

Pihak yayasan berharap kegiatan seperti itu terus berkembang.

Bukan hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga kolaborasi sosial yang melibatkan generasi muda.

"Kami senang karena anak-anak muda mau turun langsung dan melihat kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan silaturahmi dan kerja sama seperti ini tidak berhenti sampai di sini," katanya.

Setelah dari Yayasan Nurul Wahid, rombongan Karang Taruna kembali bergerak.

Tujuan berikutnya adalah Karang Taruna Tanjung Pinang, Kota Jambi.

Masker dan vitamin kembali diserahkan untuk selanjutnya dimanfaatkan dan didistribusikan kepada masyarakat.

Arif: Jaringan Karang Taruna Harus Hidup

Arif mengatakan penyaluran melalui Karang Taruna di tingkat wilayah juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan jaringan organisasi.

Karang Taruna, kata dia, memiliki struktur hingga tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.

Jaringan sebesar itu jangan hanya aktif ketika ada pelantikan atau rapat organisasi.

"Karang Taruna punya jaringan sampai ke bawah. Kekuatan ini jangan hanya hidup di atas kertas. Kita ingin teman-teman di wilayah juga ikut bergerak, mengetahui persoalan masyarakatnya dan menjadi bagian dari solusi," ujar Arif.

Menurut dia, penyerahan bantuan kepada Karang Taruna Tanjung Pinang sekaligus menjadi sarana memperkuat kolaborasi antarstruktur organisasi.

Sebab pengurus yang berada langsung di wilayah jauh lebih memahami kondisi masyarakat.

"Yang paling tahu kebutuhan masyarakat tentu kawan-kawan yang setiap hari berada di lingkungan itu. Karena itu kita tidak ingin semuanya terpusat di provinsi. Bantuan kita dorong melalui jaringan supaya manfaatnya bisa lebih cepat sampai," katanya.

Bukan Aksi Sekali Datang

Arif menegaskan Karang Taruna Provinsi Jambi tidak ingin gerakan sosial berhenti sebatas dokumentasi penyerahan bantuan.

Menurutnya, organisasi harus membangun pola kerja berkelanjutan.

Hari ini masker dan vitamin.

Besok kebutuhan masyarakat bisa berbeda.

Karang Taruna harus mampu menyesuaikan.

"Kita tidak ingin selesai setelah foto penyerahan. Yang ingin kita bangun adalah budaya bergerak. Kalau masyarakat punya persoalan dan kita punya kemampuan untuk membantu, maka kita hadir," kata Arif.

Ia menyebut semangat tersebut menjadi bagian dari arah gerakan Karang Taruna Provinsi Jambi.

Pemuda tidak harus menunggu memiliki sumber daya besar untuk berbuat.

"Kadang kita terlalu lama menunggu bisa melakukan sesuatu yang besar. Padahal gerakan besar justru lahir dari banyak langkah kecil yang dilakukan secara konsisten," ujarnya.

Masker dan Vitamin Jadi Pintu Masuk

Masker dan vitamin dipilih sebagai salah satu bentuk bantuan karena dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

Apalagi sebelumnya sejumlah wilayah Jambi sempat menghadapi kondisi udara yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Arif, momentum tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya kesadaran kesehatan.

"Kita ingin bantuan ini tidak hanya diterima, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan itu penting. Terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di luar rumah," katanya.

Karang Taruna Provinsi Jambi berharap bantuan yang diteruskan melalui yayasan maupun Karang Taruna tingkat wilayah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pemuda Jangan Cuma Jadi Penonton

Bagi Arif, kegiatan tersebut mempunyai pesan lebih besar daripada sekadar pembagian barang.

Pemuda, katanya, harus menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

"Kita ingin menunjukkan bahwa pemuda bukan hanya objek pembangunan. Pemuda harus menjadi subjek, harus ikut bekerja, ikut membantu dan ikut mencari solusi ketika ada persoalan di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Karang Taruna dinilai mempunyai modal besar untuk menjalankan fungsi tersebut.

Ada jaringan.

Ada kader.

Ada kedekatan dengan masyarakat.

Tinggal bagaimana semuanya digerakkan.

"Kalau jaringan ini aktif dan punya kepedulian yang sama, saya yakin banyak persoalan sosial yang bisa kita bantu bersama-sama. Tidak semuanya harus menunggu pemerintah," kata Arif.

Yayasan: Jangan Berhenti di Bantuan Hari Ini

Perwakilan Yayasan Nurul Wahid juga berharap hubungan dengan Karang Taruna bisa berkembang lebih jauh.

Menurut pihak yayasan, ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan terbuka luas.

Mulai dari kegiatan sosial.

Pendidikan.

Pembinaan anak muda.

Hingga berbagai program kemasyarakatan.

"Kami berharap ke depan ada kegiatan-kegiatan lain yang bisa kita lakukan bersama. Karang Taruna punya anak-anak muda, yayasan juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kalau kekuatan ini disatukan tentu manfaatnya bisa lebih besar," ujar perwakilan yayasan.

Pesan itu sejalan dengan semangat yang sedang dibangun Karang Taruna Provinsi Jambi.

Bergerak bersama.

Peduli sesama.

Dan tidak menjadikan kegiatan sosial sebagai agenda sekali lewat.

Hari itu masker dan vitamin kembali berpindah tangan.

Dari Karang Taruna Provinsi Jambi.

Ke Yayasan Nurul Wahid.

Kemudian bergerak ke Tanjung Pinang.

Barangnya mungkin sederhana.

Namun Arif berharap satu hal tetap tinggal setelah bantuan habis digunakan.

Budaya saling peduli. (*)

BeritaSatu Network