Manajemen Bank Jambi merespons positif keberhasilan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jambi dalam membongkar sindikat kejahatan siber internasional yang menyasar dana nasabah mereka. Respons cepat aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak kerugian sekaligus memulihkan stabilitas industri keuangan daerah.
Bank Jambi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Jambi atas keberhasilan mengungkap kasus pembobolan dana nasabah oleh peretas (hacker) yang terjadi pada 22 Februari 2026 lalu. Lewat penangkapan para tersangka, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jambi juga berhasil mengamankan serta menyelamatkan aset dan dana para nasabah sebesar Rp18,9 miliar.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesigapan aparat kepolisian dalam mengusut tuntas kasus tersebut hingga berhasil menetapkan para tersangka.
"Alhamdulillah, kami mengapresiasi gerak cepat Polda Jambi dalam mengungkap kasus ini dan berhasil menetapkan para tersangka pembobolan dana nasabah. Sinergi yang baik antara aparat penegak hukum dan Bank Jambi menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan serta kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan," ujar Khairul Suhairi di Jambi, Selasa (14/7).
Khairul Suhairi menjelaskan bahwa serangan siber tersebut sempat memberikan dampak teknis pada sejumlah layanan digital Bank Jambi, khususnya pada aplikasi mobile banking. Kendati demikian, ia memastikan pelayanan operasional secara fisik di seluruh kantor cabang pembantu maupun jaringan mesin ATM saat ini telah kembali berjalan dengan normal tanpa kendala.
"Untuk pelayanan operasional di kantor maupun layanan ATM, alhamdulillah saat ini telah berjalan dengan baik. Kami juga terus melakukan berbagai tahapan pemulihan agar layanan mobile banking dapat segera kembali beroperasi secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keamanan," jelasnya secara terperinci.
Pihak manajemen Bank Jambi menegaskan bahwa proses pengaktifan kembali layanan digital dilakukan secara ekstra hati-hati, cermat, dan menyeluruh. Langkah ini diambil guna memastikan sistem baru yang diterapkan memiliki tingkat proteksi dan dinding pertahanan siber yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Selain fokus pada pemulihan kenyamanan transaksi nasabah, Bank Jambi kini tengah melakukan penguatan sistem keamanan teknologi informasi (IT security). Upaya ini diwujudkan melalui evaluasi menyeluruh pada arsitektur jaringan, peningkatan infrastruktur keamanan siber, serta penerapan berbagai langkah mitigasi yang ketat guna mencegah insiden serupa terulang di masa depan.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan digital serta menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh nasabah. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar Bank Jambi dapat terus memberikan pelayanan yang aman, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi," urai Khairul Suhairi.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mengembalikan sentimen positif publik. Dengan diringkusnya para pelaku dan diamankannya sebagian dana hasil kejahatan, Bank Jambi optimistis loyalitas nasabah akan semakin kokoh untuk tetap bertransaksi memanfaatkan berbagai produk perbankan mereka.
"Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih, baik kepada Polda Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) hingga IASC, dan semua pihak yang telah berkontribusi atas kerja kerasnya, hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap para tersangka pembobolan dana nasabah kami," tandas Khairul Suhairi. (*)