Bappeda Provinsi Jambi Raih Predikat A untuk Kearsipan dan SAKIP

WIB
IST

JAMBI — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Provinsi Jambi mencatat capaian positif dalam tata kelola administrasi dan akuntabilitas kinerja tahun 2025.

Dua penilaian penting berhasil diraih dengan predikat A.

Pertama, nilai hasil pengawasan kearsipan.

Kedua, hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau AKIP/SAKIP.

Dalam Keputusan Gubernur Jambi tentang Penetapan Peringkat Nilai Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2025, Bappeda Provinsi Jambi masuk jajaran perangkat daerah yang memperoleh predikat A atau Memuaskan.

Sementara dalam Laporan Hasil Evaluasi AKIP Tahun 2025, Bappeda Provinsi Jambi memperoleh nilai 80,45 dengan predikat A kategori Memuaskan.

Kearsipan Bappeda Dapat A

Untuk urusan kearsipan, Bappeda Provinsi Jambi tercatat mendapat predikat A.

Capaian ini berada dalam ranah kewenangan Subbagian Umum dan Kepegawaian.

Kasubbag Umum dan Kepegawaian Bappeda Provinsi Jambi saat ini adalah Ahmad Ansyori, S.E.

Kearsipan sering terlihat sebagai pekerjaan belakang layar.

Tidak selalu tampak di depan publik.

Namun arsip adalah tulang punggung administrasi pemerintahan.

Surat.

Dokumen.

Data.

Keputusan.

Laporan.

Semua harus tertata.

Jika arsip kuat, kerja birokrasi lebih mudah dilacak.

Jika arsip rapi, pelayanan dan pertanggungjawaban pemerintahan menjadi lebih baik.

Karena itu, predikat A dalam pengawasan kearsipan menjadi catatan penting bagi Bappeda Provinsi Jambi.

SAKIP Bappeda Nilai 80,45

Capaian lain datang dari evaluasi AKIP/SAKIP.

Bappeda Provinsi Jambi memperoleh nilai 80,45.

Predikatnya A.

Kategorinya Memuaskan.

SAKIP berkaitan dengan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Di dalamnya ada perencanaan kinerja.

Pengukuran kinerja.

Pelaporan kinerja.

Serta evaluasi akuntabilitas kinerja internal.

Untuk Bappeda, urusan SAKIP berada di bawah kewenangan Subbagian Program.

Kasubbag Program Bappeda Provinsi Jambi saat ini adalah Dr. Fahmi Rasid.

Ia dilantik sebagai Kasubbag Program pada 3 Desember 2021.

Sejak menjabat, Dr. Fahmi Rasid menyebut Bappeda Provinsi Jambi telah empat tahun berturut-turut turut mempertahankan predikat SAKIP A.

Kasubbag Program Bappeda Provinsi Jambi, Dr. Fahmi Rasid, mengatakan capaian nilai SAKIP A bukan hasil kerja satu orang.

Menurutnya, keberhasilan itu lahir dari kerja kolektif seluruh unsur di Bappeda Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah, Bappeda Provinsi Jambi kembali mendapat nilai SAKIP A dengan nilai 80,45 kategori memuaskan. Capaian ini bukan kerja pribadi, tetapi hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Bappeda,” ujar Dr. Fahmi Rasid.

Fahmi menyebut dukungan pimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas perencanaan, pelaporan, dan akuntabilitas kinerja.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Bappeda, Sekretaris, para kepala bidang, kasubbag, pejabat fungsional, staf, dan seluruh pegawai Bappeda.

“Mulai dari Pak Kaban, Sekretaris, para kepala bidang, kasubbag, pejabat fungsional, staf, dan seluruh karyawan Bappeda, semuanya punya peran. SAKIP ini kerja sistem. Kalau satu bagian tidak jalan, hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.

Fahmi mengatakan predikat SAKIP A yang kembali diraih tahun ini menjadi motivasi untuk menjaga konsistensi.

Menurutnya, sejak ia dilantik sebagai Kasubbag Program pada 3 Desember 2021, Bappeda terus berupaya memperkuat dokumen perencanaan, pengukuran kinerja, pelaporan, serta tindak lanjut evaluasi.

“Sejak saya diberi amanah sebagai Kasubbag Program, kami berusaha menjaga ritme kerja. Empat tahun berurutan Bappeda turut mendapat nilai SAKIP A. Ini tentu harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Fahmi.

Ia menegaskan, predikat A bukan akhir dari pekerjaan.

Justru menjadi pengingat agar Bappeda terus memperbaiki kualitas dokumen, memperkuat indikator kinerja, serta memastikan program benar-benar berorientasi pada hasil.

“Nilai A itu harus menjadi semangat untuk bekerja lebih baik. Yang penting bukan hanya nilainya, tetapi bagaimana perencanaan dan kinerja Bappeda memberi dampak bagi pembangunan Provinsi Jambi,” katanya.

Meski meraih predikat A, hasil evaluasi AKIP Bappeda tetap memuat catatan perbaikan.

Dalam dokumen LHE AKIP, terdapat sejumlah rekomendasi agar Bappeda meningkatkan kualitas perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi akuntabilitas kinerja internal.

Beberapa catatan itu antara lain perlunya peningkatan kualitas dokumen perencanaan, penyempurnaan rencana aksi, perbaikan indikator kinerja agar lebih memenuhi prinsip SMART, serta penguatan cascading kinerja.

Selain itu, Bappeda juga diminta meningkatkan kualitas pengukuran kinerja agar tidak hanya menampilkan capaian angka, tetapi juga memberikan analisis atas faktor keberhasilan, hambatan, dan langkah perbaikan.

Catatan ini penting.

Sebab predikat A bukan berarti tanpa pekerjaan rumah.

Predikat A menunjukkan capaian baik.

Namun sistem tetap harus diperbaiki secara berkelanjutan.

Dr. Fahmi Rasid menegaskan capaian Bappeda tidak lepas dari kekompakan internal.

Menurutnya, SAKIP membutuhkan koordinasi lintas bidang.

Setiap bidang memiliki target.

Setiap program punya indikator.

Setiap kegiatan harus terukur.

Dan semua itu harus dirangkai menjadi laporan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Bappeda ini kerja tim. Tidak mungkin Subbag Program berjalan sendiri. Semua bidang memberi data, semua pimpinan memberi arahan, semua staf membantu proses. Karena itu, capaian ini adalah capaian bersama,” ujar Fahmi.

Ia juga mengapresiasi jajaran Subbag Umum dan Kepegawaian yang ikut menjaga kualitas tata kelola administrasi, termasuk kearsipan.

Menurutnya, capaian kearsipan A dan SAKIP A menunjukkan bahwa kerja administrasi dan kerja kinerja sama-sama berjalan.

“Kearsipan A dan SAKIP A menunjukkan bahwa tata kelola internal Bappeda terus bergerak ke arah yang lebih baik. Ini harus kita syukuri, tetapi juga harus terus diperbaiki,” katanya.

“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Bappeda di bawah komando pak Kaban Agus. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih rapi, lebih terukur, dan lebih berdampak bagi Provinsi Jambi,” ujarnya.

BeritaSatu Network