Merangin – Nama CV Wakuda Bangun Jaya kembali muncul dalam peta proyek pemerintah tahun anggaran 2026.
Belum lama setelah memenangkan tender Pembangunan Gedung Cathlab (Single Plane) di RSUD H. Abdoel Madjid Batoe atau RSUD HAMBA Batanghari senilai Rp1.978.939.162,40, perusahaan ini kembali mengamankan proyek fasilitas kesehatan lain.
Kali ini nilainya jauh lebih besar.
Paketnya adalah Pembangunan Puskesmas Pasar Masurai di Kabupaten Merangin.
Pagu proyek ini Rp8.270.000.000.
HPS-nya Rp8.154.588.300.
Pemenangnya: CV Wakuda Bangun Jaya.
Harga penawaran, harga terkoreksi, dan harga negosiasinya sama: Rp8.079.803.970,09.
Tahap tender saat ini sudah masuk Penandatanganan Kontrak.
Artinya, proses tender sudah melewati fase evaluasi dan pemenang sudah ditetapkan.
Di atas kertas, ini tender biasa.
Namun jika dibaca lebih pelan, ada beberapa hal yang langsung mencolok.
Pertama, Wakuda baru saja menang proyek Cathlab RSUD HAMBA di Batanghari.
Kedua, Wakuda kembali menang proyek kesehatan lain di Merangin.
Ketiga, total dua proyek kesehatan yang diamankan Wakuda pada data ini mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Keempat, pada tender Puskesmas Pasar Masurai, ada peserta lain yang menawar lebih rendah dari Wakuda, yakni CV Bumi Gada Konstruksi.
Kelima, CV Bumi Gada Konstruksi gugur karena alasan teknis: uraian pekerjaan pada tabel B.2 Rencana Tindakan atau sasaran khusus dan program khusus tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan.
Dengan begitu, Wakuda bukan penawar terendah yang tampak dalam tabel.
Namun Wakuda menjadi pemenang.
Di sinilah tender ini menarik disorot.
Bukan untuk menuduh.
Tetapi karena publik perlu tahu bagaimana perusahaan yang sama bisa beruntun mengamankan proyek fasilitas kesehatan 2026, sementara penawar yang lebih rendah justru tersingkir di meja evaluasi teknis.
Wakuda Menang Dua Proyek Kesehatan
| Proyek | Daerah | Nilai Wakuda |
|---|---|---|
| Gedung Cathlab RSUD HAMBA | Batanghari | Rp1.978.939.162,40 |
| Puskesmas Pasar Masurai | Merangin | Rp8.079.803.970,09 |
| Total | 2 daerah | Rp10.058.743.132,49 |
Angka ini membuat nama Wakuda makin menonjol.
Dua proyek.
Dua fasilitas kesehatan.
Dua kabupaten.
Satu tahun anggaran: 2026.
Total nilai harga yang diamankan mencapai Rp10.058.743.132,49.
Dalam bahasa publik, perusahaan seperti ini bisa saja disebut “sakti”.
Namun dalam berita, istilah itu harus dibaca sebagai sorotan terhadap data tender.
Faktanya, Wakuda menang Cathlab Batanghari.
Faktanya, Wakuda kembali menang Puskesmas Pasar Masurai Merangin.
Faktanya, nilai gabungannya menembus Rp10 miliar.
Pertanyaan publik tinggal satu: apakah kemampuan teknis, personel, alat, pengalaman, dan SKP Wakuda sekuat nilai proyek yang sedang diamankan?
Data Pokok Tender Puskesmas Pasar Masurai
| No | Uraian | Detail |
|---|---|---|
| 1 | Nama Tender | Pembangunan Puskesmas Pasar Masurai |
| 2 | Kode RUP | 65518041 |
| 3 | Nama Paket | Kontruksi Pembangunan Puskesmas Pasar Masurai |
| 4 | Sumber Dana RUP | APBD |
| 5 | Uraian Singkat | Uraian Singkat Pekerjaan Pembangunan Puskesmas Pasar Masurai.pdf |
| 6 | Tanggal Pembuatan | 11 Juni 2026 |
| 7 | Tahap Tender | Penandatanganan Kontrak |
| 8 | K/L/PD | Kabupaten Merangin |
| 9 | Satuan Kerja | Dinas Kesehatan |
| 10 | Jenis Pengadaan | Pekerjaan Konstruksi |
| 11 | Metode | Tender - Pascakualifikasi Satu File |
| 12 | Sistem | Harga Terendah Sistem Gugur |
| 13 | Reverse Auction | Tidak menggunakan |
| 14 | Tahun Anggaran | APBD 2026 |
| 15 | Jenis Kontrak | Harga Satuan |
| 16 | Lokasi | Kecamatan Lembah Masurai |
| 17 | Kualifikasi | Usaha Kecil |
Ada satu catatan kecil tetapi tetap menarik: nama paket RUP tertulis “Kontruksi Pembangunan Puskesmas Pasar Masurai”.
Kata “Kontruksi” tampak tidak baku. Lazimnya ditulis “Konstruksi”.
Kesalahan redaksi seperti ini tidak otomatis mengubah substansi tender.
Namun untuk proyek kesehatan bernilai Rp8,27 miliar, kerapian dokumen tetap penting.
Pagu, HPS, dan Harga Wakuda
| Uraian | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Pagu | Rp8.270.000.000 | Nilai paket |
| HPS | Rp8.154.588.300 | Acuan harga |
| Selisih pagu-HPS | Rp115.411.700 | 1,40% dari pagu |
| Penawaran Wakuda | Rp8.079.803.970,09 | Harga pemenang |
| Terkoreksi | Rp8.079.803.970,09 | Sama |
| Negosiasi | Rp8.079.803.970,09 | Sama |
| Selisih HPS-Wakuda | Rp74.784.329,91 | Turun 0,92% |
Harga Wakuda hanya turun sekitar 0,92 persen dari HPS.
Jika dibandingkan dengan pagu, harga Wakuda turun Rp190.196.029,91 atau sekitar 2,30 persen.
Angka ini tidak otomatis bermasalah.
Namun karena ada peserta lain yang menawar lebih rendah, evaluasi teknis menjadi kunci.
Dalam tabel evaluasi Pokja, CV Bumi Gada Konstruksi terlihat memasukkan harga Rp7.812.827.720,36.
Harga ini jauh lebih rendah dibanding Wakuda.
Selisihnya mencapai Rp266.976.249,73.
Namun CV Bumi Gada Konstruksi tidak menjadi pemenang.
Alasan gugurnya tertulis: “Uraian pekerjaan pada tabel B.2 Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus) tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pemilihan.”
Dua Harga yang Terlihat
| Peserta | Harga | Status |
|---|---|---|
| CV Wakuda Bangun Jaya | Rp8.079.803.970,09 | Menang |
| CV Bumi Gada Konstruksi | Rp7.812.827.720,36 | Gugur teknis |
Dari sisi harga, CV Bumi Gada lebih murah.
Selisihnya bukan kecil.
Hampir Rp267 juta.
Dari sisi HPS, Bumi Gada turun sekitar Rp341.760.579,64 atau 4,19 persen.
Sementara Wakuda turun sekitar Rp74.784.329,91 atau 0,92 persen.
Namun tender pemerintah tidak hanya bicara harga.
Dalam sistem Harga Terendah Sistem Gugur, peserta tetap harus lolos administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.
Jika tidak memenuhi dokumen teknis, peserta bisa gugur meski harganya lebih murah.
Tetapi justru karena itulah alasan gugur harus jelas.
Apa yang tidak sesuai pada tabel B.2?
Apakah hanya salah uraian?
Apakah substansinya tidak memenuhi syarat?
Apakah kesalahan itu fatal?
Apakah peserta diberi kesempatan klarifikasi sesuai tahapan?
Publik berhak meminta penjelasan.
Karena selisih harga hampir Rp267 juta bukan angka kecil.
Wakuda: Dari Cathlab ke Puskesmas
Sebelumnya, Wakuda memenangkan tender Pembangunan Gedung Cathlab (Single Plane) di RSUD HAMBA Batanghari.
Pagu dan HPS proyek Cathlab itu sama persis: Rp1.997.000.000.
Wakuda menang dengan harga Rp1.978.939.162,40.
Dalam tender Cathlab tersebut, harga yang terlihat hanya dua: Wakuda dan CV Lumbung Emas.
Kini, pada tender Puskesmas Pasar Masurai, harga yang terlihat juga hanya dua: Wakuda dan CV Bumi Gada Konstruksi.
Bedanya, di Merangin, pesaing Wakuda justru menawar lebih rendah, tetapi gugur karena alasan teknis.
Perbandingan Dua Proyek Wakuda
| Uraian | Cathlab HAMBA | Puskesmas Masurai |
|---|---|---|
| Pagu | Rp1.997.000.000 | Rp8.270.000.000 |
| HPS | Rp1.997.000.000 | Rp8.154.588.300 |
| Harga Wakuda | Rp1.978.939.162,40 | Rp8.079.803.970,09 |
| Tahap | Masa Sanggah | Penandatanganan Kontrak |
| Jenis | Gedung Cathlab | Puskesmas |
| Daerah | Batanghari | Merangin |
Dua proyek ini sama-sama fasilitas kesehatan.
Sama-sama konstruksi.
Sama-sama tahun anggaran 2026.
Sama-sama dimenangkan Wakuda.
Inilah yang membuat nama perusahaan tersebut patut dicermati dalam peta tender Jambi 2026.
Dokumen Uraian Singkat: Sumber Dana DAK
Ada satu titik menarik dari dokumen uraian singkat Puskesmas Pasar Masurai.
Dalam data tender, sumber dana tertulis APBD.
Namun dalam dokumen uraian singkat, sumber dana tertulis DAK.
Ini perlu dijelaskan.
Apakah DAK masuk dalam APBD?
Apakah sistem menulis APBD karena seluruh dana daerah dicatat dalam APBD?
Atau ada perbedaan penulisan antara RUP dan dokumen teknis?
Untuk proyek Rp8,27 miliar, sumber dana harus terang.
Jangan sampai publik membaca APBD di sistem, tetapi DAK di dokumen, tanpa penjelasan.
Data Teknis Dokumen Puskesmas
| Uraian | Detail | Catatan |
|---|---|---|
| Kegiatan | Fasilitas Pelayanan Kesehatan | UKM dan UKP |
| Sub kegiatan | Pengembangan Puskesmas | Kab/Kota |
| Pekerjaan | Puskesmas Pasar Masurai | Merangin |
| Lokasi | Kecamatan Lembah Masurai | Jambi |
| Sumber dokumen | DAK | Beda dengan RUP |
| Tahun | 2026 | Sama |
| Masa kerja | 150 hari kalender | Sesuai dokumen |
| PPK | Rofi Putra, SKM | Dinkes Merangin |
Dokumen uraian singkat ditandatangani di Bangko pada 11 Juni 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen tertulis Rofi Putra, SKM, Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin.
Lingkup Pekerjaan: Dua Lantai
Dokumen uraian singkat menyebut pekerjaan terdiri dari pekerjaan pendahuluan, pekerjaan tanah, pekerjaan lantai 1, dan pekerjaan lantai 2.
Pada lantai 1 dan lantai 2, uraian pekerjaannya relatif sama.
Ada pekerjaan dinding dan pasangan.
Ada pekerjaan lantai.
Ada pekerjaan pintu dan jendela.
Ada pekerjaan instalasi listrik dan sanitasi.
Ada pekerjaan atap dan plafon.
Ada pekerjaan finishing.
Lingkup Pekerjaan
| No | Lingkup | Rincian |
|---|---|---|
| 1 | Pendahuluan | Persiapan pekerjaan |
| 2 | Tanah | Pekerjaan dasar |
| 3 | Lantai 1 | Dinding, lantai, pintu, listrik |
| 4 | Lantai 2 | Dinding, lantai, pintu, listrik |
| 5 | Finishing | Atap, plafon, akhir |
Karena pekerjaan mencakup lantai 1 dan lantai 2, proyek ini bukan sekadar rehab kecil.
Ini pembangunan fasilitas layanan kesehatan yang harus memenuhi standar bangunan kesehatan.
SBU yang disyaratkan juga tegas: Konstruksi Gedung Kesehatan BG005.
Artinya, penyedia tidak cukup hanya paham bangunan umum.
Penyedia harus mampu mengerjakan gedung kesehatan.
Syarat Legalitas
Peserta wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan usaha.
SBU yang disyaratkan adalah Konstruksi Gedung Kesehatan BG005.
NIB harus sesuai dan berlaku.
Peserta harus mempunyai status valid keterangan wajib pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.
Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak.
Buktinya meliputi akta pendirian perusahaan dan/atau perubahannya, surat kuasa apabila dikuasakan, bukti bahwa penerima kuasa merupakan pegawai tetap apabila dikuasakan, dan KTP.
Peserta wajib menyetujui Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.
Syarat Administrasi
| No | Syarat | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | SBU | Gedung Kesehatan BG005 |
| 2 | NIB | Sesuai dan berlaku |
| 3 | Pajak | KSWP valid |
| 4 | Akta | Pendirian/perubahan |
| 5 | Kuasa | Jika dikuasakan |
| 6 | Pegawai tetap | Jika dikuasakan |
| 7 | KTP | Wajib |
| 8 | Pakta integritas | Wajib |
| 9 | Pernyataan peserta | Wajib |
Syarat Teknis
Peserta harus memiliki pengalaman paling kurang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.
Pengalaman itu dapat berasal dari lingkungan pemerintah, swasta, atau pengalaman subkontrak.
Peserta juga harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.
Untuk kualifikasi usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun, ketentuannya terbagi dua.
Jika belum memiliki pengalaman, pengecualian hanya berlaku untuk pengadaan sampai paling banyak Rp2,5 miliar.
Untuk pengadaan bernilai di atas Rp2,5 miliar sampai paling banyak Rp15 miliar, penyedia harus mempunyai 1 pengalaman pada bidang yang sama.
Paket Puskesmas Pasar Masurai bernilai Rp8,27 miliar.
Dengan begitu, pengalaman bidang yang sama menjadi sangat penting.
Ini bukan paket yang bisa dianggap ruang coba-coba.
Syarat Teknis Utama
| No | Syarat | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Pengalaman | Konstruksi 4 tahun terakhir |
| 2 | SKP | Wajib diperhitungkan |
| 3 | Usaha kecil baru | Wajib pengalaman bidang sama |
| 4 | Nilai paket | Rp8,27 M |
| 5 | Subklasifikasi | Gedung Kesehatan BG005 |
Karena Wakuda juga sudah memenangkan proyek Cathlab RSUD HAMBA hampir Rp2 miliar, pertanyaan tentang SKP menjadi relevan.
Apakah beban paket Wakuda masih dalam batas kemampuan?
Apakah personel yang diajukan berbeda?
Apakah alat dan tenaga kerja cukup?
Apakah pengalaman bidang gedung kesehatan sudah diuji?
Semua itu harus dijelaskan oleh Pokja dan Dinas Kesehatan.
Tender ini diikuti 15 peserta.
Namun dalam data evaluasi yang diberikan, harga yang terlihat hanya 2 peserta.
Daftar Peserta
| No | Peserta/NPWP | Harga/Status |
|---|---|---|
| 1 | CV Wakuda Bangun Jaya / 03*6**6****31**0 | Rp8.079.803.970,09 |
| 2 | CV Bumi Gada Konstruksi / 09*7**7****31**0 | Gugur teknis |
| 3 | CV Gading Cempaka / 10*0**0****07**1 | Tidak tampak |
| 4 | CV Garda / 00*9**1****31**0 | Tidak tampak |
| 5 | CV Dita Kontraktor / 00*0**9****31**0 | Tidak tampak |
| 6 | CV Karya Muda / 00*7**8****13**0 | Tidak tampak |
| 7 | Jenssen Natama Abadi / 08*8**8****07**0 | Tidak tampak |
| 8 | CV Putra Bintang / 00*7**0****31**0 | Tidak tampak |
| 9 | CV Yonetta Cahaya Kelbi / 09*4**6****01**0 | Tidak tampak |
| 10 | CV Beringin Cipta Infrastruktur / 10*0**0****77**7 | Tidak tampak |
| 11 | PT Yulindo Artha Graha / 02*8**2****07**0 | Tidak tampak |
| 12 | CV Duo AnaQiu / 05*8**7****33**0 | Tidak tampak |
| 13 | CV Sutan Pasisie / 09*8**2****05**0 | Tidak tampak |
| 14 | Sadewa / 00*6**4****33**0 | Tidak tampak |
| 15 | CV Famili Pembangunan / 00*5**8****01**0 | Tidak tampak |
Sebanyak 13 peserta lain tidak tampak harga penawarannya dalam data yang diberikan.
Jika memang tidak ada harga, perlu dijelaskan.
Jika gugur administrasi atau teknis, perlu dibuka alasannya.
Jika data belum menampilkan lengkap, perlu diluruskan.
Karena tender dengan 15 peserta seharusnya menunjukkan kompetisi yang lebih terang.
Rekap Kompetisi
| Uraian | Jumlah | Catatan |
|---|---|---|
| Peserta | 15 | Terdaftar |
| Harga terlihat | 2 | Wakuda dan Bumi Gada |
| Harga tidak tampak | 13 | Perlu penjelasan |
| Penawar terendah | Bumi Gada | Gugur teknis |
| Pemenang | Wakuda | Harga lebih tinggi |
Ini titik paling kontroversial.
Bukan karena Wakuda menang.
Tetapi karena peserta dengan harga lebih rendah tersingkir.
Dalam tender pemerintah, itu bisa terjadi jika peserta tidak memenuhi syarat.
Namun alasan gugur harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Apalagi selisih antara Bumi Gada dan Wakuda hampir Rp267 juta.
Alasan Gugur CV Bumi Gada
| Peserta | Harga | Alasan |
|---|---|---|
| CV Bumi Gada | Rp7.812.827.720,36 | B.2 tidak sesuai |
| CV Wakuda | Rp8.079.803.970,09 | Menang |
| Selisih | Rp266.976.249,73 | Wakuda lebih tinggi |
Alasan gugur CV Bumi Gada tertulis pada tabel evaluasi: uraian pekerjaan pada tabel B.2 Rencana Tindakan atau sasaran khusus dan program khusus tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pemilihan.
Kalimat ini terdengar teknis.
Tetapi dampaknya besar.
Satu peserta dengan harga lebih rendah gugur.
Peserta lain dengan harga lebih tinggi menang.
Maka Pokja perlu memastikan alasan gugur ini benar-benar kuat, bukan sekadar kesalahan administratif yang dapat diperdebatkan.
Alamat Pemenang
| Uraian | Detail |
|---|---|
| Pemenang | CV Wakuda Bangun Jaya |
| Alamat | Jl. H. Syamsoe Bahroen No. 034 RT 004, Selamat, Danau Sipin, Kota Jambi |
| NPWP | 03*6**6****31**0 |
| Harga | Rp8.079.803.970,09 |
| Negosiasi | Rp8.079.803.970,09 |
Alamat pemenang sama dengan data Wakuda pada proyek Cathlab RSUD HAMBA sebelumnya.
Ini memperkuat bahwa perusahaan yang sama kembali mengamankan paket fasilitas kesehatan.
Warga Lembah Masurai, Pery meminta Dinas Kesehatan Merangin membuka penjelasan soal gugurnya penawar yang lebih murah.
“Kalau ada yang menawar lebih rendah hampir Rp267 juta tapi gugur, masyarakat perlu tahu alasannya secara jelas. Jangan sampai hanya disebut tidak sesuai dokumen, tapi tidak dijelaskan bagian mana yang fatal,” ujarnya.
Warga Bangko, Ampra menyoroti Wakuda yang kembali memenangkan proyek fasilitas kesehatan.
“Kalau perusahaan yang sama menang Cathlab di Batanghari lalu menang Puskesmas di Merangin, tentu publik bertanya. Bukan berarti salah, tapi harus dipastikan kemampuan dan pengawasannya kuat,” katanya.
Warga Tabir, Fauzi mempertanyakan perbedaan sumber dana APBD dan DAK.
“Di tender disebut APBD, di dokumen disebut DAK. Ini harus dijelaskan. Uang negara harus jelas sumbernya, apalagi nilainya Rp8 miliar lebih,” ujarnya.
Warga Merangin, Nurbaiti berharap pembangunan Puskesmas Pasar Masurai benar-benar selesai dan bermanfaat.
“Yang penting puskesmasnya jadi, bagus, dan bisa melayani warga. Jangan sampai proyek besar, tapi pelayanan tidak berubah,” katanya.(*)