24 Kontraktor Incar Jembatan Sungai Nek Rp2,6 Miliar, CV Bukit Abadi Sejahtera Turun 12 Persen dari HPS

WIB
IST

Tanjab Timur – Tender Pembangunan Jembatan Sungai Nek Desa Sinar Wajo Kecamatan Mendahara Ulu (lokasi 1) mulai masuk fase penting.

Tahapnya kini Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga.

Paket ini berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Nilai pagunya Rp2.600.000.000.

HPS-nya Rp2.505.740.000.

Ada selisih Rp94.260.000 antara pagu dan HPS.

Tender ini diikuti 24 peserta.

Namun dari data yang terlihat, baru 7 peserta yang mencantumkan harga penawaran.

Sebanyak 17 peserta lain belum tampak harga penawarannya.

Harga terendah sementara datang dari CV Bukit Abadi Sejahtera.

Nilainya Rp2.203.828.966,70.

Harga terkoreksinya sama.

Jika dibandingkan dengan HPS, harga CV Bukit Abadi Sejahtera turun Rp301.911.033,30.

Atau sekitar 12,05 persen di bawah HPS.

Angka ini langsung membuat tender jembatan tersebut menarik disorot.

Bukan karena harga rendah otomatis salah.

Tetapi karena proyek jembatan bukan pekerjaan ringan.

Ada pekerjaan tanah.

Ada pipa dan tiang pancang.

Ada beton struktur dan pasangan.

Ada pengecatan.

Jika harga terlalu rendah, yang harus diuji adalah satu: apakah mutu tetap aman?

Data Pokok Tender

NoUraianDetail
1Nama TenderPembangunan Jembatan Sungai Nek Desa Sinar Wajo Kec. Mendahara Ulu (lokasi 1)
2Kode RUP67340354
3Sumber DanaAPBD
4Tanggal Pembuatan22 Juni 2026
5TahapEvaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga
6K/L/PDKab. Tanjung Jabung Timur
7Satuan KerjaDinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
8JenisPekerjaan Konstruksi
9MetodeTender Pascakualifikasi Satu File
10SistemHarga Terendah Sistem Gugur
11Reverse AuctionTidak menggunakan
12Tahun AnggaranAPBD 2026
13KontrakHarga Satuan
14LokasiKec. Mendahara Ulu
15KualifikasiUsaha Kecil

Pagu, HPS, dan Harga Terendah

UraianNilaiCatatan
PaguRp2.600.000.000Nilai paket
HPSRp2.505.740.000Acuan harga
Selisih Pagu-HPSRp94.260.0003,63% dari pagu
Harga terendahRp2.203.828.966,70CV Bukit Abadi Sejahtera
Selisih HPS-terendahRp301.911.033,30Turun 12,05%
Selisih Pagu-terendahRp396.171.033,30Turun 15,24%

HPS paket ini tidak menempel ke pagu seperti banyak paket lain.

Ada jarak Rp94,26 juta dari pagu.

Namun yang mencolok justru jarak harga terendah terhadap HPS.

Harga CV Bukit Abadi Sejahtera turun lebih dari Rp301 juta dari HPS.

Untuk pekerjaan jembatan senilai Rp2,6 miliar, penurunan 12 persen harus diuji serius.

Apakah metode kerja tetap sesuai?

Apakah tiang pancang tetap sesuai spesifikasi?

Apakah mutu beton tetap aman?

Apakah volume tidak dikurangi?

Apakah pekerjaan struktur tetap memenuhi standar?

Pertanyaan ini penting karena jembatan bukan sekadar bangunan penghubung.

Jembatan adalah titik keselamatan warga.

Dokumen Uraian Singkat

Dokumen uraian singkat menyebut pemberi tugas adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pekerjaan ini masuk Program Penyelenggaraan Jalan.

Kegiatannya Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota.

Sub kegiatannya Pembangunan Jembatan.

Lokasi pekerjaan Kecamatan Mendahara Ulu.

Nilai pagu Rp2.600.000.000.

Nilai HPS Rp2.505.740.000.

Masa pelaksanaan 150 hari kalender.

Masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Sumber dana APBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2026.

Lingkup Pekerjaan

NoLingkupCatatan
1Pekerjaan pendahuluanPersiapan proyek
2Pekerjaan tanahDasar konstruksi
3Pipa dan tiang pancangElemen penting jembatan
4Beton struktur dan pasanganKekuatan utama
5PengecatanPekerjaan akhir

Lingkup pekerjaan ini menunjukkan proyek jembatan tersebut tidak bisa dianggap sederhana.

Ada pekerjaan tiang pancang.

Ada beton struktur.

Ada pekerjaan tanah.

Jika salah desain, salah mutu, salah pelaksanaan, atau pengawasan longgar, dampaknya bisa panjang.

Jembatan bisa cepat rusak.

Bisa amblas.

Bisa tidak nyaman dilalui.

Bisa membahayakan warga.

Tender ini diikuti 24 peserta.

Namun harga yang tampak baru 7 peserta.

Harga yang Terlihat

NoPesertaHarga
1CV Bukit Abadi SejahteraRp2.203.828.966,70
2Zenth Global IDNRp2.332.536.476,80
3cv. januari mitra sejatiRp2.350.914.409,39
4CV Samudra JayaRp2.412.255.422,57
5CV Intan Bangun PersadaRp2.415.472.073,78
6CV Way SalakRp2.479.794.930,33
7CV Fawwas Solusi IntiRp2.494.357.223,80

Dari tujuh harga yang terlihat, CV Bukit Abadi Sejahtera berada paling rendah.

Zenth Global IDN berada di posisi kedua.

Selisih antara CV Bukit Abadi Sejahtera dan Zenth Global IDN mencapai Rp128.707.510,10.

Selisih ini cukup lebar.

Artinya, penawar terendah tidak hanya sedikit lebih rendah.

Ia turun cukup jauh dari pesaing terdekat.

Selisih dari HPS

PesertaSelisih HPSPersen
CV Bukit Abadi SejahteraRp301.911.033,3012,05%
Zenth Global IDNRp173.203.523,206,91%
cv. januari mitra sejatiRp154.825.590,616,18%
CV Samudra JayaRp93.484.577,433,73%
CV Intan Bangun PersadaRp90.267.926,223,60%
CV Way SalakRp25.945.069,671,04%
CV Fawwas Solusi IntiRp11.382.776,200,45%

Tabel ini menunjukkan dua pola.

Ada penawar yang cukup dekat dengan HPS.

Ada juga yang turun cukup jauh.

CV Bukit Abadi Sejahtera menjadi yang paling agresif.

Pertanyaannya: apakah penawaran serendah itu tetap realistis untuk pekerjaan jembatan?

Pokja harus menguji dokumen harga, metode pelaksanaan, analisis harga satuan, dukungan alat, personel, dan kemampuan kerja lapangan.

Sebanyak 17 peserta lain belum tampak harga penawarannya dalam data yang diberikan.

Peserta Tanpa Harga Terlihat

NoPesertaCatatan
8CV Indo Jaya AbadiBelum tampak harga
9CV Taman Karya ManggalaBelum tampak harga
10PT Artama Anugrah KonstruksiBelum tampak harga
11PT Nusantara Baja PrimaBelum tampak harga
12CV Tunas Baru UtamaBelum tampak harga
13CV Sukses BersamaBelum tampak harga
14Putra Idola PersadaBelum tampak harga
15CV Sinar Haryani KortindoBelum tampak harga
16CV HidayatBelum tampak harga
17PT Indo Limas KonstruksiBelum tampak harga
18CV Rimbo Jaya TekhnikBelum tampak harga
19CV Kolang Nauli ArgaBelum tampak harga
20cv. zilli permaiBelum tampak harga
21CV Tamacho Building ConstructionBelum tampak harga
22PT Indo Skala PerkasaBelum tampak harga
23CV Buntara Berkah KonstruksiBelum tampak harga
24PT Indo Trans BajautamaBelum tampak harga

Banyaknya peserta tanpa harga tidak otomatis berarti ada masalah.

Namun harus dijelaskan.

Apakah mereka hanya mendaftar?

Apakah tidak mengunggah dokumen harga?

Apakah gugur administrasi?

Apakah gugur teknis?

Apakah harga belum terbuka?

Atau data sistem belum menampilkan seluruh informasi?

Dalam tender publik, daftar peserta panjang tidak cukup.

Yang penting adalah kompetisi nyata.

Rekap Kompetisi

UraianJumlahCatatan
Peserta tender24Terdaftar
Harga terlihat7Ada penawaran
Harga belum tampak17Perlu penjelasan
Harga terendahRp2,203 MCV Bukit Abadi
Selisih terendah-HPS12,05%Perlu diuji

Tender ini lebih kompetitif dibanding paket yang hanya menampilkan satu atau dua harga.

Namun tetap menyisakan pertanyaan karena sebagian besar peserta belum tampak harga.

Dari 24 peserta, hanya 7 harga yang terlihat.

Artinya, sekitar 70,83 persen peserta belum tampak harga penawarannya.

Syarat Legalitas

Peserta wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan usaha.

SBU tertulis sesuai dokumen pemilihan.

NIB juga tertulis sesuai dokumen pemilihan.

Peserta harus mempunyai status valid keterangan wajib pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.

Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak.

Kapasitas itu dibuktikan dengan akta pendirian perusahaan dan/atau perubahannya, surat kuasa apabila dikuasakan, bukti bahwa penerima kuasa merupakan pegawai tetap apabila dikuasakan, dan KTP.

Peserta wajib menyetujui Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Peserta.

Syarat Administrasi

NoSyaratKeterangan
1SBUSesuai dokumen
2NIBSesuai dokumen
3PajakKSWP valid
4Pelaporan pajakTahun 2025
5AktaPendirian/perubahan
6KuasaJika dikuasakan
7KTPWajib
8Pakta integritasWajib
9Pernyataan pesertaWajib

Satu hal yang perlu disorot adalah SBU dan NIB hanya tertulis sesuai dokumen pemilihan dalam data utama.

Untuk proyek jembatan, informasi subklasifikasi SBU seharusnya terang bagi publik.

Apakah yang disyaratkan konstruksi jalan?

Jembatan?

Bangunan sipil?

Atau subklasifikasi tertentu?

Semakin spesifik pekerjaan, semakin penting keterbukaan syarat teknisnya.

Syarat Teknis

Peserta harus memiliki pengalaman paling kurang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.

Pengalaman dapat berasal dari lingkungan pemerintah atau swasta, termasuk pengalaman subkontrak.

Peserta juga harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.

Untuk kualifikasi usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun, ada ketentuan khusus.

Jika penyedia belum memiliki pengalaman, pengecualian hanya berlaku untuk pengadaan dengan nilai paket sampai paling banyak Rp2,5 miliar.

Untuk pengadaan bernilai di atas Rp2,5 miliar sampai paling banyak Rp15 miliar, penyedia harus mempunyai 1 pengalaman pada bidang yang sama.

Paket ini memiliki pagu Rp2,6 miliar.

HPS-nya Rp2,505 miliar.

Dengan pagu di atas Rp2,5 miliar, pengalaman bidang yang sama menjadi sangat penting.

Tidak boleh asal.

Tidak boleh sekadar lolos administratif.

Jembatan butuh penyedia yang benar-benar mengerti konstruksi struktur.

Nilai Paket dan Ambang Pengalaman

UraianNilaiCatatan
Ambang pengecualianRp2.500.000.000Untuk usaha kecil baru
Pagu paketRp2.600.000.000Di atas ambang
HPS paketRp2.505.740.000Di atas ambang
KonsekuensiWajib pengalamanBidang sama

Ini titik yang sangat penting.

Karena nilai paket berada sedikit di atas ambang Rp2,5 miliar, maka penyedia usaha kecil baru tidak bisa begitu saja mengandalkan pengecualian tanpa pengalaman.

Pokja harus benar-benar menguji pengalaman penyedia, termasuk pengalaman pada bidang yang sama.

Jika penawar terendah tidak punya pengalaman memadai, risiko pekerjaan jembatan bisa meningkat.

Warga Mendahara Ulu, M. Ridwan meminta pemerintah tidak hanya mengejar harga terendah.

“Kalau ini jembatan, jangan cuma lihat siapa paling murah. Tiang pancang, beton, dan struktur harus kuat. Kalau jembatan rusak, warga yang menanggung risiko,” ujarnya.

Warga Sinar Wajo, Siti menyoroti banyaknya peserta yang belum tampak harga.

“Kalau pesertanya 24, tapi harga yang terlihat hanya 7, masyarakat perlu tahu sisanya kenapa. Tender harus jelas, jangan hanya ramai nama,” katanya.

Warga Tanjab Timur, Ahmad mempertanyakan harga terendah yang turun jauh dari HPS.

“Turun 12 persen dari HPS itu besar. Kalau memang efisiensi, bagus. Tapi harus dicek agar tidak mengurangi mutu jembatan,” ujarnya.

Warga Mendahara Ulu lainnya, Nur berharap jembatan ini benar-benar membuka akses warga.

“Kalau jembatan selesai dan kuat, warga senang. Tapi jangan sampai baru beberapa bulan sudah bermasalah. Pengawasan harus dari awal,” katanya.(*)

BeritaSatu Network