JAMBI — Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta tahun 2026.
Ucapan tersebut disampaikan Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., bersama Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP.
ISMI Jambi menilai, peringatan HUT Jakarta bukan hanya momentum seremonial tahunan. Lebih dari itu, usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad menjadi refleksi penting tentang perjalanan panjang sebuah kota dalam membangun identitas, menata pemerintahan, memperkuat ekonomi, dan menjaga keberagaman masyarakat.
Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati menyampaikan apresiasi atas perjalanan Jakarta sebagai salah satu kota penting dalam sejarah pembangunan Indonesia.
Menurut Ernawati, Jakarta memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, budaya, dan ruang pertemuan masyarakat dari berbagai daerah.
“Atas nama ISMI Provinsi Jambi, kami menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke-499 untuk Kota Jakarta. Semoga Jakarta terus tumbuh menjadi kota yang maju, inklusif, tertata, berbudaya, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ernawati.
Ernawati mengatakan, perjalanan Jakarta memberikan banyak pelajaran bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
Salah satunya adalah pentingnya kemampuan sebuah daerah untuk terus beradaptasi dengan perubahan, tanpa meninggalkan nilai budaya dan identitas masyarakatnya.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, keterbukaan terhadap inovasi, serta kemampuan menjaga harmoni sosial.
“Jakarta menjadi contoh bahwa pembangunan kota harus terus bergerak. Namun modernisasi tetap harus diimbangi dengan nilai budaya, keadilan sosial, dan perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Ernawati menilai, semangat kemajuan Jakarta juga relevan bagi Provinsi Jambi.
Jambi memiliki potensi besar dalam bidang budaya Melayu, sumber daya alam, pendidikan, ekonomi lokal, UMKM, serta generasi muda yang terus berkembang.
Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola dengan ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan keberanian untuk melakukan pembaruan.
“Daerah seperti Jambi juga harus terus belajar dan bergerak. Kita memiliki akar budaya Melayu yang kuat. Nilai itu harus menjadi kekuatan dalam membangun sumber daya manusia dan memperkuat daya saing daerah,” ujar Ernawati.
Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr. Fahmi Rasid mengatakan, Jakarta memiliki posisi penting sebagai ruang kolaborasi nasional.
Menurutnya, Jakarta menjadi tempat bertemunya berbagai kepentingan, gagasan, profesi, dan latar belakang masyarakat dari seluruh Indonesia.
Kondisi itu membuat Jakarta tidak hanya dipahami sebagai ibu kota pemerintahan dan pusat ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mempertemukan banyak anak bangsa.
“Jakarta adalah ruang kolaborasi nasional. Banyak masyarakat dari berbagai daerah belajar, bekerja, membangun usaha, dan mengembangkan jaringan di Jakarta. Karena itu, kemajuan Jakarta juga memiliki pengaruh terhadap daerah-daerah lain,” ujar Fahmi.
Fahmi menambahkan, banyak warga Jambi yang memiliki hubungan langsung dengan Jakarta.
Ada yang menempuh pendidikan, bekerja, menjalankan usaha, membangun jaringan profesional, maupun mengembangkan pengalaman hidup di kota tersebut.
Karena itu, hubungan Jambi dan Jakarta tidak hanya bersifat administratif atau ekonomi, tetapi juga sosial, pendidikan, dan kultural.
Menurut Fahmi, daerah dapat mengambil pelajaran dari dinamika pembangunan Jakarta.
Terutama dalam hal kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, pelaku budaya, dan masyarakat.
“Pembangunan daerah ke depan tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas harus saling terhubung. Semangat kolaborasi seperti ini penting untuk diperkuat di Jambi,” katanya.
ISMI Jambi juga menekankan pentingnya pembangunan yang tetap berpijak pada nilai budaya.
Ernawati menyebut, Jakarta memiliki kekayaan budaya Betawi yang menjadi bagian penting dari identitas kota. Di sisi lain, Jambi juga memiliki kekayaan budaya Melayu yang harus terus dirawat dan dikembangkan.
Menurutnya, pembangunan modern tidak boleh membuat daerah kehilangan jati diri.
Kemajuan harus tetap memberi ruang bagi adat, bahasa, kesantunan, musyawarah, gotong royong, dan nilai kemanusiaan.
“Bagi ISMI, ilmu pengetahuan dan budaya harus berjalan bersama. Daerah boleh maju dan modern, tetapi tetap harus menjaga adab, identitas, dan nilai-nilai sosial masyarakat,” ujar Ernawati.
Ia menjelaskan, ISMI Jambi di bawah kepemimpinannya ingin ikut mendorong penguatan peran sarjana Melayu dalam pembangunan daerah.
Peran itu tidak hanya terbatas pada kegiatan organisasi, tetapi juga dalam pendidikan, kebudayaan, ekonomi, pemberdayaan perempuan, kajian publik, dan penguatan generasi muda.
“ISMI Jambi ingin menjadi ruang gagasan. Kita ingin sarjana Melayu ikut memberi kontribusi melalui ilmu, pengalaman, dan kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.
Dalam momentum HUT ke-499 Jakarta, ISMI Jambi berharap Jakarta terus tumbuh menjadi kota yang semakin tertata, aman, inklusif, dan berdaya saing.
ISMI juga berharap Jakarta tetap menjadi ruang yang memberi kesempatan bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan diri.
Fahmi Rasid mengatakan, kemajuan Jakarta akan semakin bermakna jika mampu mendorong hubungan yang lebih kuat dengan daerah.
Menurutnya, pembangunan Indonesia membutuhkan sinergi antara kota besar dan daerah.
“Jakarta memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Kami berharap Jakarta terus maju dan semakin terbuka membangun kolaborasi dengan daerah, termasuk dengan Jambi,” ujar Fahmi.
ISMI Jambi juga mendoakan agar masyarakat Jakarta terus diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari kepadatan penduduk, mobilitas, lingkungan hidup, pelayanan publik, hingga kebutuhan ruang hidup yang lebih manusiawi.
Bagi ISMI Jambi, HUT Jakarta ke-499 menjadi momentum untuk merayakan kemajuan sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pembangunan kota harus tetap berpihak kepada manusia.
Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki infrastruktur besar.
Kota yang maju adalah kota yang mampu memberi ruang hidup yang layak, menjaga keberagaman, memperkuat ekonomi masyarakat, dan merawat budaya.
Dari Jambi, ISMI menyampaikan doa dan apresiasi untuk Jakarta.
Semoga Jakarta terus bergerak menjadi kota yang semakin maju, berbudaya, inklusif, dan memberi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia.(*)