Merangin - Gubernur Jambi Dr H Al Haris, S.Sos., M.H., menghadiri Haflah Khotmil Qur'an dan Akhirussanah Santri RA, SDIT, Wustho, dan Ulya Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur'an atau BUQ Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren BUQ, Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Sabtu (13/6/2026) malam.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW atas terselenggaranya acara yang penuh berkah tersebut.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Pondok Pesantren BUQ yang dinilai terus menunjukkan kemajuan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kualitas pendidikan.
“Gedungnya sudah mulai bagus, sekolahnya berkembang terus. Ini adalah tanda rahmat dan rida Allah terhadap pondok ini,” kata Al Haris.
Gubernur juga memuji prestasi para santri yang telah menamatkan hafalan Al-Qur'an.
Menurutnya, capaian hafalan Al-Qur'an merupakan aset spiritual yang tidak dapat dinilai dengan harta.
Ia menyebut hafalan Al-Qur'an menjadi cahaya dan investasi terbaik bagi santri, orang tua, serta masa depan daerah.
“Kalian adalah aset yang cahayanya kelak akan menerangi bapak-ibu ketika dalam kubur. Karena mereka menghafal Qur'an, itu tidak bisa dinilai dengan harta,” ujar Al Haris.
Al Haris menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada orang tua santri, pengurus pondok, para guru, serta tokoh masyarakat yang selama ini mendukung perkembangan pendidikan di pesantren.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam proses penghafalan Al-Qur'an.
Menurutnya, keberhasilan santri tidak lepas dari doa, kesabaran, dan pengorbanan banyak pihak.
Gubernur mengaku bangga terhadap semangat para santri dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur'an meski harus menghadapi berbagai kesulitan.
Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada para santri BUQ yang telah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur'an.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi capaian anak-anak santri BUQ. Ini bukti Merangin melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berilmu. Hafalan Qur'an ini adalah investasi dunia dan akhirat,” ujar Al Haris.
Pada kesempatan itu, Al Haris juga menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan pondok pesantren se-Provinsi Jambi.
Menurutnya, para pengasuh pesantren telah berperan besar dalam mencetak generasi Qur'ani, berakhlak mulia, dan berilmu.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada para pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Jambi. Berkat didikan dan bimbingan Bapak-Ibu, anak-anak kita tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berilmu,” katanya.
Al Haris menilai hafalan Al-Qur'an yang diraih para santri merupakan investasi terbaik untuk dunia dan akhirat.
Ia juga menyebut hafalan Qur'an menjadi benteng peradaban Jambi ke depan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan Ponpes. Bapak-Ibu telah mencetak generasi Qur'ani berakhlak mulia, berilmu, dan siap menjaga masa depan daerah. Hafalan Qur'an adalah investasi dunia-akhirat yang tak akan pernah rugi,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren BUQ, Aris Muthohar, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Al Haris yang selama ini rutin memberi perhatian kepada Pondok Pesantren BUQ.
Ia menyebut Al Haris telah menyempatkan diri hadir ke BUQ sejak masih menjabat Bupati Merangin hingga kini menjadi Gubernur Jambi.
Aris menjelaskan, kegiatan tahun ini menjadi momen wisuda tahfiz pertama dengan pola baru.
Jika sebelumnya pondok hanya mewisuda santri yang khatam 30 juz, mulai tahun ini BUQ memberikan penghargaan syahadah kepada santri yang telah menghafal minimal lima juz.
Langkah ini dilakukan untuk memotivasi para santri agar terus melanjutkan hafalan Al-Qur'an.
“Kalau yang tadi tampil adalah santri-santri yang khatam Juz Amma, 1 juz, dan juga tahsin Quran 30 juz. Adapun nama-nama nanti akan kami panggil dan mohon nama-nama yang dipanggil untuk naik ke atas mimbar agar bisa diserahkan syahadah tahfiznya kepada Bapak Gubernur dan Bapak Bupati,” kata Aris.
Aris menegaskan, pemberian syahadah bagi santri dengan hafalan lima juz ke atas diharapkan dapat menambah semangat para santri.
“Biasanya anak-anak tidak kita wisuda, dibiarkan sehingga wisudanya langsung 30 juz. Tapi malam hari ini, mulai tahun ini, Insyaallah yang sudah hafal 5 juz ke atas akan kita wisuda juga,” ujarnya.
Ia juga menyebut satu momen istimewa dalam kegiatan tersebut.
Seorang santri kelas 4 SD dari SDBUK berhasil menghafal enam juz Al-Qur'an.
“Alhamdulillah, bangga betul. Doakan mudah-mudahan putra-putri kita menjadi ahlul Qur'an dan ulama,” tambah Aris.
Tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Al Ustadz Dr KH Bukhori Al Aroby, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Tangerang, Banten.
Pada kesempatan ini, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR Bank Jambi senilai Rp15 juta kepada pimpinan Pondok Pesantren BUQ Pinang Merah.
Acara Haflah Khotmil Qur'an dan Akhirussanah Ponpes BUQ turut dihadiri Wakil Bupati Merangin A Khafidh Moei, Camat Pamenang Barat, Kapolsek, Danramil Pamenang Barat, Kadis Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, keluarga besar pesantren, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi momentum puncak penutupan tahun ajaran Pondok Pesantren BUQ.
Bagi Al Haris, pesantren bukan hanya tempat belajar agama.
Pesantren juga menjadi ruang pembentukan karakter, akhlak, kedisiplinan, dan masa depan generasi muda Jambi.
Dari hafalan Al-Qur'an para santri, ada harapan besar tentang lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki pegangan moral, spiritual, dan akhlak yang kuat.
Karena itu, haflah ini bukan sekadar seremoni akhir tahun.
Ia menjadi pengingat bahwa investasi terbaik sebuah daerah bukan hanya jalan, gedung, dan infrastruktur, tetapi juga anak-anak yang tumbuh dengan ilmu, iman, dan Al-Qur'an di dalam hatinya.