CV Endrotama Jadi Penawar Tunggal Jalan Paket III Bungo, Gugur karena Alat Dipakai di Paket Lain

WIB
IST

Bungo – Tender proyek Pembangunan Jalan Paket III di Kabupaten Bungo tahun anggaran 2026 kembali menyisakan tanda tanya.

Paket ini bernilai pagu Rp1.950.000.000. Nilai HPS-nya juga sama persis: Rp1.950.000.000.

Kode tendernya 10135542000. Kode RUP-nya 67098668. Sumber dananya APBD 2026.

Tender ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bungo.

Jenis pengadaannya pekerjaan konstruksi. Metode pengadaannya Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur.

Tender ini tidak menggunakan Reverse Auction.

Tahap tender saat ini sudah masuk Masa Sanggah.

Sekilas, ini proyek jalan desa biasa. Namun hasil evaluasi Pokja menunjukkan pola yang lagi-lagi menarik ada 8 peserta tercatat, tapi hanya 1 peserta yang benar-benar memasukkan penawaran.

Peserta itu adalah CV Endrotama Engineering.

Perusahaan ini menawar Rp1.937.995.341,32. Harga terkoreksi juga sama: Rp1.937.995.341,32.

Namun CV Endrotama Engineering justru diberi catatan oleh Pokja. Alasannya: peralatan yang ditawarkan sudah digunakan pada paket yang lain.

Jika penawar tunggal ini dinyatakan tidak memenuhi syarat, tender berpotensi kembali menghadapi jalan buntu: peserta ada, tetapi tidak ada penawaran lain yang bisa dievaluasi sebagai calon pemenang.

Satu hal yang langsung mencolok adalah nilai pagu dan HPS.

Keduanya sama Rp1.950.000.000.

Dalam pengadaan pemerintah, HPS bisa saja sama dengan pagu jika perhitungannya memang demikian. Namun dalam pengawasan publik, angka yang sama persis tetap menarik dicermati.

Apalagi tender ini hanya memiliki satu penawar aktif.

Harga CV Endrotama Engineering hanya turun Rp12.004.658,68 dari HPS.

Jika dihitung persentase, penawaran itu hanya lebih rendah sekitar 0,62 persen dari HPS.

Tidak sampai satu persen.

Angka ini tidak otomatis salah. Tapi dalam tender minim kompetisi, selisih tipis dari HPS selalu layak dibuka lebih terang: bagaimana HPS disusun, apakah harga satuan diuji, dan apakah volume pekerjaan sudah dihitung secara benar.

Rincian Tender

NoUraianDetail
1Kode Tender10135542000
2Nama TenderPembangunan Jalan Paket III
3Kode RUP67098668
4Nama PaketPembangunan Jalan Paket III
5Sumber DanaAPBD
6Uraian SingkatRUANG LINGKUP..pdf
7Tanggal Pembuatan12 Mei 2026
8Tahap Saat IniMasa Sanggah
9K/L/PDKabupaten Bungo
10Satuan KerjaDinas PUPR Kabupaten Bungo
11Jenis PengadaanPekerjaan Konstruksi
12MetodeTender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
13Reverse AuctionTidak menggunakan Reverse Auction
14Tahun AnggaranAPBD 2026
15Nilai PaguRp1.950.000.000
16Nilai HPSRp1.950.000.000
17Jenis KontrakGabungan Lumsum dan Harga Satuan
18Kualifikasi UsahaKecil

Empat Lokasi Pekerjaan

Paket ini menyasar empat titik jalan di Kabupaten Bungo.

NoLokasi JalanKeterangan
1Jalan Desa PelayangSamping Kantor Camat/Menuju Makam
2Jalan Desa Teluk PanjangMenuju Mesjid
3Jalan Desa Tebo JayaKabupaten Bungo
4Jalan Desa Sungai LilinKabupaten Bungo

Empat lokasi ini membuat proyek tersebut tidak bisa dianggap kecil secara manfaat.

Bagi warga desa, jalan bukan hanya lapisan aspal atau cor beton. Jalan adalah akses ke kantor camat, makam, masjid, kebun, sekolah, pasar, dan layanan publik.

Karena itu, ketika tendernya minim kompetisi, warga berhak bertanya: apakah proyek ini benar-benar akan dikerjakan oleh penyedia yang siap alat, siap tenaga, dan siap mutu?

Hasil Evaluasi Pokja

NoPesertaHasil Evaluasi
1CV Endrotama EngineeringMenawar Rp1.937.995.341,32. Gugur/catatan: peralatan yang ditawarkan sudah digunakan pada paket lain
2CV Tekad Maju BersamaTidak tercatat harga penawaran
3Sayna Arisya PersadaTidak tercatat harga penawaran
4CV Daeng Siginjai 9Tidak tercatat harga penawaran
5CV Lumbung AgroendoTidak tercatat harga penawaran
6PT Karya Putra BatanghariTidak tercatat harga penawaran
7CV Dita KontraktorTidak tercatat harga penawaran
8CV Canang JayaTidak tercatat harga penawaran

Catatan Pokja terhadap CV Endrotama Engineering menjadi titik paling menarik.

Alasannya sederhana, tapi tajam: peralatan yang ditawarkan sudah digunakan pada paket yang lain.

Dalam pekerjaan konstruksi, alat bukan sekadar daftar di dokumen. Alat menentukan kemampuan pelaksanaan pekerjaan. Jika alat yang sama sudah dipakai di paket lain pada waktu yang bersamaan, muncul pertanyaan besar: apakah penyedia benar-benar mampu mengerjakan paket ini secara paralel?

Jangan sampai alat hanya dipinjam nama.

Jangan sampai satu alat dipakai untuk banyak paket di atas kertas.

Jangan sampai dokumen terlihat lengkap, tapi di lapangan pekerjaan tersendat karena alat tidak tersedia.

Jika alasan Pokja ini benar, maka evaluasi tersebut menyentuh substansi kemampuan penyedia.

Namun Pokja tetap perlu menjelaskan lebih rinci: alat apa yang dimaksud, digunakan pada paket mana, apakah jadwal pekerjaannya tumpang tindih, dan apakah sudah dilakukan klarifikasi kepada penyedia.

Dalam dokumen tender, peserta wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan atau usaha.

Jenis izin yang diminta adalah SBU sesuai dokumen pemilihan.

Peserta juga harus memiliki status valid keterangan wajib pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.

Secara hukum, peserta harus memiliki kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak yang dibuktikan dengan:

NoSyarat LegalitasKeterangan
1Akta Pendirian/PerubahanWajib dibuktikan
2Surat KuasaJika dikuasakan
3Bukti Pegawai TetapJika kuasa diberikan
4KTPWajib dibuktikan
5Pakta IntegritasWajib disetujui
6Surat Pernyataan PesertaWajib disetujui

Untuk kepemilikan Sertifikat Badan Usaha atau SBU, pekerjaan kualifikasi kecil mensyaratkan paling banyak 1 SBU. Sedangkan pekerjaan kualifikasi menengah atau besar mensyaratkan paling banyak 2 SBU.

Persyaratan lainnya mengikuti dokumen pemilihan.

Selain administrasi, tender ini juga mensyaratkan kemampuan teknis.

Peserta harus memiliki pengalaman paling kurang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah atau swasta, termasuk pengalaman subkontrak.

Peserta juga wajib memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.

Untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3 tahun, dokumen tender memuat dua ketentuan:

NoKetentuan Usaha Kecil BaruKeterangan
1Paket sampai Rp2,5 miliarJika belum memiliki pengalaman, ketentuan pengalaman dikecualikan
2Paket di atas Rp2,5 miliar sampai Rp15 miliarHarus punya 1 pengalaman pada bidang yang sama

Karena nilai paket ini Rp1,95 miliar, maka secara nilai ia berada di bawah batas Rp2,5 miliar.

Namun pengecualian pengalaman tidak menghapus kewajiban memenuhi syarat lain, termasuk alat, legalitas, SBU, pajak, dan ketentuan teknis dalam dokumen pemilihan.

Tender ini mencatat 8 peserta.

Tapi yang benar-benar menawar hanya 1.

Pola seperti ini kembali memunculkan pertanyaan klasik dalam pengadaan: apakah tender ini benar-benar kompetitif?

Delapan nama tercatat. Tapi tujuh di antaranya tidak terlihat memasukkan harga penawaran.

Akhirnya, satu peserta menjadi penawar tunggal. Dan penawar tunggal itu pun terganjal karena alat yang ditawarkan disebut sudah digunakan pada paket lain.

Ini seperti pertandingan yang dimulai dengan banyak nama di papan skor, tapi hanya satu pemain masuk lapangan. Ketika pemain itu pun cedera dokumen, pertandingan menjadi menggantung.

Secara sistem, peserta boleh saja mendaftar lalu tidak menawar. Namun jika pola ini berulang di banyak tender, publik wajar curiga.

Apakah peserta lain hanya memantau paket?

Apakah syarat teknis membuat banyak perusahaan mundur?

Apakah pekerjaan kurang menarik?

Atau apakah ada pola “pajang nama” yang membuat tender terlihat ramai, padahal kompetisi sebenarnya tidak terjadi?

Tender ini sudah masuk Masa Sanggah.

Jika CV Endrotama Engineering merasa alasan Pokja tidak tepat, masa sanggah menjadi ruang resmi untuk mengajukan keberatan.

Misalnya, perusahaan bisa menjelaskan bahwa alat tersebut tetap tersedia, tidak tumpang tindih jadwal, atau memiliki alat pengganti yang memenuhi syarat.

Namun jika sanggahan tidak diajukan atau tidak diterima, tender ini bisa masuk situasi sulit. Sebab tidak ada penawar lain yang tercatat memasukkan harga.

Di titik ini, publik menunggu, apakah tender akan berlanjut, batal, atau diulang?

Sejumlah warga berharap proyek jalan di empat desa itu tidak tertunda karena persoalan dokumen dan alat.

Seorang warga, Anhar Ramadhan, mengatakan akses jalan menuju makam, masjid, dan desa-desa harus menjadi perhatian serius.

“Kalau jalan itu memang untuk warga, jangan sampai tertunda karena alat tidak jelas. Pemerintah harus pastikan kontraktornya benar-benar siap kerja,” ujarnya.

Warga lainnya, Aguza, menyoroti minimnya kompetisi dalam tender.

“Pesertanya delapan, tapi yang nawar cuma satu. Itu saja katanya alatnya sudah dipakai di paket lain. Wajar kalau masyarakat bertanya, tender ini sebenarnya serius atau tidak,” katanya.

Sementara warga lain meminta Dinas PUPR dan Pokja menjelaskan status akhir tender.

“Kalau gugur, bilang gugur. Kalau masih masa sanggah, jelaskan prosesnya. Jangan sampai warga hanya tahu anggaran ada, tapi jalan tidak jadi dikerjakan,” ujarnya.(*)

BeritaSatu Network