Merangin - Program Subuh Keliling atau Subling yang digagas Pemerintah Kabupaten Merangin kembali menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Kali ini, Bupati Merangin M Syukur melaksanakan Subling di Masjid Assa'adah, Lingkungan Pulau Kemang, Kelurahan Dusun Bangko, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan salat subuh berjamaah dan silaturahmi bersama warga. Momentum itu juga dimanfaatkan Bupati untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Usai salat subuh, Bupati M Syukur bersama Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup meninjau sejumlah titik jalan yang dilaporkan warga dalam kondisi kritis dan rawan longsor.
Peninjauan dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait infrastruktur yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Dalam sambutannya, M Syukur menegaskan bahwa program Subling merupakan salah satu cara pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus mendengar langsung berbagai persoalan warga, bukan hanya menunggu laporan dari meja birokrasi.
“Kunjungan ini tentu tidak hanya sekadar salat subuh berjamaah, tetapi dalam rangka mendekatkan diri terus bersama masyarakat. Melalui diskusi dan dialog ini, kami menerima masukan langsung dari masyarakat sebagai landasan dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujar M Syukur.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyosialisasikan sejumlah program unggulan daerah yang dapat dimanfaatkan masyarakat desa dan kelurahan.
Salah satunya program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Merangin.
M Syukur meminta para orang tua segera mengusulkan anak-anak yang memenuhi persyaratan agar dapat memperoleh bantuan pendidikan tersebut.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian Pemkab Merangin.
Bupati menyebut Pemkab Merangin telah mengalokasikan anggaran hampir Rp18 miliar untuk program jaminan kesehatan masyarakat. Tingkat kepesertaan program tersebut telah mencapai 94 persen.
Meski demikian, M Syukur mengaku masih menerima laporan adanya warga kurang mampu yang mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan karena belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan.
Untuk itu, ia meminta aparat kelurahan lebih aktif mendata dan membantu masyarakat yang berhak mendapatkan perlindungan kesehatan.
“Saya minta tolong kepada pihak kelurahan, betul-betul dikejar masyarakat kita yang secara kehidupan hari-harinya tidak mampu. Segera koordinasikan dengan Dinas Sosial supaya didorong untuk didaftarkan. Kita tidak mendoakan ada yang sakit, tapi ketika musibah itu datang, kita sudah siap,” tegasnya.
M Syukur juga menyampaikan kabar baik terkait peningkatan fasilitas kesehatan di RSUD Merangin.
Menurutnya, rumah sakit tersebut kini terus diperkuat dengan berbagai peralatan medis modern.
Fasilitas itu antara lain alat penanganan jantung, CT Scan yang segera beroperasi penuh, serta layanan cuci darah atau hemodialisis yang didukung tenaga dokter spesialis.
Dengan peningkatan layanan tersebut, masyarakat Merangin yang membutuhkan penanganan medis lanjutan diharapkan tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain seperti Muara Bungo, Jambi, maupun Padang.
Kegiatan Subling di Masjid Assa'adah juga diisi dengan penyaluran santunan kepada masyarakat.
Acara tersebut dihadiri sejumlah kepala OPD, Ketua Lingkungan Pulau Kemang Armadiansyah, serta ratusan warga yang memadati masjid sejak waktu subuh.
Program Subling di Merangin bukan hanya kegiatan keagamaan. Ia menjadi jalan bagi pemerintah untuk turun lebih dekat, mendengar lebih jernih, dan merespons lebih cepat.
Dari masjid, keluhan warga soal jalan rawan longsor langsung dibawa ke lapangan. Dari dialog subuh, program beasiswa dan jaminan kesehatan kembali disosialisasikan.
Di Pulau Kemang, subuh itu tidak hanya menjadi waktu ibadah. Ia juga menjadi waktu pemerintah mendengar denyut paling dekat dari masyarakat.(*)