Parkir Liar Menggila, Kota Sungai Penuh Lumpuh oleh Macet: Kadishub Jangan Hanya Diam di Balik Meja

WIB
IST

SUNGAI PENUH – Parkir liar di Kota Sungai Penuh kini tak lagi bisa dianggap persoalan kecil. Di sejumlah ruas jalan dalam kota, kendaraan parkir sembarangan di badan jalan seolah menjadi pemandangan biasa. Akibatnya, jalan-jalan utama menyempit, arus lalu lintas tersendat, dan kemacetan pun menjadi beban harian yang harus ditanggung masyarakat.

Ironisnya, persoalan ini terus berulang tanpa penyelesaian yang benar-benar tegas. Warga pun mulai mempertanyakan keseriusan Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penertiban. Sebab hingga kini, parkir liar justru tampak semakin leluasa, seolah tidak ada kontrol nyata di lapangan.
Kondisi ini tentu mencoreng wajah Kota Sungai Penuh.

Di tengah harapan masyarakat akan tata kelola kota yang tertib dan nyaman, yang terlihat justru kesemrawutan di pusat-pusat keramaian. Kendaraan roda dua maupun roda empat bebas memakan badan jalan, sementara pengguna jalan lain dipaksa menerima dampaknya: macet, sempit, dan penuh ketidaknyamanan.

Publik berhak bertanya, ke mana peran Dinas Perhubungan selama ini? Sebab jika parkir liar terus tumbuh tanpa tindakan, maka ada kesan kuat bahwa penertiban tidak dijalankan secara serius. Jangan sampai instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menata lalu lintas justru terkesan pasif, lamban, dan hanya hadir dalam laporan tanpa bukti nyata di lapangan.

Kemacetan yang terjadi di Kota Sungai Penuh hari ini bukan semata soal banyaknya kendaraan. Masalah utamanya adalah lemahnya pengaturan serta pembiaran yang terus berlangsung. Ketika badan jalan berubah fungsi menjadi lahan parkir liar, maka jangan heran jika kota ini perlahan kehilangan ketertiban. Yang menjadi korban tetap masyarakat: pengendara, pedagang, hingga warga yang setiap hari harus berjibaku dengan kondisi jalan yang semrawut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh diminta tidak hanya duduk nyaman di balik meja. Persoalan ini membutuhkan langkah nyata, cepat, dan tegas. Penertiban tidak cukup hanya sesekali atau sebatas formalitas. Harus ada operasi rutin, pengawasan ketat, dan tindakan tanpa pandang bulu terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan.

Jika masalah parkir liar terus dibiarkan, maka publik patut menduga ada pembiaran sistematis atau setidaknya lemahnya kemauan untuk menertibkan. Sebab persoalan ini sudah terlalu lama dikeluhkan, namun hasilnya nyaris tak terlihat. Jangan sampai kemacetan di Kota Sungai Penuh menjadi simbol gagalnya Dinas Perhubungan dalam menjaga ketertiban lalu lintas.

Sudah saatnya Kadishub Kota Sungai Penuh membuktikan kerja nyata, bukan sekadar retorika. Masyarakat tidak butuh alasan, masyarakat butuh jalan yang tertib, lancar, dan bebas dari parkir liar. Bila hal mendasar seperti ini saja tak mampu dibereskan, maka wajar jika kepercayaan publik terhadap kinerja instansi terkait terus menurun.

Parkir liar yang merajalela bukan hanya soal kendaraan yang berhenti sembarangan. Ini adalah potret lemahnya pengawasan, tumpulnya penindakan, dan rendahnya keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat banyak.

BeritaSatu Network