Fistlight Aldyto Wahana Awasi Pengembangan Bandara Depati Parbo Kerinci

WIB
IST

Kerinci - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mematangkan rencana pengembangan infrastruktur penerbangan di Provinsi Jambi. Di tahun 2026 ini, Satuan Kerja Bandar Udara Depati Parbo di Kerinci (Kode Satker: 414179) telah sukses merealisasikan proyek Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Bandar Udara.

Berdasarkan penelusuran data layanan pengadaan dengan Kode Paket 10793946000 dan Kode RUP 66114272, proyek ini dibiayai penuh dari kantong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah menyiapkan Total Pagu anggaran sebesar Rp 497.500.000. Menariknya, mekanisme lelang untuk proyek ini tidak dilakukan melalui tender terbuka, melainkan menggunakan metode Non Tender atau Penunjukan Langsung.

Melalui metode tersebut, proyek berjenis Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi ini resmi jatuh ke tangan penyedia FISTLIGHT ALDYTO WAHANA. Perusahaan konsultan ini menyepakati nilai kontrak sebesar Rp 465.711.600. Saat ini, status paket di sistem pengadaan telah dinyatakan SELESAI.

Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, proyek pengawasan bervolume 1 paket ini dipastikan 100% menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN) senilai nilai kontraknya yakni Rp 465.711.600. Selain itu, pengadaan ini juga secara khusus memberikan ruang bagi perusahaan dengan kualifikasi Usaha Kecil/Koperasi.

Dalam spesifikasinya, paket ini berfokus murni pada jasa pengawasan teknis pengembangan bandara tanpa dibebani syarat tambahan terkait Aspek Ekonomi, Aspek Sosial, maupun Aspek Lingkungan, serta dipastikan bukan merupakan proyek Pra DIPA/DPA.

Proses pemilihan penyedia untuk proyek Penunjukan Langsung ini berlangsung sangat singkat, yakni dimulai pada Januari 2026 dan langsung rampung pada bulan Februari 2026.

Setelah kesepakatan tercapai, Jadwal Pelaksanaan Kontrak langsung bergulir terhitung sejak Februari 2026 hingga berakhir di penghujung tahun, yakni Desember 2026. Secara keseluruhan, masa pemanfaatan jasa konsultansi pengawasan dari Fistlight Aldyto Wahana ini dijadwalkan berlangsung efektif sejak Januari hingga Desember 2026.

Dengan tuntasnya penunjukan konsultan pengawas ini, publik tentu berharap rencana pengembangan Bandar Udara Depati Parbo Kerinci dapat berjalan lancar, sesuai standar keselamatan penerbangan, dan diawasi dengan ketat tanpa adanya kecurangan teknis di lapangan.(*)

BeritaSatu Network