Sungai Penuh - Pemerintah Kota Sungai Penuh mendorong penguatan konektivitas wilayah sebagai salah satu kunci percepatan ekonomi daerah. Usulan itu disampaikan dalam acara Diskusi Rabuan Roadshow Tenaga Ahli Gubernur Jambi Tahun 2026 yang digelar di Kota Sungai Penuh, Kamis, 21 Mei 2026.
Sambutan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, dibacakan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah. Dalam sambutan itu, Pemkot Sungai Penuh menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Pemprov Jambi, Pemkab Kerinci, Pemkab Merangin, serta para pemangku kepentingan yang hadir dalam forum tersebut.
Pemkot Sungai Penuh menilai forum Diskusi Rabuan Roadshow ini penting sebagai ruang memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Forum tersebut juga dinilai strategis untuk menyatukan arah pembangunan lintas wilayah, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.
Tema diskusi yang diangkat yakni “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas Melalui Peningkatan SDM dan Tata Kelola, Pengembangan Infrastruktur dan Hilirisasi Pemerintah Daerah”.
Menurut Pemkot Sungai Penuh, tema tersebut relevan dengan kebutuhan daerah saat ini. Terutama dalam upaya mengidentifikasi isu strategis pembangunan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola pemerintahan, mengembangkan infrastruktur daerah, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, serta memperkuat investasi daerah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai masukan, rekomendasi dan gagasan konstruktif yang dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah ke depan,” ujar Wali Kota Sungai Penuh.
Dalam forum itu, Pemkot Sungai Penuh juga memaparkan arah kebijakan pembangunan tahun 2026. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan infrastruktur kota untuk menunjang pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain infrastruktur, Pemkot Sungai Penuh juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat. Dua sektor yang menjadi perhatian utama yakni pendidikan dan kesehatan.
Di bidang kesehatan, Pemkot Sungai Penuh menempatkan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas. Upaya itu diperkuat melalui inovasi Program 3S yang digagas Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep.Ns.
Tidak hanya itu, Pemkot Sungai Penuh juga mendorong revitalisasi RSUD sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara di bidang infrastruktur dan ekonomi daerah, Pemkot Sungai Penuh menyebut sejumlah agenda penting. Di antaranya penataan wajah kota, pembangunan pasar, optimalisasi lahan Oplah, program pengelolaan sungai, penyediaan air bersih, hingga rencana pembangunan SPAM di Simpang Tiga Rawang.
Pemkot Sungai Penuh menyadari bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri. Apalagi saat ini pemerintah daerah dihadapkan pada keterbatasan anggaran pasca kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Karena itu, Pemkot Sungai Penuh berharap Pemprov Jambi dapat memberikan dukungan nyata melalui fasilitasi program dan kegiatan yang mampu memperkuat pembangunan daerah.
Dalam forum tersebut, Pemkot Sungai Penuh juga mengajukan usulan strategis terkait peningkatan ekonomi dan daya saing daerah. Salah satu usulan yang mengemuka adalah perlunya kajian pembangunan jalan layang atau fly over Sungai Penuh-Tapan dan Kerinci-Bungo.
Usulan ini muncul karena jarak tempuh dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci menuju Ibu Kota Provinsi Jambi maupun Provinsi Sumatera Barat dinilai masih sangat jauh dan belum efisien.
Pemkot Sungai Penuh meminta Gubernur Jambi melalui Tim Ahli Gubernur Jambi serta anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Sungai Penuh-Kerinci untuk merekomendasikan usulan tersebut.
Tujuannya, agar peningkatan konektivitas dan aksesibilitas wilayah Sungai Penuh dan Kerinci dapat masuk dalam pembahasan pembangunan yang lebih serius.
Pemkot Sungai Penuh berharap Diskusi Rabuan Roadshow tidak berhenti sebagai forum seremonial. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang maju, adil, dan sejahtera.
Forum ini juga menjadi ruang penting untuk menyatukan gagasan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, tenaga ahli, legislatif, akademisi, instansi vertikal, dan tokoh masyarakat.
Di tengah keterbatasan anggaran, kolaborasi menjadi kata kunci. Sungai Penuh ingin tumbuh, tetapi tidak ingin berjalan sendiri. Kota ini membutuhkan dukungan provinsi, rekomendasi teknokratik, serta keberpihakan kebijakan agar wilayah barat Jambi tidak terus merasa jauh dari pusat pembangunan.(*)