Jambi - Seorang bocah laki-laki bernama Rafa, 7 tahun, dilaporkan hilang setelah terseret arus parit yang meluap di kawasan Kecamatan Paal Merah II, Kota Jambi, Rabu (20/5/2026) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, korban tengah bermain hujan bersama teman-temannya di sekitar area drainase.
Diduga, derasnya arus air akibat hujan lebat membuat korban kehilangan keseimbangan. Rafa kemudian tergelincir ke dalam parit dan langsung terseret arus.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, hingga beberapa waktu kemudian korban belum berhasil ditemukan.
Laporan terkait kondisi membahayakan manusia atau KMM tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Jambi pada pukul 16.35 WIB.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Jambi, Ahmad Fadlil, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan adanya anak yang diduga terseret arus drainase.
“Setelah menerima informasi, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga terseret arus drainase saat hujan deras,” ujar Ahmad Fadlil.
Fadlil menjelaskan, satu Search and Rescue Unit atau SRU diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 16.53 WIB. Tim tersebut terdiri dari 12 personel rescue.
Lokasi kejadian berada sekitar 4,5 kilometer dari Kantor SAR Jambi. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian.
“Tim SAR Gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sepanjang jalur parit dan drainase guna mencari keberadaan korban,” katanya.
Pencarian difokuskan di sepanjang aliran parit dan drainase yang diduga menjadi jalur korban terseret arus. Tim SAR Gabungan juga menyisir sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian. Petugas terus berupaya melakukan penyisiran dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus air, dan keamanan personel di lapangan.
Fadlil mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan deras. Ia meminta anak-anak tidak dibiarkan bermain di sekitar parit, drainase, maupun aliran air saat cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk tidak membiarkan anak bermain di sekitar aliran parit maupun drainase saat hujan deras karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga Kota Jambi agar lebih waspada saat hujan lebat. Parit dan drainase yang terlihat biasa dalam kondisi normal dapat berubah berbahaya ketika debit air meningkat dan arus menjadi deras.