Pemerintah Provinsi Jambi melakukan aksi "jemput bola" ke tingkat pusat guna mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan. Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani memimpin langsung rombongan kepala daerah se-Provinsi Jambi untuk beraudiensi dengan jajaran Kemendikbudristek di Jakarta.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Wagub didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Umar serta para Bupati se-Provinsi Jambi. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.
Wagub Abdullah Sani menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan usulan daerah terkait sarana prasarana (sarpras), pemenuhan tenaga pengajar, hingga infrastruktur fisik sekolah. Para Bupati diberikan kesempatan memaparkan kondisi objektif pendidikan di wilayah masing-masing.
"Pemprov bersama Pemerintah Kota dan Kabupaten telah menyampaikan usulan-usulan krusial. Harapan kami, pertemuan ini membawa dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Jambi," ujar Abdullah Sani.
Ia menekankan bahwa penguatan infrastruktur adalah fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Jambi yang kompetitif di masa depan.
Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, memberikan apresiasi atas kekompakan kepala daerah di Jambi dalam memperjuangkan sektor pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa dukungan pusat terhadap Jambi terus mengalir signifikan.
"Tahun 2025 lalu, kami telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 369 Miliar untuk Jambi. Sesuai instruksi Presiden untuk memprioritaskan pendidikan, kami berharap alokasi tahun ini dapat ditingkatkan," ungkap Gogot Suharwoto.
Pihaknya berjanji akan menelaah seluruh usulan yang masuk guna memastikan distribusi anggaran tepat sasaran, terutama untuk daerah-daerah yang memiliki rapor sarana prasarana yang masih merah.
Plt Kadisdik Provinsi Jambi, Umar, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal usulan teknis dari hasil audiensi ini. Fokus utama ke depan adalah memastikan data pokok pendidikan (Dapodik) di tiap sekolah akurat agar bantuan pusat bisa terserap maksimal.
"Ini langkah konkret sinergi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kita ingin tidak ada lagi sekolah di Jambi yang tertinggal dari segi infrastruktur," pungkas Umar. (*)
WIB
Baca Lainnya
Populer
Seru
| |
7 months ago | 13 komen Aturan Baru Pengangkatan Kepsek, Batas Usia 56 dan 2 Periode Tak Bisa Ditawar! |
| |
3 months ago | 12 komen Dakwah Digital Ramadhan 1447 H ICMI–MUI Jambi Senin: Dr. Amsori Tegaskan Sains Harus Kembali ke Orbit Tauhid |
| |
6 months ago | 8 komen Pemprov Jambi Pastikan TPP ASN 2026 Tetap Utuh Meski Anggaran Terbatas |
| |
2 months ago | 6 komen Gubernur Al Haris Murka BBM Subsidi di Jambi Diborong Tambang Emas Ilegal: Tindak Tegas! |
| |
5 months ago | 5 komen Al Haris Berang! Banyak Pejabat Bolos Upacara Bela Negara, Sekda Diperintah Terbitkan SP1 |