Jakarta – Momentum Hari Bumi Sedunia 2026 dimanfaatkan PTPN Group untuk mendorong aksi nyata. Mengusung tema “Our Power, Our Planet”, perusahaan pelat merah ini menggerakkan seluruh karyawan dalam program ‘One Man One Tree’—setiap orang menanam minimal satu pohon di wilayah operasional.
Langkah ini tidak berhenti pada seremoni tanam pohon. Di baliknya, ada strategi jangka panjang: memperkuat ekosistem perkebunan berkelanjutan sekaligus memulihkan lingkungan yang terdegradasi.
Program ini menjadi bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PTPN Hijau, yang menitikberatkan pada konservasi sumber daya alam dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Dalam konteks industri sawit yang kerap disorot, langkah ini juga menjadi jawaban. Penanaman pohon diarahkan untuk mendukung rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), sekaligus memenuhi kewajiban sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)—dua indikator penting bahwa operasional perkebunan mulai bergerak ke arah berkelanjutan.
Data yang dihimpun menunjukkan, sejak 2024 hingga 2026, PTPN Group bersama subholding PTPN I, PTPN IV, dan PT SGN telah menanam sedikitnya 142.400 pohon. Program ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah, mahasiswa, hingga kelompok masyarakat dilibatkan sebagai bagian dari gerakan kolektif.
Jenis tanaman yang dipilih pun tidak asal tanam. Ada pendekatan ekologis sekaligus ekonomis.
Untuk fungsi konservasi, ditanam pohon seperti pinus, damar, mahoni, cendana, bayur, jamblang, kiara payung, cemara, hingga ketapang—yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem.
Sementara itu, tanaman produktif seperti alpukat, nangka, durian, jambu, dan aren ditanam sebagai sumber nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Penanaman difokuskan pada titik-titik krusial: kawasan DAS, lahan kritis, hingga ruang publik yang membutuhkan penghijauan.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa aksi ini bukan kegiatan terpisah, melainkan bagian dari arah besar bisnis perusahaan.
“Pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam. Oleh karena itu, setiap langkah perusahaan tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan kinerja usaha, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem, serta peningkatan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.
Di tengah tekanan global terhadap industri perkebunan, langkah ini menjadi penting. Bukan hanya soal menanam pohon, tetapi menanam kepercayaan—bahwa bisnis besar masih bisa berjalan seiring dengan kelestarian alam.
Dan di Hari Bumi ini, pesan itu disampaikan lewat satu aksi sederhana: satu orang, satu pohon.(*)