JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) memperkuat perannya sebagai BUMN strategis dengan menyiapkan program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu guna mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Program tersebut dirancang sebagai model pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produksi di tingkat kebun hingga penguatan industri pengolahan.
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan ubi kayu memiliki potensi besar sebagai komoditas strategis yang mampu mendorong ekonomi sekaligus menopang kebutuhan energi nasional.
“Kami melihat ubi kayu bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi sebagai penggerak ekonomi daerah dan pendukung ketahanan energi. Pengembangannya harus terintegrasi dari hulu sampai hilir,” ujarnya dalam kick off program hilirisasi di Kantor Holding Jakarta.
Pada sektor hulu (on farm), perusahaan akan fokus pada optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul yang adaptif dan berdaya hasil tinggi.
Sementara di sektor hilir (off farm), PTPN III memperkuat pengolahan melalui pengembangan industri bioetanol dengan menggandeng mitra operasional di fasilitas pabrik bioetanol di Lampung.
Sebagai langkah awal implementasi, pada 14–15 April 2026, manajemen PTPN III melakukan pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Lampung, termasuk pemerintah daerah, asosiasi petani, mitra industri, hingga kalangan akademisi.
Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung difokuskan pada penguatan kebijakan daerah, percepatan investasi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah pengembangan.
Sementara itu, kolaborasi dengan Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) diarahkan untuk memperkuat rantai pasok bahan baku serta menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan.
Di bidang riset, PTPN III menggandeng Universitas Lampung dan PT Riset Perkebunan Nusantara untuk mengembangkan varietas unggul serta teknologi budidaya modern, termasuk uji coba peningkatan produktivitas melalui metode Mukibat.
Pengembangan industri bioetanol ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, hingga terbentuknya ekosistem industri hijau berbasis sumber daya lokal.
Melalui program ini, PTPN III menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak agroindustri nasional sekaligus mendukung target besar Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan. (*)