JAMBI – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional VII terus memperkuat sistem pengendalian internal dan kualitas pelaporan keuangan melalui pelatihan Control Self Assessment (CSA). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) di lingkungan perusahaan.
Pelatihan tersebut diikuti perwakilan karyawan dari berbagai unit kerja dan bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme CSA serta perannya dalam mendukung implementasi ICOFR secara penuh di seluruh siklus operasional.
Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan PTPN IV Regional VII, Mario Ellyando Zein, mengatakan perusahaan saat ini telah memasuki tahap krusial dalam implementasi ICOFR.
“Sejalan dengan pelaksanaan ICOFR secara full cycle, saat ini kita telah memasuki fase penting untuk memastikan efektivitas sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, CSA menjadi instrumen utama dalam mengidentifikasi dan menilai efektivitas pengendalian yang diterapkan di setiap aktivitas operasional perusahaan.
“CSA bukan sekadar formalitas administratif, tetapi proses sistematis untuk memastikan setiap kontrol berjalan dengan baik dan mampu memitigasi risiko,” katanya.
Menurut Mario, pelaksanaan CSA juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG), sekaligus memperkuat aspek akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan keuangan.
Lebih lanjut, ia menyebut hasil pelaksanaan CSA akan dilaporkan kepada Badan Pengawas BUMN pada akhir April 2026 sebagai bagian dari peta jalan implementasi ICOFR.
“Sebagai bagian dari PTPN III yang termasuk BUMN sistemik Tier 1, kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kualitas pelaporan keuangan pada level konsolidasi,” jelasnya.
Mario juga mengimbau seluruh peserta pelatihan untuk berperan aktif dalam proses pelaksanaan CSA.
“Saya berharap seluruh jajaran dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh tanggung jawab, karena keberhasilan implementasi ICOFR sangat bergantung pada kolaborasi seluruh unit kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Kasubdiv Risiko Strategic & Korporasi PTPN IV, Wawan Irawan, mengatakan CSA merupakan bagian dari pengujian efektivitas aktivitas pengendalian yang telah dirancang.
“CSA digunakan untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan telah sesuai dengan desain dan SOP yang berlaku di perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, implementasi ICOFR bertujuan meningkatkan keandalan laporan keuangan serta membangun kepercayaan pemangku kepentingan.
“Dengan ICOFR, kami ingin memastikan laporan keuangan memiliki tingkat keandalan tinggi sehingga dapat memberikan keyakinan kepada stakeholder,” katanya.
Melalui pelatihan ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta memastikan seluruh proses bisnis berjalan transparan dan akuntabel. (*)