Maulana Jawab Pandangan Fraksi, Tegaskan Stabilitas Pangan hingga Penguatan UMKM Jadi Prioritas
JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi dalam agenda Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap LKPJ Wali Kota Jambi Tahun 2025.
Rapat yang digelar di Ruang Swarna Bumi Gedung DPRD Kota Jambi, Senin siang (7/4/2026) itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, serta dihadiri anggota dewan, unsur Forkopimda, jajaran Pemkot Jambi hingga instansi vertikal.
Dalam forum tersebut, Maulana menjawab berbagai catatan strategis yang sebelumnya disampaikan fraksi-fraksi DPRD pada paripurna sehari sebelumnya. Salah satu sorotan utama adalah kondisi makro ekonomi, khususnya inflasi yang mengalami peningkatan.
Menurut Maulana, kenaikan inflasi tidak
lepas dari meningkatnya kebutuhan bahan pangan, seiring beroperasinya 41 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jambi.
“Ini menjadi perhatian serius kami, terutama terkait ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga. Maka kami sudah membentuk tim percepatan rantai pasok MBG, khususnya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,” tegasnya.
Tak hanya itu, dalam menjawab isu pembangunan ekonomi inklusif, Pemkot Jambi disebut terus mendorong sektor UMKM agar tumbuh melalui efek berganda dari berbagai event dan festival yang digelar.
Maulana juga menyoroti capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia mengapresiasi dukungan DPRD atas peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada 2025 menembus angka lebih dari Rp2 triliun.
“Relaksasi pajak UMKM terus kita lakukan. PPHTB kita turunkan, PBB yang menunggak bisa dicicil. Artinya kebijakan ini memberi dampak terhadap peningkatan PAD tanpa membebani pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Di sisi lain, terkait penyertaan modal pada Bank Jambi, Maulana menegaskan bahwa saat ini masih dalam tahap kajian oleh tim ahli.
“Kita sudah menyurati pihak Bank Jambi untuk meminta kejelasan. Ini penting agar Pemkot bisa menentukan langkah selanjutnya,” katanya.
Persoalan klasik seperti pengelolaan sampah juga tak luput dari perhatian. Maulana mengakui peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan serius akibat perubahan gaya hidup masyarakat.
Namun demikian, Pemkot Jambi telah menggulirkan program “Kampung Bahagia” yang menitikberatkan pada kebersihan lingkungan berbasis RT.
“Melalui program 100 juta per RT, kita hadirkan gerobak motor di setiap RT. Ini sudah berjalan di Kecamatan Pelayangan berbasis OPBM, agar tidak ada lagi TPS liar. Kita juga perkuat penegakan Perda,” jelasnya.
Menutup penyampaiannya, Maulana menegaskan bahwa seluruh masukan dari fraksi DPRD merupakan kritik konstruktif yang menjadi bahan evaluasi bersama.
“Kami memandang setiap kritik sebagai upaya membangun. Terima kasih atas saran dan apresiasi dari seluruh fraksi. Ini adalah bentuk kolaborasi yang baik antara eksekutif dan legislatif dalam meningkatkan kualitas pemerintahan,” pungkasnya.