Harga Pangan Jambi Stabil, Bawang Merah Naik Tajam 22,73 Persen

WIB
ist

JAMBI – Kondisi harga bahan pokok di pasaran relatif stabil. Namun di tengah kestabilan itu, satu komoditas mencuat menjadi pengecualian: bawang merah.

Dari data terbaru, hampir seluruh komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga signifikan. Hanya bawang merah yang tercatat mengalami lonjakan cukup tajam.

Harga bawang merah kini berada di angka Rp44.000 per kilogram. Kenaikan ini mencapai 22,73 persen dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, bawang putih masih bertahan stabil di harga Rp32.000 per kilogram.

Kenaikan bawang merah menjadi satu-satunya fluktuasi mencolok di tengah pasar yang cenderung tenang.

Untuk komoditas beras, harga relatif tidak berubah:

  • Beras Naruto: Rp15.400/kg
  • Beras Belido: Rp15.400/kg
  • Beras King: Rp15.200/kg

Beberapa jenis beras lain seperti Anggur, Mangga, OP Bulog, dan Tiga Kartu tercatat belum memiliki harga (Rp0).

Sementara gula pasir lokal tetap stabil di Rp18.000/kg.

Harga protein hewani juga masih terkendali:

  • Daging sapi: Rp140.000/kg
  • Ayam kampung: Rp65.000/kg
  • Ayam broiler: Rp40.000/kg
  • Telur ayam ras: Rp1.700/butir
  • Telur ayam kampung: Rp2.500/butir

Tidak ada kenaikan berarti pada kelompok ini.

Harga cabai masih stabil, dengan rincian:

  • Cabai merah besar: Rp24.000/kg
  • Cabai merah kecil: Rp24.000/kg
  • Cabai rawit hijau: Rp28.000/kg
  • Cabai rawit merah: Rp55.000/kg

Sementara minyak goreng juga tidak mengalami perubahan:

  • Minyak curah: Rp18.000/kg
  • Minyak premium: Rp19.000/liter
  • Minyak Kita: Rp15.700/liter

Sejumlah komoditas lainnya juga tercatat stabil:

  • Ikan kembung: Rp40.000/kg
  • Udang: Rp65.000/kg
  • Tempe: Rp10.000/kg
  • Tahu: Rp800/kg
  • Indomie: Rp3.500/bungkus
  • Jeruk Brastagi: Rp15.000/kg
  • Pisang lilin: Rp8.000/kg

Begitu juga dengan kacang-kacangan, garam, hingga susu yang tidak mengalami perubahan harga.

Secara umum, kondisi pasar menunjukkan kestabilan harga yang cukup baik.

Namun, kenaikan bawang merah menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai, terutama jika dipicu oleh gangguan pasokan atau distribusi.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin komoditas lain akan ikut terdorong.

Di tengah stabilitas, pasar selalu menyimpan potensi perubahan. Dan sering kali, lonjakan itu dimulai dari satu komoditas kecil yang luput dari perhatian. (*)

BeritaSatu Network