Jambi Dibidik Investor Jerman dan Belgia untuk Hilirisasi Kelapa

WIB
IST

Jambi - Sejumlah calon investor asal Eropa mulai melirik potensi hilirisasi kelapa di Provinsi Jambi. Kunjungan mereka dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Ketua Harian Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi, Dr. H. Muhammad Ridwansyah, mengungkapkan bahwa investor dari Jerman dan Belgia akan datang untuk menjajaki peluang investasi di sektor pengolahan kelapa.

“Dalam waktu dekat, ada beberapa investor dari Eropa yang akan datang ke Jambi untuk melihat langsung potensi hilirisasi kelapa,” kata Ridwansyah.

Ia merinci, investor asal Jerman, Mr. Wallat yang merupakan seorang pengusaha, bersama Deryl yang sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) di Jerman, dijadwalkan tiba di Jambi pada 8 April 2026.

Selanjutnya, investor asal Belgia, March Van Dael, juga akan menyusul dengan agenda kunjungan pada 13 April 2026.

Menurut Ridwansyah, kunjungan ini tidak sekadar survei lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari penjajakan kerja sama strategis dalam pengembangan industri hilir kelapa di Jambi.

“Kita sedang agendakan pertemuan dengan Gubernur Jambi. Diharapkan pada 9 April 2026 bisa berdiskusi langsung terkait peluang investasi dan arah pengembangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses penjajakan ini difasilitasi oleh PIC kerja sama TAG bersama Roemah Kelapa Indonesia yang berkolaborasi dengan IPB University.

Langkah ini dinilai penting mengingat potensi kelapa di Jambi yang cukup besar, namun selama ini masih didominasi sektor hulu atau produksi bahan mentah.

Dengan masuknya investor, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah melalui pengolahan turunan kelapa seperti minyak kelapa, produk pangan, hingga bahan baku industri lainnya.

Ketua TAG Provinsi Jambi, Ir. H. Syahrasaddin, menyambut baik rencana kedatangan investor tersebut. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong transformasi ekonomi daerah.

“Jambi memiliki potensi besar di sektor kelapa. Selama ini kita masih menjual bahan mentah. Dengan hilirisasi, nilai ekonomi bisa meningkat, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujarnya.

Syahrasaddin juga menekankan pentingnya kesiapan daerah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun dukungan kebijakan agar investasi yang masuk dapat berjalan optimal.

Menurutnya, peran TAG adalah memastikan setiap peluang strategis seperti ini dapat dikawal dengan kajian matang dan terarah.

Jika terealisasi, investasi ini diyakini tidak hanya memperkuat sektor perkebunan, tetapi juga menjadi pintu masuk industrialisasi berbasis komoditas lokal di Provinsi Jambi.(*)

Comments

Permalink

Dulu tak ada yg peduli dengan kelapa, sekarang bukan hanya Cina, Jerman pun ikut ingin menghilirisai kelapa, ada apa?

BeritaSatu Network