Tebo - Harapan warga Kabupaten Tebo untuk segera menikmati akses jalan yang mulus tampaknya masih harus tertunda. Proyek Rekonstruksi Jalan Provinsi - Penyeberangan Benteng Kurung yang menelan anggaran miliaran rupiah hingga kini tak kunjung menunjukkan kejelasan progres.
Dari data yang dihimpun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo mengalokasikan pagu anggaran yang fantastis, yakni Rp 8.000.000.000 pada Tahun Anggaran 2026.
Sesuai jadwal yang tertera, tahapan pemilihan penyedia atau tender seharusnya sudah digulirkan sejak Januari dan ditargetkan rampung pada Maret 2026. Penandatanganan kontrak pun dijadwalkan terlaksana pada bulan yang sama.
Namun faktanya, hingga penghujung bulan ini, tepatnya Senin (30/3/2026), proses tender di meja layanan pengadaan belum juga dimulai.
Keterlambatan ini tentu memunculkan tanda tanya besar di tengah publik, Lantas, kapan proyek jalan ini akan dieksekusi?
Padahal, spesifikasi proyek ini sangat krusial untuk mobilitas warga. Dana Rp 8 miliar tersebut disiapkan untuk membangun Perkerasan Beton Type 12 (Zona 3 Khusus) menggunakan Beton Struktur Fc' 25 Mpa. Jalan ini nantinya akan dicor dengan lebar 5 meter dan dilengkapi bahu jalan dari timbunan biasa.
Proyek yang mensyaratkan penggunaan Produk Dalam Negeri dan porsi untuk Usaha Kecil/Koperasi ini awalnya ditargetkan bisa dimanfaatkan penuh hingga Desember 2026.
Jika proses tender terus molor dan jalan di tempat, dikhawatirkan waktu pengerjaan fisik di lapangan akan semakin mepet.
Publik kini mendesak Dinas PUPR Tebo untuk segera tancap gas merealisasikan proyek infrastruktur ini agar tidak sekadar berakhir di atas kertas rencana.(*)