Jakarta - Pernyataan mengejutkan datang dari pengusaha dan investor muda, Timothy Ronald. Dalam video terbarunya, ia memberikan peringatan keras bahwa status sosial kelas menengah akan segera lenyap dari peradaban dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Dunia, menurut Timothy, sedang mengalami perubahan fundamental. Ke depannya, sistem ekonomi hanya akan menyisakan dua kelas ekstrem, yakni kelas elit sebagai pemilik aset (asset owner) dan kelas bawah yang ia sebut sebagai 'kelas budak'.
"Dunia yang sekarang kalian lihat itu udah nggak didesain lagi untuk adanya kelas menengah. Dunia ini akan dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas elit dan kelasnya budak," tegas Timothy dalam tayangan YouTube-nya.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena renting economy atau ekonomi sewa yang akan menjadi tren mutlak. Nantinya, masyarakat kelas bawah tidak akan mampu lagi membeli rumah atau mobil. Semuanya akan serba menyewa atau berbasis sistem subscribe (berlangganan), mulai dari tempat tinggal hingga transportasi.
Hilangnya kelas menengah ini, salah satunya dipicu oleh revolusi Artificial Intelligence (AI). Pekerjaan kantoran yang menggunakan otak dan komputer—yang selama ini identik dengan kelas menengah—seperti analis keuangan atau staf administrasi, kini dengan mudah digantikan oleh agen AI.
Ironisnya, pekerjaan fisik di level pekerja lapangan jutru lebih sulit digantikan karena keterbatasan teknologi robot humanoid saat ini. Selain itu, eksistensi pengusaha kecil yang dulunya menjadi tulang punggung kelas menengah kini perlahan mati digilas monopoli platform digital raksasa.
Timothy juga membantah keras nasihat lawas yang menyebut rumah pribadi sebagai aset. Menurutnya, menjadikan rumah sebagai aset utama adalah kesalahan fatal karena rumah tinggal pribadi tidak menghasilkan cash flow (arus kas), melainkan sebuah liabilitas yang menguras biaya.
Ia juga menyoroti gaya hidup kelas menengah yang kini tercekik jeratan utang konsumtif. Mulai dari KPR, cicilan mobil, hingga jebakan paylater untuk membeli baju atau traveling.
"Ketika lu ngutang sama orang, lu jadi budaknya. Ini lifestyle yang dipopulerkan untuk konsumerisme, penipuan terbesar dunia menurut gua," ujarnya.
Ia bahkan memprediksi tren student loan (kredit mahasiswa) segera marak di Indonesia pada 2030, yang akan semakin menjerat masa depan generasi muda.
Untuk bisa bertahan dan tidak terperosok menjadi kelas bawah, Timothy memberikan sejumlah solusi praktis:
- Berhenti Anggap Rumah Sebagai Aset: Ubah mindset dan jangan jadikan rumah tinggal sebagai porsi terbesar kekayaan Anda.
- Mulai Investasi: Belajarlah berinvestasi pada aset yang menghasilkan cash flow seperti saham atau surat utang, meski dimulai dari nominal gaji yang kecil.
- Setop Utang Konsumtif: Jangan pernah berutang untuk hal-hal yang tidak penting apalagi sekadar untuk gaya hidup.
- Cari Pemasukan Tambahan & 'Upgrade' Diri: Jangan hanya bergantung pada satu gaji. Cari penghasilan sampingan dan agresiflah berinvestasi pada skill masa depan, seperti pemanfaatan AI atau digital marketing.
- Buat Neraca Keuangan Pribadi: Mulailah mencatat aset, liabilitas (utang), pemasukan, dan pengeluaran setiap bulan layaknya sebuah perusahaan agar Anda sadar dengan kondisi finansial sendiri.
"Gua bikin video ini karena gua peduli sama kalian, bukan untuk nakut-nakutin. Semoga lu semua yang nonton ini nggak ketarik jadi kelas yang budak di bawah," tutupnya mengingatkan.(*)