Jambi – Arus mudik Lebaran 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memasuki fase padat. PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan trafik kendaraan yang signifikan pada 18 Maret 2026.
Secara kumulatif, total trafik harian di ruas tol yang telah beroperasi mencapai 188.975 kendaraan. Angka ini melonjak 109,65 persen dibandingkan trafik normal.
Lonjakan ini menjadi sinyal kuat: gelombang pemudik mulai bergerak serentak di berbagai wilayah Sumatera.
Sejumlah ruas tol utama mencatat peningkatan tajam.
- Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih: 26.887 kendaraan (+106,93%)
- Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung: 24.352 kendaraan (+88%)
- Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat: 38.652 kendaraan (+154,59%)
Namun lonjakan paling mencolok terjadi di wilayah utara Sumatera.
- Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6: 9.797 kendaraan (+239,11%)
- Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar: 14.986 kendaraan (+235,33%)
Sementara itu, Tol Indrapura–Kisaran juga mencatat peningkatan signifikan dengan 18.270 kendaraan atau naik 114,08 persen.
Tak hanya ruas tol utama, jalan tol yang difungsionalkan sementara selama mudik juga mulai dipadati kendaraan.
- Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1: 5.687 kendaraan
- Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai): 5.988 kendaraan
Data ini menunjukkan pemudik mulai memanfaatkan seluruh akses yang tersedia untuk mempercepat perjalanan ke kampung halaman.
Lonjakan lebih dari 100 persen bukan sekadar angka statistik. Ia adalah tanda bahwa tekanan terhadap infrastruktur jalan tol mulai meningkat.
Dengan volume kendaraan yang melonjak tajam, risiko kepadatan hingga potensi kecelakaan ikut naik—terutama di titik-titik rawan dan jalur pertemuan arus.
PT Hutama Karya memastikan pemantauan trafik dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kelancaran arus mudik.
Masyarakat diimbau:
- Merencanakan perjalanan dengan matang
- Mematuhi rambu lalu lintas
- Menjaga kondisi kendaraan
- Beristirahat di rest area saat lelah
Informasi lalu lintas juga dapat dipantau secara real-time melalui media sosial resmi Hutama Karya dan aplikasi HK Toll Apps.
Di tengah derasnya arus pulang kampung, satu hal yang tak boleh dilupakan: keselamatan tetap menjadi tujuan utama, bukan sekadar sampai lebih cepat. (*)