Dakwah Digital ICMI-MUI Jambi, Sekda Sudirman Wakili Al Haris Bahas SDM Berakhlak

WIB
IST

Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak cukup hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual. Dalam kerangka Program Pro Cerdas Jambi Mantap Jilid 2, spiritualitas menjadi fondasi utama.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Dakwah Digital Ramadhan 1447 H yang digelar ICMI Orwil Jambi bekerja sama dengan MUI Provinsi Jambi, Rabu (18/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, H. Sudirman, SH, MH, yang menyampaikan langsung gagasan dan arah kebijakan Gubernur Al Haris.

Dalam paparannya, ditegaskan bahwa pembangunan Jambi ke depan merupakan kerja besar yang membutuhkan manusia tangguh—bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Lewat Pro Cerdas, kita tidak hanya mencetak sarjana atau ahli, tetapi membentuk manusia Jambi yang utuh: cerdas akalnya, mulia akhlaknya,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.

Program Pro Cerdas disebut bukan sekadar program beasiswa S1, S2, hingga S3, tetapi investasi jangka panjang pembangunan manusia.

Namun, ada satu hal yang menjadi penentu arah: spiritualitas.

Dalam konsep yang dipaparkan, spiritualitas menjadi “sistem operasi” dalam program tersebut.

Tanpa itu, ilmu pengetahuan berpotensi kehilangan arah.

  • Ilmu (knowledge) bisa digunakan untuk merusak
  • Namun kebijaksanaan (wisdom) yang bersumber dari nilai agama akan memastikan ilmu digunakan untuk kemaslahatan

Selain itu, spiritualitas juga menjadi filter budaya di era digital, agar generasi muda tetap memiliki identitas lokal dan religius di tengah arus globalisasi.

Dalam pemaparannya, juga disorot potensi risiko jika pembangunan SDM hanya berfokus pada kecerdasan akademik.

Tiga ancaman utama yang mengemuka:

  1. Krisis karakter – pintar, tapi minim empati sosial
  2. Penyalahgunaan ilmu – kecerdasan digunakan untuk hal negatif
  3. Ketahanan mental lemah – mudah tertekan dalam menghadapi tantangan zaman

“Spiritualitas menjadi jangkar bagi mahasiswa dan pelajar dalam menghadapi tekanan modernisasi,” disampaikan dalam forum tersebut.

Pesan kuat pun ditegaskan:

“Kecerdasan tanpa moralitas adalah bahaya bagi masyarakat. Moralitas tanpa kecerdasan adalah ketidakberdayaan.”

Untuk memastikan Pro Cerdas tidak sekadar program bantuan pendidikan, Pemprov Jambi menyiapkan strategi implementasi yang menyentuh aspek karakter.

Di antaranya:

  • Bootcamp pra-beasiswa (character building) berbasis nilai spiritual dan kebangsaan
  • Monitoring berbasis komunitas, menjadikan penerima beasiswa sebagai agen moral
  • Integrasi kurikulum, memadukan keterampilan teknis dengan etika profesi
  • Aksi sosial, mendorong pengabdian masyarakat berbasis nilai kemanusiaan dan agama

Pendekatan ini diarahkan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas.

Output yang dituju bukan sekadar lulusan akademik, tetapi SDM yang mampu bersaing secara global dengan identitas lokal dan religius yang kuat.

Dampak yang diharapkan meliputi:

  • Lingkungan sosial lebih harmonis
  • Konflik sosial berkurang melalui pendekatan keagamaan
  • Lahirnya pemimpin masa depan yang amanah

Dalam konteks ini, pembangunan fisik seperti jalan dan gedung hanya akan bertahan jika ditopang oleh manusia yang memiliki nilai moral.

Melalui Dakwah Digital ini, pesan pembangunan disampaikan dalam bahasa spiritual—bahasa yang menyentuh akar manusia.

Di tengah derasnya arus modernisasi, arah pembangunan Jambi kembali ditegaskan: bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia dari dalam.

Ramadan pun menjadi momentum refleksi.

Bahwa masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi oleh nilai yang mengiringinya. (*)

BeritaSatu Network