Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi bergerak taktis menangani longsor di ruas Jalan Nasional Sungai Penuh - Batas Tapan STA 03+420. Penanganan darurat yang dilakukan tim di lapangan terbukti ampuh meminimalisir kemacetan parah di jalur tersebut.
Sebelumnya, jalur vital yang menghubungkan Jambi dengan Sumatera Barat ini sempat mengalami kemacetan selama 4 jam.
Hal itu dipicu oleh sebuah truk yang terperosok di titik longsoran. Namun, setelah mendapat penanganan dari tim BPJN, kini arus lalu lintas sudah kembali normal dan bisa dilalui dua arah.
Kepala Satker PJN Wilayah II BPJN Jambi, Diaz Shodiq menyebut insiden longsor ini terjadi pada Senin (9/3) akibat curah hujan yang tinggi. Dampaknya, separuh badan jalan amblas hingga menimbulkan retakan pada perkerasan jalan.
"Separuh badan jalan dilaporkan amblas dengan dimensi kerusakan lebar 5 meter, kedalaman 5 meter, dan panjang 30 meter," kata Diaz dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Kondisi ini sempat mengancam konektivitas wilayah mengingat jalur tersebut tergolong sempit dengan lebar perkerasan hanya 4,5 meter. Merespons hal itu, BPJN Jambi langsung melakukan penanganan ganda, yakni jangka pendek dan permanen.
"Untuk penanganan sementara, telah dilakukan pemasangan H-beam dan penimbunan sementara agar akses jalan aman untuk dilalui kendaraan dari dua arah," jelas Diaz.
Sedangkan untuk penanganan permanen, Diaz memastikan akan segera diakomodasi melalui anggaran penanganan longsoran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara bertahap.
Meski sudah bisa dilalui, para pengendara yang melintas di jalur ini diminta untuk tidak gegabah. Ada penyempitan jalur yang mengharuskan pengemudi menurunkan kecepatan demi keselamatan.
"Kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas harus diturunkan hingga kurang dari 30 km/jam demi keselamatan," imbaunya. (*)