Trio Proyek Jalan 'Tajir' Merangin Sedot APBD Rp 9 Miliar di 2026, Ini Lokasinya!

WIB
IST

Merangin - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin tengah mematangkan persiapan untuk menggelar lelang tender puluhan paket perbaikan jalan pada Tahun Anggaran 2026.

Dari belasan daftar ruas jalan yang antre untuk diaspal maupun dicor beton, terdapat tiga paket proyek "Bintang Utama" yang paling rakus menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketiga proyek infrastruktur jalan ini menjadi yang paling mahal dibandingkan proyek-proyek reguler lainnya di Merangin. Masing-masing pagu anggaran dari ketiga proyek ini menyentuh angka fantastis, yakni di kisaran Rp 3 Miliar per paket.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian detail tiga ruas jalan "tajir" di Kabupaten Merangin yang akan segera ditenderkan:

1. Jalan Tambang Emas - Lantak Seribu (Rp 3,08 Miliar)

Proyek perbaikan akses penghubung kawasan ini menempati urutan pertama sebagai proyek jalan termahal di Merangin tahun 2026. Diberi nomenklatur Penanganan Jalan Tambang Emas - Lantak Seribu, Dinas PUPR Merangin mengalokasikan pagu hingga Rp 3.086.856.000. Kucuran dana lebih dari tiga miliar rupiah ini diharapkan mampu memuluskan urat nadi ekonomi dan mobilitas warga di dua kawasan tersebut.

2. Jalan Gading Jaya - Simpang Muara Delang (Rp 3 Miliar)

Membuntuti ketat di posisi kedua, terdapat paket Penanganan Jalan Gading Jaya - Simpang Muara Delang. Proyek peningkatan kualitas jalan di jalur ini memakan pagu anggaran sebesar Rp 3.003.264.000. Mengingat posisinya sebagai jalur persimpangan strategis, perbaikan jalan ini sangat krusial untuk melancarkan arus distribusi hasil bumi dan logistik masyarakat.

3. Jalan Dalam Kota Bangko (Rp 2,99 Miliar)

Wajah ibu kota Kabupaten Merangin tak luput dari polesan anggaran besar. Proyek ketiga adalah Penanganan Jalan Dalam Kota Bangko yang pagu anggarannya nyaris menyentuh angka tiga miliar, tepatnya Rp 2.999.064.000. Perbaikan akses jalan di pusat kota ini menjadi etalase tata ruang Merangin yang dituntut harus mulus dan bebas dari jalan berlubang.

Jika diakumulasikan, hanya untuk memuluskan tiga ruas jalan prioritas ini saja, APBD Merangin sudah tersedot hingga mencapai lebih dari Rp 9.089.184.000 (Rp 9 Miliar).

Angka sembilan miliar rupiah untuk tiga titik jalan jelas bukan nilai yang kecil. Oleh karena itu, pengawasan ekstra ketat dari hulu ke hilir sangat dibutuhkan.

DPRD Merangin, kontraktor pengawas (konsultan), serta elemen masyarakat setempat didesak untuk ikut memelototi pengerjaan proyek ini di lapangan saat alat berat mulai turun.

Publik tentu tidak ingin uang pajak miliaran rupiah ini dikerjakan secara asal-asalan, yang berujung pada aspal tipis, retak, atau bahkan kembali mengelupas hancur hanya dalam hitungan bulan pasca-diresmikan.(*)

BeritaSatu Network