JAMBI – Suasana malam di kawasan Simpang Mayang, Kota Jambi, Sabtu (8/3/2026) terasa berbeda. Aroma sate dari warung legendaris Sate Edi bercampur dengan obrolan hangat sejumlah tokoh agama dan cendekiawan yang berkumpul di sana.
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi santai antara pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Jambi, dan unsur BAZNAS Provinsi Jambi.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum MUI Provinsi Jambi Dr. H.M. Umar Yusuf, Ketua ICMI Orwil Jambi Prof. Dr. H. Mukhtar Latif, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jambi Dr. H. Muslim HU, serta Ketua Panitia Festival Ramadan ICMI–MUI 1447 H Dr. Ir. H. Amsori M Das.
Turut hadir pula Sekretaris Panitia Festival Ramadan Dr. Fahmi Rasid, Wakil Ketua MUI Provinsi Jambi Ir. H. Sepdinal, serta sejumlah pengurus lainnya.
Pertemuan tersebut berlangsung secara spontan.
Rombongan MUI Provinsi Jambi baru saja menyelesaikan agenda Safari Ramadan bersama Wali Kota Jambi, sementara rombongan ICMI Orwil Jambi baru kembali dari kegiatan anjangsana ke panti asuhan dalam rangkaian Festival Ramadan.
Kedua rombongan kemudian “bertemu di tengah jalan” dan sepakat singgah sejenak di Warung Sate Edi.
Menu yang tersaji sederhana: sate hangat ditemani minuman khas Sumatera Barat, teh talua.
Suasana santai membuat percakapan yang awalnya ringan berubah menjadi diskusi serius tentang berbagai isu keumatan.
Salah satu topik yang dibahas adalah evaluasi pelaksanaan Festival Ramadan 1447 H yang digagas bersama oleh ICMI dan MUI Provinsi Jambi.
Festival tersebut telah menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya:
- Pesantren kilat
- Safari Ramadan
- Anjangsana ke panti asuhan
- Dakwah digital
- Pembagian sembako bagi kaum dhuafa
Ketua panitia festival Dr. Ir. H. Amsori M Das mengatakan kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial.
Menurutnya, Festival Ramadan menjadi bentuk nyata kolaborasi ulama dan cendekiawan dalam membangun masyarakat yang beriman dan berilmu.
Dalam suasana santai tersebut, Ketua Umum MUI Provinsi Jambi Dr. H.M. Umar Yusuf menekankan pentingnya menjaga sinergi antara berbagai elemen umat.
Menurutnya, kegiatan seperti Safari Ramadan bukan hanya menjadi sarana dakwah, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat.
Diskusi juga menyinggung pengalaman Safari Ramadan yang telah digelar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dari syiar Ramadan yang memperluas jangkauan dakwah hingga ke daerah-daerah.
Topik lain yang turut menjadi pembahasan adalah wakaf, zakat, infak, dan sedekah.
Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jambi Dr. H. Muslim HU menyampaikan bahwa menjelang Idul Fitri merupakan momentum penting untuk meningkatkan kepedulian sosial umat.
Ia menilai potensi zakat di Provinsi Jambi sangat besar apabila dikelola secara baik dan transparan.
Menurutnya, pengelolaan zakat yang optimal dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski diskusi cukup serius, suasana tetap hangat.
Sesekali terdengar candaan ringan ketika para tokoh tersebut berbagi cerita pengalaman selama menjalankan kegiatan Safari Ramadan di berbagai daerah.
Pertemuan sederhana di warung sate itu menjadi bukti bahwa dialog dan gagasan besar tidak selalu lahir di ruang rapat formal.
Terkadang, ide justru muncul di tempat yang paling sederhana—di tengah aroma sate yang menggoda dan secangkir teh talua yang hangat.
Silaturahmi malam itu pun ditutup dengan harapan agar Festival Ramadan ICMI–MUI Provinsi Jambi terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun umat. (*)