Muara Sabak - Penyediaan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah sekaligus 'penyedot' anggaran terbesar bagi Dinas Perkim Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di tahun 2026, biaya untuk menghidupkan dan merawat mesin Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) memakan uang negara hingga miliaran rupiah.
Data pengadaan Dinas Perkim 2026 menunjukkan, operasional Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SPAM sangat bergantung pada pasokan listrik dan obat-obatan penjernih air.
Biaya utilitas untuk memompa air ke rumah warga tercatat sangat bengkak. Dinas Perkim harus mengalokasikan dana khusus senilai Rp 1.680.000.000 (Rp 1,68 Miliar) hanya untuk Belanja Tagihan Listrik UPTD SPAM.
Selain listrik, proses penjernihan air tanah/sungai di Tanjab Timur juga menelan biaya besar. Pengadaan Bahan Kimia untuk pengolahan air bersih menyedot APBD hingga Rp 1.135.700.000 (Rp 1,13 Miliar).
Agar distribusi tak macet, infrastruktur pompa dan pipa juga diperbarui besar-besaran:
- Pemeliharaan Instalasi Lainnya: Rp 597.530.000
- Pengadaan Pompa Boster Inline Pump Submersible: Rp 385.300.000
- Pemeliharaan Jaringan Induk Distribusi: Rp 200.000.000
- Belanja Pemeliharaan Alat Besar/Excavator & Pompa: Rp 110.000.000 dan Rp 150.000.000
- Pemeliharaan Jaringan Sambungan ke Rumah: Rp 80.000.000
- Belanja Pompa Satelit Sumur Dalam: Rp 26.000.000
Menariknya, Dinas Perkim juga fokus pada digitalisasi layanan air bersih. Terdapat alokasi untuk Jasa Konsultan Tenaga Ahli dan Programmer untuk Pemeliharaan Aplikasi "e-Blink SPAM" yang masing-masing dianggarkan Rp 50.000.000. Ditambah lagi anggaran Rp 30 Juta untuk penyusunan Naskah Akademis pembentukan Perusahaan Air Minum Daerah (BUMD).
Dengan gelontoran miliaran rupiah ini, warga pesisir Tanjab Timur tentu menuntut aliran air leding yang lancar, bersih, dan tak lagi macet-macetan di tahun 2026.
Kadis Perkim Tanjabtim belum merespon konfirmasi Jambi Link.(*)