JAMBI – Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited, perusahaan perkebunan sawit milik negara tersebut berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp6,19 triliun, atau tumbuh 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode sebelumnya.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut lonjakan kinerja tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi perusahaan yang dijalankan secara disiplin di seluruh lini operasional.
“Fokus kami berpusat pada tiga hal pokok mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, dan optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten,” ujar Jatmiko.
Ia menambahkan, capaian laba sebesar Rp6,19 triliun bukan sekadar keuntungan sesaat akibat fluktuasi harga komoditas sawit global. Menurutnya, peningkatan ini merupakan dampak dari transformasi fundamental dalam sistem kerja perusahaan.
“Pencapaian laba ini bukan sekadar windfall profit dari fluktuasi harga komoditas, namun dampak nyata atas transformasi dan perbaikan mendasar cara kami bekerja,” tegasnya.
Kinerja finansial PalmCo tidak terlepas dari penguatan fundamental operasional perusahaan, baik di sektor hulu maupun hilir industri sawit.
Pada sektor hulu atau on-farm, perusahaan mencatat peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 20,63 ton per hektare (ton/ha).
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 3 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara dari sisi hilir atau pengolahan, performa perusahaan bahkan menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan.
Produktivitas Crude Palm Oil (CPO) PalmCo tercatat mencapai 4,70 ton per hektare, atau tumbuh sekitar 9 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan kebun dan pengolahan sawit perusahaan semakin efisien dan produktif.
Selain peningkatan produksi, program efisiensi yang dijalankan perusahaan juga berperan besar dalam mendongkrak laba.
Menurut Jatmiko, PalmCo berhasil menekan berbagai potensi kehilangan produksi sekaligus meningkatkan rendemen minyak sawit melalui modernisasi fasilitas pengolahan.
“Kita dapat menekan tingkat kehilangan (losses), meningkatkan rendemen minyak sawit melalui modernisasi pabrik, serta mendorong digitalisasi proses bisnis yang mempertajam pengawasan dan pengambilan keputusan,” jelasnya.
Digitalisasi sistem operasional yang diterapkan perusahaan juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis secara menyeluruh.
Dampak dari langkah efisiensi tersebut terlihat dari peningkatan Margin EBITDA perusahaan yang mencapai 26,05 persen, atau naik 11,44 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Seiring dengan meningkatnya laba dan efisiensi operasional, indikator efektivitas pengelolaan aset perusahaan juga menunjukkan tren yang sangat positif.
Realisasi Return on Asset (ROA) PalmCo tercatat mencapai 7,9 persen, jauh melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 4,9 persen.
Menurut Jatmiko, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa setiap aset yang dimiliki perusahaan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang semakin optimal.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peningkatan ROA PalmCo juga terlihat sangat signifikan.
“Bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA kita mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen,” kata Jatmiko.
Ia menjelaskan bahwa tren peningkatan tersebut bahkan sudah berlangsung secara konsisten sejak tahun 2023.
Secara kumulatif, dalam tiga tahun terakhir indikator profitabilitas aset PalmCo telah meningkat lebih dari dua kali lipat.
Menurut Jatmiko, kinerja positif perusahaan bukan hanya berdampak pada pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga berkontribusi terhadap kepentingan nasional.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan aset yang semakin produktif akan terus diperkuat untuk mendukung ketahanan energi dan pangan nasional.
“Peningkatan ROA yang signifikan ini menunjukkan bahwa setiap rupiah aset yang diamanahkan kepada PalmCo telah dikelola secara produktif, efisien, dan memberikan nilai tambah maksimal,” ujarnya.
Ke depan, PalmCo akan terus memperkuat operational excellence guna menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan kontribusi optimal bagi negara.
“Ke depan kami akan terus memperkuat operational excellence ini untuk memastikan ketahanan energi dan pangan nasional, sekaligus memberikan dividen terbaik bagi negara,” tutup Jatmiko. (*)