5 Keutamaan Puasa Ramadhan: Perspektif Naqli

WIB
IST

Oleh. Prof. Dr. Mukhtar Latif

(Ketua ICMI Orwil Jambi-Ketua MUI bidang PKU)

​Puasa Ramadhan bukan hanya kita menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah spiritual bagi umat Islam. Kewajiban ini memiliki landasan hukum naqli yang kuat dalam Al-Qur'an dan as-Sunnah, yang di dalamnya terkandung berbagai fadhilah (keutamaan) besar bagi pelaksananya.

​1. Penghapusan Dosa Masa Lalu (Maghfirah)
​HR. Bukhari No. 38 & Muslim No. 765

Man shaama Ramadhaana iimaanan wahtisaaban, ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih.
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
​2. Sarana Mencapai Derajat Tertinggi (Taqwa)
​Ayat: QS. Al-Baqarah: 183

​Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba 'alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la'allakum tattaquun.
​"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
​3. Pintu Khusus Surga (Ar-Rayyan)
​HR. Bukhari No. 1896 & Muslim No. 1152

​Inna fil jannati baaban yuqaalu lahur-rayyaan, yadkhulu minhu-shshaa-imuuna yaumal qiyaamah.
​"Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat."

  1. Allah Suka/Cinta orang Puasa (Hadits Qudsi Keistimewaan Aroma Mulut)
    ​HR. Bukhari No. 1904 & Muslim No. 1151

​Lakhuluufu famish-shaa-imi athyabu 'indallaahi min riihil misk.
"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak misk (kasturi)."

  1. Penghargaan khusus Orang Berpuasa (Hadits Qudsi)
    ​HR. Bukhari No. 1904 & Muslim No. 1151

​Kullu 'amali-bni Aadama lahu illash-shiyaama fa-innahu lii wa ana ajzii bih.
​"Semua amal anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya."
​Berdasarkan dalil-dalil naqli di atas, puasa Ramadhan merupakan ibadah komprehensif yang memberikan manfaat multidimensional, selain penyucian diri dari dosa, juga peningkatan derajat ketaqwaan, serta jaminan kemuliaan dihadapan Allah, baik didunia dan akhirat kelak. Barakallah.

BeritaSatu Network