Jambi – Suasana Gedung Olahraga Seni (GOS) Teater Taman Budaya Jambi, Sungai Kambang, Selasa (10/2/2026), berubah menjadi panggung budaya yang penuh warna. Yayasan Pesantren Terpadu Dar Al-Masaleh Jambi atau yang lebih dikenal sebagai Quhas School sukses menggelar Parasqu Ke-X (Panggung Ceria Santri Quhas) secara megah dan meriah.
Mengusung tema “Wonderful Nusantara, Santri Berbudaya, Indonesia Kaya”, acara tahunan ini menghadirkan perpaduan seni, budaya, dan nilai keislaman dalam satu panggung yang spektakuler. Ribuan pasang mata yang hadir menyaksikan langsung kreativitas para santri yang tampil percaya diri dan penuh semangat.
Parasqu tahun ini menjadi momentum istimewa karena menandai satu dekade perhelatan panggung seni tahunan Quhas School.
Pendiri Yayasan Pesantren Terpadu Dar Al-Masaleh, Dr. H. Hasbullah, MA., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Parasqu hingga memasuki tahun ke-10.
“Alhamdulillah, Parasqu telah berjalan sepuluh kali. Ini bukan sekadar panggung hiburan, tetapi panggung pembentukan karakter. Kita ingin melahirkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan sains, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya Nusantara,” ujar Hasbullah.

Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya budaya dan keberagaman. Karena itu, santri harus mampu menjadi penjaga nilai, pelestari tradisi, sekaligus generasi yang berakhlak mulia.
“Tema Wonderful Nusantara mengingatkan kita bahwa Indonesia ini luar biasa. Santri Quhas harus tumbuh sebagai pribadi yang berbudaya, berakhlak, dan siap berkontribusi untuk bangsa. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah, budaya tanpa iman akan kehilangan ruh,” tambahnya.
Hasbullah juga menekankan bahwa Parasqu adalah wadah eksplorasi potensi setiap santri.
“Setiap anak memiliki bakat dan kreativitas. Parasqu menjadi ruang untuk menampilkannya. Di sinilah kita melihat bahwa pendidikan bukan hanya di kelas, tetapi juga di panggung kehidupan,” tuturnya.
Parasqu Ke-X menampilkan ragam pertunjukan seni yang memukau. Acara dibuka dengan Opening Art dan Smapore yang energik, dilanjutkan dengan penampilan Hadroh yang menggema syahdu.
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan lantunan Shalawat Badar menghadirkan suasana khidmat, mengingatkan bahwa panggung seni ini tetap berakar pada nilai spiritual.
Nuansa budaya Nusantara semakin terasa lewat penampilan Tari Nusantara, Tari Zapin, serta Tari Kreasi Jambi yang memadukan gerak tradisional dengan sentuhan modern. Penonton juga disuguhkan Musikalisasi Puisi, Drama edukatif, Cup Song, Hand Dance, hingga Medley Sholawat yang menggetarkan hati.
Setiap penampilan mendapat sambutan meriah dari para orang tua dan tamu undangan yang hadir.
Parasqu tidak hanya menjadi ajang unjuk seni. Acara ini mencerminkan filosofi pendidikan Quhas School yang memadukan agama, sains, dan budaya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Santri tidak hanya diajarkan memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana bersikap santun, menghargai budaya, dan menebar nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Melalui Parasqu, Quhas School menunjukkan bahwa pesantren modern dapat menjadi pusat lahirnya generasi yang religius, kreatif, dan berwawasan kebangsaan.
Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Parasqu bukan lagi sekadar agenda tahunan, tetapi telah menjadi identitas dan kebanggaan bagi keluarga besar Quhas School Jambi.
Dengan gemerlap panggung dan gemuruh tepuk tangan yang mengiringi setiap penampilan, Parasqu Ke-X menegaskan satu pesan: santri bukan hanya penjaga kitab, tetapi juga penjaga budaya dan masa depan Indonesia.(*)
Galeri Foto:













