Ikuti Instruksi Presiden Prabowo, Bupati Merangin Sumbangkan 6 Bulan Gaji untuk Perangi Sampah

WIB
IST

BANGKO — Instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menjadikan persoalan sampah sebagai agenda prioritas nasional langsung direspons serius oleh Pemerintah Kabupaten Merangin. Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Merangin M. Syukur mengambil langkah tidak biasa dengan menyumbangkan enam bulan gajinya untuk mendukung gerakan “Perang terhadap Sampah”.

Instruksi Presiden itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah se-Indonesia yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam rapat tersebut, seluruh kepala daerah diminta menempatkan kebersihan lingkungan sebagai prioritas kerja harian pemerintahan.

Komitmen Bupati Merangin diwujudkan melalui lomba kebersihan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dana hadiah lomba tersebut berasal dari sumbangan pribadi Bupati yang diserahkan langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Syafrani, di halaman Kantor Dinas Kominfo Merangin, Senin (9/2/2026) pagi.

Penyerahan dana tersebut disaksikan Wakil Bupati Merangin A. Khafidh, Sekretaris Daerah Zulhifni, serta para aparatur sipil negara (ASN) lintas OPD.

“Seperti janji saya, enam bulan gaji saya sumbangkan untuk dinas yang menang lomba kebersihan. Gaji saya Rp5,8 juta per bulan, jadi totalnya Rp34,8 juta. Tapi yang kita jadikan hadiah Rp30 juta, sisanya buat saya beli tisu,” ujar M. Syukur, disambut tawa hadirin.

Meski disampaikan dengan nada ringan, Bupati menegaskan bahwa program ini memiliki pesan serius. Ia memastikan proses penilaian lomba kebersihan dilakukan oleh tim independen, tanpa campur tangan kepala daerah, guna menjamin objektivitas dan menghindari praktik kolusi.

“Dinas Lingkungan Hidup saja tadi hanya dapat juara harapan tiga. Ini bukti penilaian berjalan objektif dan tidak ada monopoli,” tegasnya.

Menurut M. Syukur, Presiden Prabowo secara tegas meminta seluruh jajaran pemerintahan, termasuk TNI dan Polri, untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya kerja. Bahkan, Presiden menginstruksikan agar setiap instansi menyisihkan waktu 10 hingga 15 menit sebelum jam kerja untuk membersihkan lingkungan masing-masing.

“Masalah sampah ini bukan lagi urusan lokal Merangin. Ini sudah menjadi isu nasional. Presiden sudah menekankan itu secara langsung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melontarkan peringatan keras terhadap rendahnya kesadaran masyarakat, termasuk oknum ASN, dalam pengelolaan sampah. Ia mengaku masih sering melihat warga membuang sampah sembarangan, bahkan dari kendaraan yang sedang melaju.

“Saya dengar masih ada pegawai negeri yang buang sampah dari motor atau mobil seenaknya. Jangan sampai ketahuan Bupati. Kita punya Perda. Kalau tidak mau bayar denda, bisa saja gajinya saya tahan,” katanya tegas.

M. Syukur berharap ASN dapat menjadi contoh dan duta kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Ia menekankan bahwa program pemerintah, sebaik apa pun, tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku dan kesadaran kolektif masyarakat.

“Perang terhadap sampah ini bukan soal lomba atau hadiah. Ini soal masa depan lingkungan kita. Pemerintah bisa memulai, tapi masyarakatlah yang menentukan berhasil atau tidak,” pungkasnya.

BeritaSatu Network