Persaingan Kontraktor Jambi Memanas! CV Sinar Saronde Tawar Terendah, Geng 'Harga Kembar' Muncul Lagi

WIB
IST

Jambi - Aura panas persaingan tender proyek infrastruktur air bersih di Jambi kian terasa. Tak hanya di Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi, tender Pembangunan Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah Kota Jambi di bawah Balai Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi juga menjadi ajang pertempuran sengit para kontraktor.

Data terbaru menunjukkan antusiasme yang luar biasa namun berakhir antiklimaks. Dari 96 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta, hanya 16 kontraktor yang benar-benar serius memasukkan harga penawaran.

"Sisanya yang 80 perusahaan cuma 'pajangan' atau sekadar window shopping. Mendaftar tapi tidak ada nyali menawar," ungkap sumber yang mengamati proses tender ini.

Dalam daftar 16 kontraktor yang bertarung, CV Sinar Saronde Lestari memimpin di posisi teratas dengan penawaran terendah sebesar Rp 3.733.540.437,42.

Di posisi kedua menyusul CV. Rafka Berkah dengan angka Rp 3.755.625.982,24.

Menariknya, beberapa nama yang bertarung di proyek Kabupaten Batanghari-Muaro Jambi juga terjejak "ikut perang" di Kota Jambi. Sebut saja CV. Women Independent Construction dan CV. Mutiara Mandiri Sinergi yang kembali masuk jajaran 5 besar penawar terendah.

Kejanggalan yang terjadi di tender Kabupaten Batanghari ternyata menular ke proyek Kota Jambi. Fenomena "Harga Kembar Siam" kembali muncul dan membuat publik mengernyitkan dahi.

Terdapat 7 perusahaan (urutan 6 hingga 12) yang mengajukan harga penawaran sama persis hingga digit desimal terakhir, yakni Rp 3.999.995.200,00.

Kekompakan harga yang tidak wajar ini memicu dugaan adanya pengkondisian atau copy-paste RAB antar peserta. Berikut daftar "Geng Harga Kembar" tersebut:

  1. PASEE ABDI GRUP
  2. PT. SARPAT KARUNIA ABADI
  3. CV. Kana Mandiri
  4. SATRIA PERDANA
  5. CV. VANTAZTIC CONTRUCTION
  6. CV. Faza Engineering
  7. RANCANG BANGUN

"Secara logika konstruksi, sulit diterima akal sehat ada 7 perusahaan menghitung biaya material, upah, dan overhead dengan hasil yang sama persis sampai ke rupiah terakhir, kecuali mereka satu komando," sorot sumber jambi link.

Sementara itu, penawara terendah tender proyek sebelah (Batanghari-Muaro Jambi), CV. Putra Bintang, meski terlihat mendaftar di urutan peserta ke-53, terpantau tidak memasukkan penawaran harga di paket Kota Jambi ini.

Panitia tender kini dituntut ekstra jeli membedah kewajaran harga dari penawar terendah, sekaligus mencermati indikasi persekongkolan dari kelompok penawar dengan harga identik tersebut.(*)

BeritaSatu Network